RSS

Gereja AS Guncang!! Lebih dari 200 Pemimpin Gerejanya Pilih Murtad

25 Jul

 

 

Lebih dari 200 pemimpin gereja di seluruh negeri di Amerika Serikat menyatakan sudah tidak percaya kepada Tuhan, membuang iman kristiani dan tak mau lagi membaca Alkitab (Bibel). Sebagian mereka mengumumkan kepada publik, tapi sebagian memilih untuk merahasiakannya agar bisa melayani gereja, meskipun mereka tidak lagi percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.

Mike Aus, pendeta di wilayah Houston, menjadi pendeta yang pertama kali mengumumkan keputusannya ke publik.

Pendeta di Gereja Theophilus di Katy itu mengumumkan keputusannya untuk menjadi ateis dalam suatu acara televisi Minggu pagi di MSNBC.

…Hardly anyone reads the Bible. If they did, the whole thing would be in trouble…

“Hardly anyone reads the Bible. If they did, the whole thing would be in trouble,” ujar Pendeta Aus dalam acara ‘Up with Chris Hayes,’ salah satu program MNSBC. (Hampir tidak ada orang yang membaca Alkitab. Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada dalam masalah).

Jemaat-jemaat di Gereja Theophilus sendiri, kepada Local 2, mengaku tidak tahu apa-apa tentang perubahan kepercayaan Aus sampai ia mengumumkannya sendiri melalui siaran televisi itu.

“Apakah Anda akan berkhotbah Minggu depan?” tanya Chris Hayes, pemandu acara tersebut.

“Saya akan kembali minggu depan dan bertemu dengan atasan Saya untuk membicarakan bagaimana selanjutnya. Kita lihat saja nanti,” tukas Aus. …Hampir tidak ada orang yang membaca Alkitab. Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada dalam masalah…

Aus adalah seorang pendeta Lutheran yang telah berkhotbah di gereja selama hampir 20 tahun. Sekarang, ia justru mengatakan tidak lagi percaya kepada pesan-pesan yang telah dikhotbahkannya itu. Ia pun telah menolak permintaan wawancara dari Local 2. Menurutnya, ia telah kehilangan imannya.

“Ketika saya mulai membuang iman saya, saya pun menyadari belakangan ini bahwa tidak banyak yang harus saya tinggalkan,” tegas Aus.

Dampak pernyataan Aus sangat dirasakan oleh gerejanya yang beranggotakan sekitar 80 orang. Sepekan setelah pengumumannya, gerejanya pun dibubarkan. Jemaatnya tidak mau berbicara lagi dengan Local 2, tetapi mereka mengatakan bahwa pendeta mereka telah menghancurkan mereka.

“Ketika seorang pendeta muncul dan berkata, ‘Saya tidak lagi beriman,’ maka itu akan mengguncangkan dunia mereka. Jemaat melihat pendeta sebagai superhero spiritual,” kata Dr Keith Jenkins, seorang pendeta Methodist, mantan presiden Houston Graduate School of Theology.

Menurut Jenkins, banyak pemimpin gereja yang bertanya-tanya dan kemudian kehilangan iman mereka, tapi belum pernah ada sebelumnya yang kemudian menjadi fenomena umum.

Para pendeta, pelayan dan pemimpin gereja yang tidak lagi percaya Tuhan itu telah membentuk kelompok pertemuan rahasia melalui situs clergyproject.com. Menurut mereka, jumlah anggota yang ada sekarang telah mencapai 240 orang. Beberapa di antaranya, seperti Aus, telah terang-terangan mempublikasikan keputusan mereka. Sementara, pada umumnya memilih untuk merahasiakannya.

Mereka yang memilih untuk merahasiakan keputusan mereka, tetap aktif melayani di gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan, meskipun mereka tidak lagi percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.

“Saya yakin, ada banyak pendeta yang aktif melayani di gereja-gereja, tetapi sedang mengalami krisis iman dan bahkan kehilangan iman mereka, tetapi mereka belum keluar karena memikirkan kehidupan mereka,” kata Jenkins.

“Mereka harus segera mengambil keputusan. Mereka tidak perlu tetap bertahan dalam gereja kemudian menggunakan posisi mereka sebagai pendeta dan mencoba mempengaruhi yang lain.”

Sumber Foto :1.situs komunitas mereka yang murtadhttp://www.clergyproject.com/

2.Sumber berita Video a yang mewawancari Mike Aus

http://video.msnbc.msn.com/up-with-chris-hayes/46848396#46848396

Iklan
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 25, 2012 in Islam, Seputar Mualaf

 

6 responses to “Gereja AS Guncang!! Lebih dari 200 Pemimpin Gerejanya Pilih Murtad

  1. marutta safitra

    Agustus 14, 2012 at 12:20 am

    Sangat di sayangkan para pendeta tersebut, mereka kehilangan ketekunan di dalam imannya. Semua iman di agama apabila kita yakini pasti kita akan mendapati masalah di hidup ini. Masalah terbesar di dalam iman agama adalah kita di wajibkan untuk mampu melakukan perintah agama kita di dalam hidup ini, yang menyampingkan keegoisan dan penuh pengorbanan. Untuk melakukan itu, itu adalah masalah terbesar di dalam iman. kemanapun ia beralih ia akan mudah melepaskan imannya kembali. Karena tawaran dan upah di iman bukan tawaran yang nyata, tapi dengan keyakinan hal itu pasti terjadi Amin.

     
    • indrawidjaja

      Agustus 14, 2012 at 6:35 am

      Pendeta tsb menemukan dan mendapatkan keselamatan SEJATI dalam Islam, dan telah meninggalkan masa kebodohan mereka dahulu, dimana dulu mereka percaya pada orang dari tarsus yang menjanjikan keselamatan semu, ternyata semuanya palsu

      apakah agamanya juga palsu,,, coba ini,,,,kristen = pengikut kristus,,,, lalu apa namanya untuk pengukut paulus,,, apakah paulten,,, tanya mengapa ^_^

       
    • pramono

      Oktober 7, 2012 at 4:11 am

      wah ini bukan iman/percaya/yuaqkin gitu aja, tapi agaknya masalah logic/nualar, kan yang namanya tuhan kan punya nalar jauh lebih dari pada manungsia/umat penyembahnya, lha mungkin isi kitab pedoman para pendeta itu kok enggak cocok sama nalarnya, gitu.

       
    • Tahas

      Oktober 26, 2013 at 11:00 am

      Sebenarnya anggota ClergyProject itu juga ada yg mantan muslim dan yahudi. Ini spt proyek kaum atheis. Sekarang memang lg ‘perang’ Kristen vs Atheist di Amerika. Klo kamu jalan2 di New York akan terasa. Banyak billboard yg saling sindir antara kaum atheist vs Kristen. Sayangnya blog muslim kok banyak yg mendukung kelompok atheist. Beda banget waktu perang dingin dimana banyak ‘perang’ antara atheist vs muslim di arab dan negara2 muslim, tp amerika menggelontorkan dana banyak utk kelompok muslim agar bisa mengimbangi kelompok atheist yg didanai Sovyet dan china.

       
      • ahmad

        April 8, 2014 at 3:15 pm

        siapa bilang serangan atheist? klo memang atheist tdk mungkin berpuluh-puluh th jadi pendeta.. banyak pendeta bahkan pastor di vatican yg meninggal kan iman kristennya yg beralih ke islam karena mereka tahu agama mereka terdahulu banyak yg tdk masuk nalar..

         
  2. Knek

    Agustus 16, 2015 at 3:45 am

    Kehilangan iman..? Maksudnya mempercayai jalan keimanan’ya salah apa sama sekali gak percaya adanya tuhan..? Bikin bingung nih..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: