RSS

Kekacauan pengartian dogma Tritunggal(trinitas) 1 yohanes 5 ayat 6 – 8

10 Agu

IMG_2145.JPGMenurut Alkitab terjemahan LAI 1984:

[I Yohannes 5:7] Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

[I Yohannes 5:8] Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Ada dua sumber berbeda yang digunakan untuk menulis Alkitab Versi NIV (New International Version) dan NASV (New American Standard Version) serta King James Version (KJV). KJV berasalkan dari teks Alkitab Bizantium, sedangkan NIV dan NASV berdasarkan terjemahan dari Teks Alexandria.

Berikut ini akan kita lihat di mana bedanya.

(In the following examples the King James Version differs from the NIV, and NASV. because it bases it’s translation on the Byzantine text-type and the NIV and NASV base theirs on the Alexandrian text-type.)

a. KJV [1 John 5:7-8] “For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and Holy Ghost: and these three are one. And there are three that bear witness in earth, the spirit, and the water, and the blood; and these three agree in one.”

NIV [1 John 5:7] “For there are three that testify: v. 8 the Spirit, the water and the blood: and the three are in agreement.”

Pada KJV tercantum bahwa yang memberikan kesaksian di surga adalah: BAPA, FIRMAN, dan ROH KUDUS, ditambahkan keterangan bahwa ketiganya adalah satu, serta ada tiga yang memberikan kesaksian di bumi, yakni: ROH, AIR dan DARAH, dan ketiganya juga satu.

Tetapi pada NIV hanya dicantumkan mengenai ROH, AIR, dan DARAH, tetapi tidak dicantumkan mengenai Bapa, Firman dan Roh.

Di bawah ini ada keterangan mengapa terjadi demikian:

1. When Erasmus first printed the Greek New Testament in 1514 it did not contain the words “in heaven, the Father, the Word, and Holy Ghost: and these three are one. And there are three that bear witness in earth,” because they were not found in any of the Greek manuscripts that Erasmus looked at.

(Ketika Erasmus pertama kali mencetak Kitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani pada tahun 1514, maka hal itu tidak mengandung kalimat: ” in heaven, the Father, the Word, and Holy Ghost: and these three are one. And there are three that bear witness in earth,”, karena hal tersebut tidak ditemukan pada manuskrip Yunani yang dilihat oleh Erasmus).

2. These words were not quoted by any of the Greek church fathers. They most certainly would have been used if the Trinity in the 3rd and 4th centuries.

(Kalimat ini tidak pernah dikutip oleh para Bapa Gereja Yunani. Mereka secara pasti baru menggunakannya pada abad ke III dan ke IV saat doktrin Trinitas diperkenalkan).

3. These words are not found in any ancient versions of the New Testament. These include Syriac, Coptic, Armenian, Ethiopic, Arabic, Slavonic, nor in the Old Latin in its early form.

(Kalimat ini tidak ditemukan pada versi-versi tua Perjanjian Baru, termasuk versi-versi Siria, Koptik, Armenia, Ethiopia, Arab, Slavonik, dan tidak pula pada Bhs Latin Kuno pada bentuknya awalnya)

4. These words begin to appear in marginal notes in the Latin New Testament beginning in the fifth century. From the sixth century onward these words are found more and more frequently.

(Kalimat ini mulai timbul pada catatan pinggir dari Perjanjian Baru berbahasa Latin yang diawali pada Abad ke V. Semenjak Abad ke VI dan seterusnya, kalimat ini makin sering ditemukan).

5. Erasmus finally agreed to put these words into new editions of his Greek New Testament if his critic’s could find one Greek manuscript that contained these words. It appears that his critics manufactured manuscripts to include these words.

(Erasmus akhirnya setuju untuk memasukkan kalimat ini pada edisi baru Perjanjian Baru berbahasa Yunaninya asalkan dapat ditemukan sekurang-sekurangnya satu manuskrip Yunani yang mengandung kalimat ini.

Nampaknya bahwa kritik manuskrip buatannya untuk memasukkan kalimat ini).

6. These additional words are found in only eight manuscripts as a variant reading written in the margin. Seven of these manuscripts date from the sixteenth century and one is a tenth century manuscript.

(Kalimat tambahan ini ditemukan hanya pada delapan manuskrip sebagai bacaan variatif yang ditulis sebagai catatan pinggir. Tujuh dari manuskrip-manuskrip yang berasal dari Abad ke XVI dan satu buah berasal dari abad ke X – jadi relatif baru – penterjemah).

7. Erasmus’ New Testament became the basis for the Greek New Testament, “Textus Receptus”, which the King James translators used as the basis for their translation of the New Testament into English.

TAMBAHAN PENJELASAN SEHUBUNGAN DENGAN TOPIK INI
———————————————–

Silahkan anda membuka (I YOHANES) 5: 6-8

[I Yohanes 5:6] Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena roh adalah kebenaran.

[5:7] Sebab tiga yang memberi kesaksian (di dalam surga Bapa, Firman dan Roh kudus dan ketiganya adalah satu.

[5:8] Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi) Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. (sebelum mendapat kritikan kalimat mulai kata “di

dalam sorga” pada ayat 7 sampai kata “bumi” pada ayat 8 tidak memakai tanda kurung, yang ngritik DR GC Van Niftrik)

SEDANGKAN menurut THE HOLY BIBLE international version, Zondervan Bible publisher, Grand Rapid Michigan USA, 3th printing july 1981 halaman 926 –

BERBUNYI :

[I Yohanes 5:6] This is the one who come by water and blood- jesus christ. He did not come by water only, but by water and blood. And it is the spirit who tetifies, because the spirit is truth.

[5:7] for there are three that tetify

[5:8] the spirit, the water, and blood. And three are in agreements.

ARTINYA :

[I Yohanes 5:6] INILAH DIA YANG DATANG DENGAN AIR DAN DARAH. IA TIDAK DATANG DENGAN AIR SAJA, MELAINKAN AIR DAN DARAH. DAN ROHLAH YANG MENYAKSIKAN, KARENA ROH ADALAH KEBENARAN.

[5:7] ADA TIGA YANG MENYAKSIKAN

[5:8] AIR, DARAH DAN ROH DAN KETIGANYA MENJADI SATU.

Membaca ayat diatas, tampaklah penyisipan yang dilakukan penterjemah Alkitab. Ternyata kalimat mulai dari “Didalam sorga” pada ayat 7 sampai kata “di bumi pada ayat 8 adalah palsu. Kalau ayat itu dulunya nggak ada mengapa sekarang muncul? Kalau dulunya memang ada mengapa sekarang di hilangkan?

BERIKUT KOMENTAR TENTANG PEMALSUAN AYAT INI:

——————————————–

1. DR G.C. VAN NIFTRIK DAN D.S.B.J BOLAND : Didalam Alkitab tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata TRITUNGGAL ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam 1 Yohanes 5 : 6-8. Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak- tidaknya harus diberi kurung. (Dogmatika masa kini, BPK Jakarta, 1967 hal 418). Penterjemah Alkitab rupanya menuruti saran keduanya. Dengan memberi kurung kalimat itu.

2. Drs. M E Duyverman : Menurut salinan tertua jalannya kalimatnya adalah begini : KARENA TIGA MENJADI SAKSI, YAITU ROH AIR DAN DARAH. Rupanya TAMBAHAN mulai terbubuh sebagai keterangan pinggir KALIMAT; PENYALIN KEMUDIAN MEMASUKAN KE DALAM BUNYI NAS karena berpikir ini adalah perbaikan penyalin lama. SAMPAI KINI HAL ITU MASIH TERJADI. (Pembimbing ke dalam perjanjian baru, BPK Jakarta 1966 hal 145). Mengapa keterangan pinggir itu dapat masuk menjadi ayat tuhan dengan begitu gampangnya?? Padahal ayat ini pokok doktrin trinitas. Mengapa bisa ketambahan ayat???

3. Jerry Falwell. Tokoh kristen RADIKAL Amerika Serikat ini mengomentari pemalsuan ayat-ayat itu sebagai berikut : THE REST OF VERSE 7 AND FIST NINE WORDS OF VERSE 8 ARE NOT ORIGINAL, AND ARE NOT TO BE CONSIDERD AS APART OF THE WORDS OF GOD. (Jerry Falwell, Liberty Bible Commentary, thomas Nelson Publisher, Nashville, Camden New York 1983 halaman 2638). Artinya sebagian kalimat pada ayat 7 dan sembilan kata pertama di ayat 8 adalah tidak asli dan tidak bisa dianggap sebagai firman Tuhan.

Keterangan tambahan:

Justru dengan adanya penambahan tersebut maka menimbulkan suatu perbedaan doktrinal yang nyata, perbedaan yang ada adalah mengenai konsep tritunggal yang menjadi doktrin utama gereja Kristen dewasa ini. Karena jika kita melihat pada ayat-ayat pada manuskrip yang lebih tua, yang tidak mengandung tambahan tersebut, maka tidak ada pendukung yang kuat akan doktrin ritunggal yang dianut oleh gereja. Maka ditambahkanlah ayat tersebut.

Sumber:
NIV
NAIV
KJV
Terjemahan LAI
Sabda net

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 10, 2014 in Kristologi, Refleksi Jiwa

 

Tag: , ,

4 responses to “Kekacauan pengartian dogma Tritunggal(trinitas) 1 yohanes 5 ayat 6 – 8

  1. Diego

    November 15, 2014 at 4:44 pm

    Pertanyaan saya adalah mengapa ketika banyak ayat-ayat tidak konsisten dengan tritunggal pemeluk agama Khatolik justru tidak pernah sadar (atau sengaja menutup mata)?

    Terima kasih.

     
    • indrawidjaja

      November 16, 2014 at 2:56 pm

      Terkadang banyak faktor pak, terutama masalah ekonomi yg membuat orang menutup mata dengan sengaja, inilah kenyataan yg terjadi pak

       
  2. Shadewa

    November 26, 2014 at 12:10 pm

    lalu bagaimana pemahaman anda tentang Tauhid, Ahad & Wahid ?
    Mengapa Allah disebut Tauhid dan bukan Wahid ?

     
    • ImaRosyi (@ImaRosyi)

      Desember 29, 2014 at 12:32 pm

      Salam sejahtera untuk Shadewa.
      Saya berusaha untuk membantu menjawab pertanyaan Anda.

      Ahad dan Wahid artinya adalah satu. Di dalam Alquran telah disebutkan

      لْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
      (Quran surat Al-Ikhlas)

      Pada ayat satu bacanya “Qul Huwa Allahu Ahad”. Artinya: Katakanlah bahwa Allah itu satu

      Jadi, Allah disebut Ahad.

      وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

      (Quran surat Albaqarah ayat 163)

      Disebutkan kata wahid dalam ayat tersebut

      “Wailaahukum Ilaahu Waahidun”

      Artinya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

      Tauhid itu merupakan istilah yang artinya ajaran yang mengesakan Tuhan.

      Jadi seperti istilah “Alzheimer”, “Leukimia”, “Stroke” seperti itu.

      Jadi, Allah itu Ahad = Wahid. Tauhid adalah ajaran yang menyatakan bahwa Allah itu Ahad = Wahid.

      Semoga Anda paham 🙂

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: