RSS

Menikah beda agama, dilarang!, kenapa,,,? Simak disini

12 Jan

beda agamaAssalamualaikum

Belakangan banyak yang konsultasi untuk “Nikah beda agama”, dan mohon maaf jika saya baru bisa jawab sekarang

Sandaran hukum dalam Islam:
Al-Baqarah 221 Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Pembanding: Al-Maaidah Ayat 5

Secara hukum negara:
UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Berdasarkan UU tersebut perkawinan di definisikan sebagai ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bagi umat non-Muslim juga diatur seperti dari aliran kristen:
2Korintus 6:14: “Janganlah kamu merupakan pasangan yg tdk seimbang dgn orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dpt bersatu dgn gelap?”

Lain halnya dengan aliran budhist, Dalam hal ini calon mempelai yang tidak bergama Budha, diharuskan untuk masuk agama Budha terlebih dahulu. Dan dalam upacara ritual perkawinan, kedua mempelai diwajidkan mengucapkan “atas nama Sang Budha, Dharma dan Sangka” yang merupakan dewa-dewa umat Budha.

Dalam agama Hindu di Bali istilah perkawinan biasa disebut Pawiwahan. Pengertian Pawiwahan itu sendiri dari sudut pandang etimologi atau asal katanya, kata pawiwahan berasal dari kata dasar “ wiwaha”. Wiwaha atau perkawinan dalam masyarakat hindu memiliki kedudukan dan arti yang sangat penting, dalam catur asrama wiwaha termasuk kedalam Grenhastha Asrama. Disamping itu dalam agama Hindu, wiwaha dipandang sebagai sesuatu yang maha mulia, seperti dijelaskan dalam kitab Manawa Dharmasastra bahwa wiwaha tersebut bersifat sakral yang hukumnya wajib, dalam artian harus dilakukan oleh seseorang yang normal sebagai suatu kewajiban dalam hidupnya.
Adapun syarat-syarat wiwaha dalam agama Hindu adalah Perkawinan dikatakan sah apabila dilakukan menurut ketentuan hukum hindu, keduanya mempelai baik pria maupun wanita

Kesimpulannye,,,
Pernikahan lintas agama yang ditawarkan oleh para pengusung pluralisme, dan liberalisme, ternyata bertentangan dengan hukum perkawinan yang dimilki oleh tiap – tiap agama dan undang – undang yang berlaku di Indonesia. Ini terbukti dengan adanya hukum larangan melaksanakan perkawinan tiap agama.

Kenyataan ini sangat logis, karena tiap agama memandang bahwa perkawinan bukan hanya sekedar hubungan sosial dan keperdataan semata, tetapi juga ada hubungan teologi yang diyakini oleh penganutnya masing-masing. Pandangan agama-agama mengenai nikah beda agama dapat disimpulkan bahwa,
1) Agama Katholik pada prinsipnya melarang dilakukannya perkawinan antar agama, kecuali dalam hal-hal tertentu Uskup dapat memberikan dispensasi untuk melakukan perkawinan antaragama
2) Agama Protestan membolehkan dilakukannya perkawinan antaragama dengan syarat bahwa pihak yang bukan Protestan harus membuat surat pernyataan tidak berkeberatan perkawinannya dilangsungkan di gereja Protestan,
3) Agama Hindu melarang dilakukannya perkawinan antaragama.
4) Buddha, membolehkan penganutnya untuk melaksanakan perkawinan beda agama, dengan syarat pernikahan harus dilakukan secara buddha dan mengucapkan janji dengan menyebut nama dewa-dewa,
5) Islam dengan sangat tegas melarang pernikahan anatara laki-laki dan perempuan untuk menikah dengan penganut agama lain.

Begitu pula dengan undang – undang yang berlaku di Indonesia, menurut UU. No. 1 Tahun 1997 tetang Perkawinan Pasal 2 ayat 1 telah jelas tertulis perkawinan harus sesuai masing – masing hukum agama, sedangkan agama yang diakui di Indonesia tidak memperbolehkan pernikahan beda agama.

Wallahu’alam, silahkan di pahami dengan baik

Segala kebaikan hanya berasal dari Allah dan segala kekhilafan adalah salah saya dan saya minta maaf

Wassalamualaikum

Iklan
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 12, 2014 in Uncategorized

 

8 responses to “Menikah beda agama, dilarang!, kenapa,,,? Simak disini

  1. dimas adilaksono

    September 5, 2014 at 10:02 pm

    saya sangat setuju dengan adanya undang2 larangan pernikahan beda agama,agar tiap pasangan yang ingin menikah antaragama harus berpikir terlebih dahulu dampak negatifnya

     
  2. Liberte Egalite

    November 16, 2014 at 2:50 pm

    Peraturan yg sangat terbelakang. Berlawanan dengan peraturan yang diterapkan di negara-negara maju dimana kebebasan beragama termasuk pernikahan sangat dihargai. Indonesia tidak akan pernah maju apabila peraturannya tidak menghargai prinsip kebebasan dan hak asasi manusia

     
    • indrawidjaja

      November 16, 2014 at 2:55 pm

      Take it or leave it,,,, selama masih hidup di bumi Indonesia, maka terimalah peraturan itu, jika tidak maka segera tinggalkan Indonesia, mudah kan

      Btw saya mengulas nikah beda agama yg dilarang jg oleh agama lain, jadi jika anda tidak beragama, maka akan bebas spt di negara maju yg bisa menikahkan manusia dengan tumbuhan atau hewan

       
    • Every

      Mei 21, 2015 at 9:54 pm

      Peraturan dalam Al Quran akan selalu mengikuti perkembangan jaman karena Alloh yang membuatnya. Tapi peraturan yang dibuat oleh manusia termasuk dinegara yang anda bilang maju tentU akan berubah ubah menyesuaikan jaman karena buatan manusia. Maka pelajari Al Quran sebaik baiknya karena Quran adalah sumber dari segala sumber hukum lah wong yang ngomong Alloh, yang nyiptain kita.

       
  3. tabita damayanti

    Januari 23, 2015 at 3:10 am

    Assalamu allaikum wr wb
    Sebelumnya saya mohon maaf bila salah salah kata. Saya tumbuh dan hidup dalam keluarga yg menganut dua agama. Alm. Ayah&Ibu saya itu berbeda agama. Ayah Muslim dan Ibu non Muslim (Kristen). Saya melihat orang tua saya tidak pernah bermasalah dengan keimanan mereka. Ayah dan ibu selalu saling mengingatkan jika salah satu dr mereka lalai atau telat beribadah. Bahkan Ibu belajar menghafal surat2 di Juz Ama untuk mengajari adhik saya saat masih kecil. Karna terkadang ayah kami sering kerja ke area luar kota. Maaf sebelumnya saya blm menyebutkan. Sejak kecil ayah dan ibu kami membebaskan kami memeluk agama. Saya non Muslim dan adhik saya Muslim.
    Yang saya pertanyakan jika pernikahan beda agama itu dilarang. Lantas dulu orangtua saya bagaimana? Setau saya pernikahan mereka sah dimata hukum. Karna saya dan adhek punya akte kelahiran. Maaf saya bertanya karna saya jg punya pasangan muslim yang taat beribadah sama jg halnya saya non muslim jg taat. Mungkin dengan jawaban jawaban yg ada bisa memberi masukan buat saya
    Terima kasih sebelumnya.

     
    • indrawidjaja

      Januari 23, 2015 at 8:19 am

      Salam mba Tabita,
      Terimakasih atas tanggapan dan pertanyaannya,
      Saya sudah melihat beberapa orang yg sudah tua umurnya yg pernah menikah beda agama, dan memang dari semua yg saya lihat, sebenarnya surat pernikahannya adalah satu agama, lalu terus mereka menjalani kehidupannya masing masing
      Hal ini disepakati biasanya oleh pasangan tersebut disebelum menikah, agar anak anaknya atau pernikahannya bisa dicatat sebagai pernikahan yg sah dimata hukum di Indonesia, namun sesungguhnya pasangan yg menikah beda agama ini sedang menipu dirinya sendiri dengan alasan “cinta”

      Nah untuk mba Tabita dengan pasangannya yang sama sama “taat beribadah” ini, tanggapan saya adalah (maaf ya) sebenarnya ibadah yg kalian jalan kan itu kosong tanpa iman, karena masing masing dari kalian melanggar perintah dari Tuhan yang masing masing kalian percayai, jika peri tah Tuhan saja kalian langgar demi kata2 “cinta”, maka dimanakah iman kalian?

      Alternatif yg dihadapkan ke kalian adalah
      1. Mba masuk Islam lalu menikah secara Islam
      2. Pasangan mba murtad dan masuk agama mba lalu menikah secara agama mba
      3. Kalian bubaran dan cari pasangan masing2 sesuai agama kalian karena ini perintah Tuhan kalian
      4. Nekad nikah dengan cara apapun jug dengan alasan “cinta” dan mengabaikan perintah Tuhan kalian masing masing

      Silahkan, pilihan ada ditangan kalian

       
      • Ricky

        April 13, 2016 at 6:43 pm

        Maaf yah sebelumnya tapi sya mau tanya anda tau dari mana kalau ibadah yang mereka kerjakan itu kosong……sedangkan anda hanya berargumen sedang yang mengerjakan ibadah mereka….bukan anda….?

         
    • indrawidjaja

      Februari 9, 2015 at 11:17 am

      Waalaikumussalam, biasanya orang Indonesia mengakali pernikahan beda agama dengan “pura2” masuk agama salah satunya, coba cek di akta nikah atau buku nikah orang tua, mereka pastinya menikah dalam keadaan satu agama, dan selanjutnya menjalankan agama masing2

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: