RSS

meneladani Allah Ar-Rasyid

08 Mei

Semoga Allah Yang Mahatepat tindakan-Nya, menganugerahi kita ilmu yang luas, hati yang lapang, dan kebijaksanaan, sehingga kita mampu bertindak secara tepat dalam segala situasi.

Tuhan kita memiliki nama Ar Rasyid atau Allah Yang Mahatepat Tindakan-Nya. Kata ar-rasyid tersusun dari huruf ra’, syin, dan dal, yang makna dasarnya adalah ketepatan dan lurusnya jalan. Dari makna
ini lahirlah kata rusyd atau manusia yang sempurna akal dan jiwanya.
Dengan kesempurnaan ini, ia mampu bertindak dan bersikap secara tepat. Susunan huruf ini melahirkan pula kata mursyid yang artinya memberikan bimbingan atau petunjuk dengan cara tepat. Jadi ada yang
disebut mursyid, maka ia adalah orang yang tepat untuk menunjukkan ke jalan yang tepat dengan cara yang tepat pula.

Kata rasyid bermakna pula kekuatan dan keteguhan. Rasyadah berarti batu karang. Suatu benda yang menunjukan kekuatan dan keteguhan. Kalau orang bernama rasyid, maka orang tersebut harus memiliki
karakter tangguh, kuat, dan mampu bertindak tepat.

Karena Allah memiliki sifat Ar Rasyid, maka semua tindakan Allah pasti tepat, cermat, dan tidak akan meleset. Ketentuan Allah tidak akan terlambat dan tidak pula terlalu cepat. Tidak kebesaran, tidak
kekecilan. Tidak kelebihan, tidak pula kekurangan. Allah akan memberikan balasan dengan tepat dan sebanding dengan kapasitas amal yang dilakukannya. Difirmankan, Maka Allah mengampuni siapa yang
dikehendaki- Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki- Nya, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu (QS. Al Baqarah [2]: 284).

Sayangnya, karena terbatasnya ilmu dan tingkat ma’rifatullah, kita sering kecewa terhadap semua ketentuan Allah. Kita merasa bahwa keinginan kita lebih tepat daripada ketentuan Allah. Akibatnya kita
sering kecewa ketika keinginan tidak terkabul. Padahal, menurut ilmu Allah, apa yang kita inginkan tidak baik dan berbahaya bagi kita.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Sesungguhnya Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui
(QS Al Baqarah [2]: 216).

Karena itu, jika kita meyakini bahwa Allah itu Mahatepat tindakan-Nya, maka kita akan bersabar atas segala ketidakenakkan yang menimpa. Walau manusia bermilyar jumlahnya, namun balasan Allah
pasti tepat kepada setiap orang sesuai keimanan dan kekufurannya. Balasan yang diberikan pun tidak akan tertukar. Maka, jangan khawatir menghadapi semua ketentuan Allah, selama niat kita lurus
dan ikhtiar kita optimal.

Allah bertindak tepat karena ilmu-Nya Mahaluas, tidak bertepi. Ketepatan itu berbanding lurus dengan pengetahuan yang dimiliki-Nya. Bukankah Dia Al ‘Alim, Dzat Yang Maha Mengetahui? Seorang hakim akan
memutuskan perkara dengan tepat, jika ia memiliki pengetahuan serta bukti yang lengkap. Semakin lengkap data yang di miliki, akan semakin tepat pula keputusan yang diambil.

Apa hikmahnya? Pertama, kita akan mampu bertindak tepat jika memiliki ilmu yang luas. Misal, kita akan bicara tepat jika memiliki kekayaan kata-kata. Begitu pun dalam hidup. Orang yang kurang ilmu
akan sulit bersikap bijak menyikapi hidup. Seorang ibu hamil dan tidak memiliki ilmu memadai akan cenderung tersiksa dengan kehamilannya. Seorang ayah yang tidak memiliki ilmu mengurus keluarga, akan stres dengan istri dan anak-anaknya.

Kedua, kita bisa bertindak tepat jika memiliki sistem pengendalian diri dan kesabaran ekstra. Tindakan yang emosional cenderung tidak tepat alias gagal menghasilkan solusi. Sikap emosional lebih banyak
menghasilkan masalah daripada menyelesaikan masalah. Dengan sikap sabar, jernih, dan pengendalian diri, insya Allah setiap masalah dapat diselesaikan dengan tepat dan bijaksana. Dengan tindakan yang
tepat, resiko pun bisa diminimalisasi. Hidup pun insya Allah akan lebih mudah.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 8, 2012 in Islam, Refleksi Jiwa

 

2 responses to “meneladani Allah Ar-Rasyid

  1. Tanya Khidir

    Maret 7, 2016 at 10:41 am

    ASMAUL HUSNA.

    98. AL-RASYID bermaksud: MAHA BIJAKSANA.

    Surah Hud 11:87

    بسم الله الرحمن الرحيم

    قَالُوا۟ يَٰشُعَيْبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِىٓ أَمْوَٰلِنَا مَا نَشَٰٓؤُا۟ ۖ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلْحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ

    “Hai Syuib apakah solat kamu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi bijaksana”.

    PENUTUP KATA.

    Allah SWT memuji sifat mulia dan kebijaksanaan Nabi Shuib sedangkan sifat Allah SWT Maha Mulia dan Maha Bijaksana.

     
  2. Tanya Khidir

    Maret 8, 2016 at 4:39 pm

    Salam, adakah Al Rabb termasuk dalam Asmaul Husna?

    Kenapa Rabb selalu dialihbahasakan sebagai tuhan…bknkah Rabb itu bermaksud MAHA PENTADBIR atau MAHA PENGUASA?

    Kenapa sebutan tuhan selalu saja digandingkan dengan Allah SWT…ISLAM TAK PUNYA TUHAN…TUHAN TIDAK PERNAH WUJUD DALAM ISLAM…TIADA TUHAN…SEMATA-MATA ALLAH…ALLAH TIADA SEBARANG BANDINGAN…ALLAH TIDAK BISA DIHITUNG DNG BILANGAN…BKN SATU…BUKAN DUA…ALLAH BKN MAKHLUK…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: