RSS

Arsip Bulanan: Desember 2011

kisah bapak penjual amplop di masjid Salman, ITB

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat, saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 26, 2011 in Islam, Refleksi Jiwa

 

Tag: , ,

ORANG-ORANG YANG TERTIPU

(Al Kasyf wa Al-Tibyan)

ALHAMDULILLAAH, ALHAMDULILLAH HIRAB-BIL ALAMIN, ARRAHMAN NIRRAHIM.

ALAZI LA ILAHA ILALLAH WAH DAHU LASYARIKALAH, WA’ASYHADU’ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASULULLUH, LA NABIA BA’DAH.

ALLAHUMASHALI ALA MUHAMMAD, WA’ALA AHLIHI WA ASHABIHI AJMA’IN, WA TABI’IN, WA TABI’I TABIIN.

RABBISY RAHLII SHADRII, WAYASSIRLLI AMRI WAHLUL ‘UQDATAM MILLISAANII YAFQAHUU QAULII. AMA BA’DU.

Jamaah rahimakumullah.

Menurut Imam Abu Hamid bin Muhammad Al Ghazali (Imam Ghazali), ada dua kelompok orang kafir yang tertipu, yaitu pertama yang tertipu karena kehidupan dunia, mereka berpandangan hidup sekarang lebih baik dari hidup hari esok dan orang kafir golongan yang kedua adalah mereka yang ber-pendapat bahwa kenikmatan dunia sudah pasti, sementara kehidupan akhirat masih diragukan.

Namun menurut Imam Ghazali pula, tidak berarti semua orang Islam itu pasti mendapat keberuntungan. Manusia yang beruntung hanyalah mereka yang menjadi mukmin sejati, yaitu manusia sempurna (insan kamil). Mereka adalah orang-orang yang tawa-dhuk (rendah hati), ikhlas, dan istiqamah, senantiasa taat kepada sang Khaliq yang Maha Pencipta. Ternyata, menjadi mukmin yang mukhlisin, tidaklah mudah. Betapa banyak ahli ibadah yang gagal antara lain karena tertipu dengan ibadahnya.

Dalam kitabnya “Menyingkap Aspek-aspek Ketertipuan Selu-ruh makhluk” (Al-Kasyf Al-Tibyan fi Ghurur al-Khalq Ajma’in), Imam Ghazali menyebutkan ada empat golongan manusia yang tertipu dalam menjalani ibadahnya. Mereka itu adalah, ulama atau cendekiawan, golongan ahli ibadah, golongan hartawan, dan golongan ahli tasawuf.

Ulama atau cendekiawan, yang tertipu adalah mereka yang merasa telah memiliki ilmu syari’ah dan aqliyah yang cukup dan mapan. Mereka mendalami ilmu-ilmu tersebut, namun lupa pada dirinya sendiri, sehingga tidak menjaga dan mengen-dalikan anggota tubuhnya dari perbuatan maksiat. Mereka juga teripu karena lalai dalam melakukan amal saleh. Mengira dengan ilmunya telah mendapatkan kedudukan disisi ALLAH.

Sebagian golongan ulama dan cendekiawan mengira, bahwa dengan berilmu itu dengan sendirinya telah mencapai tingkat-an yang tertinggi. Golongan ini sebenarnya mengetahui bahwa ada dua macam ilmu. Yaitu ilmu mukasyafah, ialah penge-tahuan tentang ALLAH dan sifat-sifatnya dan ilmu mu’amalah, adalah pengetahuan tentang akhlak yang terpuji dan tercela. Namun mereka lalai dalam menggunakan mata bathinnya dalam gerak gerik kehidupannya.

Golongan ulama dan cendekiawan seperti ini adalah, golongan orang berilmu pengetahuan, akan tetapi tidak mengamalkan-nya. Ilmunya tidak berguna sama sekali baginya. Mereka lebih mencintai dunia dan diri sendiri, dan mencari kesenangan sementara yang bersifat semu.

Selain itu, ada pula golongan dari mereka yang merasa ilmu dan amal lahiriyahnya telah mapan, mereka telah me-ninggalkan bentuk kemaksiatan lahiriyah, akan tetapi mereka lupa akan bathin dan hatinya. Mereka tidak menghapus sifat tercela dalam hatinya, seperti sifat sombong, riya, hasut, gila kehormatan dan pangkat, suka popularitas, dan suka menjelek-jelekkan kelompok lain. Pada hal ada dua hadist Rasulullah tentang riya dan dengki yang mencela hal itu. Sabda Rasul, riya merupakan bentuk syirik kecil dan dalam hadist yang lain, sifat dengki dapat melenyapkan amal kebajikan, sebagaimana api dapat melalap kayu bakar.

Golongan ahli ibadah yang tertipu adalah, orang yang karena sholatnya, hajinya, puasanya, zakat dan infaqnya jihadnya, kezuhudannya, bacaan Al Qur’annya dan amal ibadah lainnya, dilakukan secara berlebih-lebihan sehinggga melampaui pem-borosan. Seperti tak pernah yakin akan udhuknya, ragu akan kebersihan air yang digunakan, selalu berpandangan air yang digunakan bercampur dengan air yang tidak suci. Mereka memperberat dalam urusan ibadah, akan tetapi memperingan dalam urusan yang haram. Seperti menggunakan barang yang jelas haramnya namun enggan meninggalkanya.

Atau mereka ahli ibadah, sehingga karena seringnya bersujud, di dahinya muncul tanda bekas sujud. Lalu dengan tanda itu merasa pasti akan mendapatkan syurga di akhirat nanti.

Dalam membaca Al-Qur’an atau kumadang azannya, karena bacaannya yang merdu, lidahnya fasih, merasa dirinya yang paling benar, bacaan orang lain salah. Ada pula yang tertipu karena merasa telah zuhud dengan hartanya, atau karena ibadah sunnahnya. Ada pula yang tertipu hanya karena merasa dirinya telah cukup dengan menjadi bagian dari orang banyak yang ahli ibadah.

Diantara golongan hartawan, ada beberapa yang tertipu. Anta-ra lain adalah, mereka yang giat membangun masjid, sekolah, penampungan fakir miskin atau yatim piatu, dan fasilitas lainnya yang tampak bagi orang banyak. Nama mereka dican-tumkan di batu prasasti, agar namanya dan peninggalannya, tetap dikenang walaupun sudah meninggal dunia.

Golongan hartawan yang tertipu, adalah mereka yang mem-peroleh harta dengan halal, menghindarkan diri dari perbuat-an haram, namun tujuan amal jariyahnya untuk pamer kekayaan (riya) dan sum’ah, yaitu sekedar mencari perhatian atau pujian. Demikian juga mereka yang menafkahkan har-tanya untuk fakir miskin, anak yatim atau panti jompo, menye-rahkannya dengan mengadakan upacara dan perayaan.

Akan tetapi golongan hartawan yang paling tertipu adalah mereka yang memperoleh kekayaan, akan tetapi kikir dan bakhil. Mereka mengira dengan hartanya itu akan menye-lamatkan dirinya dan keluarganya dari marabahaya dan siksa api neraka.

Golongan keempat yang tertipu menurut Imam Ghazali adalah ahli tasawuf, yang paling banyak muncul pada zaman sekarang ini. Mereka yang tertipu adalah mereka yang menyerupakan diri mereka dalam cara berpakaian dengan cara ahli tasawuf, cara berpikir dan berpenampilan, perkataan, sopan santunya, gaya bahasanya dan tutur katanya.

Mereka juga tetipu dengan cara bersikap, mendengar, bersuci, sholat, duduk diatas sajadah sambil menundukkan kepala, bersuara rendah ketika berbicara, yang kesemuanya dilakukan dengan cara-cara yang berlebihan.

Jamaah rahimikumullah.

Belajar dari peringatan yang disampaikan oleh Imam Al Ghazali seperti yang telah duraikan tadi, kita patut dengan arif melakukan introspeksi dan retrospeksi diri. Apakah kita tidak termasuk dalam keempat golongan yang telah diuraikan tadi. Kalau seandainya benar kita termasuk di dalamnya, marilah segera bertaubat dan memperbaiki aqidah dan amalan kita, agar tidak berkekalan dalam keterperdayaan syaitan.

Caranya antara lain, bagi yang berilmu dan dikaruniai kecer-dasan, marilah beramal ilmiah dan berilmu amaliah. Sebagai ahli ibadah, marilah kita beribadah dengan khusuk, tawadhuk, dan istiqamah. Kalau kita adalah hartawan, apa yang kita berikan, janganlah diberitakan, apa lagi dibesar-besarkan. Bahkan hendaknya bila tangan kanan memberi, tangan kiri kita tidak boleh tahu. Seandainya kita ingin menjadi ahli tasawuf, sikap sosial kita tidak harus berlebihan, diantara sesama kita.

Saya ingin mengakhiri uraian ini, dengan mengingatkan diri saya dan jamaah sekalian akan sebuah hadist Rasulullah SAW. Agar kita sungguh-sungguh dan berhati-hati dalam beribadah. Hadist dimaksud dapat kita baca dalam Buku Shahih Muslim, jilid 4 halaman 50, hadist No. 1859.

Dari Abu Hurairah RA. Katanya: “Natil bin Qais Al Hazami, seorang penduduk Syam bertanya kepadanya. “Wahai Tuan Guru ! Ajarkanlah kepada kami yang anda dengar dari Rasul-ullah SAW”. Jawab Abu Hurairah, ”Baik!. Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda: ”Orang yang pertama–tama diadili kelak di hari kiamat, ialah orang yang mati syahid. Orang itu dihadapkan ke pengadilan, lalu diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diperolehnya, maka dia mengakuinya. Tanya: ”Apakah yang telah engkau perbuat dari nikmat itu ?”. Jawab: ”Aku berperang untuk agama ALLAH, sehingga aku mati syahid”. Firman ALLAH; ”Engkau dusta!. Sesungguhnya engkau berperang supaya dikatakan gagah berani dan gelar itu telah engkau peroleh”. Kemudian dia disuruh seret dengan muka tertelungkup lalu dilemparkan ke neraka.

Kemudian dihadapkan pula orang ’alim yang belajar dan mengajarkan ilmunya serta Al Qur’an. Dihadapkan kepadanya nikmat yang telah diperolehnya, semuanya diakuinya. Tanya: ”Apakah yang telah engkau perbuat dari nikmat itu?”. Jawab: ”Aku belajar, mengajar, dan membaca AL Qur’an karena eng-kau”. Firman ALLAH: ”Engkau dusta!. Sesungguhnya engkau belajar dan mengajar supaya disebut ’alim, dan engkau memba-ca Qur’an supaya dikatakan Qari (ahli membaca). Semua itu telah dipanggilkan orang kepadamu”. Kemudian dia disuruh seret dengan muka tertelungkup lalu dilemparkan ke neraka.

Sesudah itu, dihadapkan pula orang yang diberi kekayaan oleh ALLAH dengan berbagai macam harta. Semua kekayannya dihadapkan kepadanya dan dia mengakuinya. Tanya: ”Apakah yang telah engkau perbuat dengan harta sebanyak itu?.” Jawab: ”Setiap bidang tanah yang engkau sukai tidak ada yang aku tinggalkan, melainkan aku sumbang semuanya karena eng-kau”. Firman ALLAH; ”Engkau dusta!. Sesungguhnya engkau melakukan semuanya itu supaya engkau disebut orang pemu-rah, dan gelar itu telah engkau peroleh”. Kemudian dia disuruh seret dengan muka tertelungkup lalu dilemparkan ke neraka. Na’zubillah min zalik.

Demikianlah uraian yang dapat saya sampaikan, kiranya menjadi peringatan bagi diri saya dan bagi jama’ah sekalian.

Sesungguhnya hanya ALLAH subhana-huata’ala, pemilik kebenaran. Untuk itu mohon maaf atas kekhilafan saya dalam menyampaikan uraian ini dan saya senantiasa mohon ampunan dari Allah.

WALLAHHU’ALAM BISAWAB.

SUBHAANAKA ALLAALHUMA WABIHAMDIKA, ASY-HADU ALLAA ILAAHA ILLAA ANTA, ASTAGHFIRUKA WAATUUBU ILAYK.

HADANALAAHU WA IYAKUM AJMAIN.

WASSALAMUALAIKUM WR, WB.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2011 in hadist hadist, Islam, Refleksi Jiwa

 

PAUS adalah ANTICHRIST sesungguhnya,,, sudah dinubuatkan dalam kitab bibel

Jika kita melihat dalam bahasa Yunani , kata “ANTIKRISTOS” dimana ANTI artinya adalah “MELAWAN” atau “PENGGANTI” ,atau “MENGAMBIL TEMPAT ORANG LAIN”atau “NEMESIS”.
 
KRISTOS berarti KRISTUS… Jadi antikristus berarti MELAWAN, MENGGANTI atau MENGAMBIL TEMPAT KRISTUS 
 
Dan dalam bahasa LATIN kata ini BISA DITERJEMAHKAN menjadi “VICAR”. sekali lagi “VICAR” dan SEKALI LAGI “V I C A R” PERHATIKANLAH KATA INI “VICAR”
 
Jadi sebenarnya ANTIKRISTUS adalah identik dengan VICAR – KRISTUS atau dalam bahasa Inggris adalah “VICAR OF CHRIST” pengganti kristus, atau mengambil tempat kristus…
 
Perhatikan sekali lagi kata “VICAR” INILAH KATA KUNCINYA.”VICAR”
 
Keberadaan ANTIKRISTUS didasarkan pada ayat ayat berikut :
 
* 1 Yohanes 2:18-192:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang “ANTIKRISTUS” akan datang, sekarang telah bangkit banyak “ANTIKRISTUS”. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
 
PERHATIKAN khusus kalimat “SEORANG ANTIKRISTUS” (yang) AKAN DATANG …karena antikristus juga telah BANYAK muncul pada jaman Yohanes.
 
2:19 Memang “MEREKA BERASAL DARI ANTARA KITA”, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
 
KESIMPULAN : ANTIKRISTUS berasal dari “ORANG KRISTEN” sendiri ,bacalah sekali lagi 1 YOH 2:19 . 
 
Jadi kalau ada orang non kristen dituduh ANTIKRISTUS itu jelas tuduhan yang ngawur dan mengada ada. Walaupun dikemas dengan argumentasi yang bagaimanapun..!!!
 
Daniel mengatakan bahwa antikristus akan memerintah sebagai seorang“RAJA”.( Daniel 9:27, Daniel 11:31 dan Daniel 12:11 ).
 
Yohanes menyebut ANTIKRISTUS sebagai “binatang”. ( Wahyu 13:1)
 
“Yang penting di sini ialah “HIKMAT: BARANGSIAPA BIJAKSANA”, baiklah ia MENGHITUNG bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah “BILANGAN SEORANG MANUSIA”, dan bilangannya ialah “ENAM RATUS ENAM PULUH ENAM.” Wahyu 13:18
 
Dari pernyataan Daniel dan Yohanes ini tampak ada pencerahan karena sang ANTIKRISTUS berlambang 666
 
Dengan demikian : ANTIKRISTUS adalah orang KRISTEN dengan ATRIBUT BILANGAN 666, dan memerintah sebagai/seperti “RAJA”
 
Siapa yang memenuhi persyaratan ini ???
 
Sang ANTIKRISTUS itu adalah PAUSSang ANTIKRISTUS itu adalah PAUSSang ANTIKRISTUS itu adalah PAUS
 
3 kalimat sengaja saya tuliskan karena pada diri PAUS ini ditemukan 3 ATRIBUT ANTIKRISTUS….!!!
 
BUKTI ATRIBUT RAJAKepausan (Vatikan) dalam berbagai hal merupakan satu kuasa yang paling berpengaruh di dunia ini.
 
“DIA MEMERINTAH SEBAGAI SEORANG RAJA” ( Daniel 9:27, Daniel 11:31 dan Daniel 12:11 )
 
Nah disinilah terdapat kuncinya…
 
1. SETIAP RAJA PASTI MEMPUNYAI ATRIBUT KEBESARAN BERUPA MAHKOTA
 
2. SETIAP RAJA PASTI MEMPUNYAI ATRIBUT KEBESARAN BERUPA METERAI
 
3. SETIAP RAJA PASTI MEMPUNYAI ATRIBUT GELAR KEBESARAN
 
Dari semua ATRIBUT ini mari kita TELITI satu per satu 
 
1. Atribut MAHKOTA KEBESARAN PAUS
=======================
Mahkota Paus berbentuk mahkota bertingkat 3 (TIARA) yang melambangkan kuasa melambangkan kuasa atas 3 tingkatan yaitu di langit, di bumi dan di bagian bawah bumi.
 
Mahkota ini dikenakan Paus untuk acara kebesaran (seremonial head-dress ). Meskipun setelah Paus Paul VI tidak dipakai lagi, namun mahkota ini tetap ada dan bebas untuk dipakai Paus-Paus yang akan datang.
 
Dan pada Mahkota ini terdapat tulisan gelar yang tertulis di mahkota tersebut adalah : VICARIUS FILII DEI (tertulis VICARIVS FILII DEI) yang artinya VICAR OF THE SON OF GOD atau “VICAR OF CHRIST” (ONE WHO TAKE THE PLACE OF CHRIST), yaitu PENGGANTI dari KRISTUS – bacalah Our Sunday Visitors, Catholic Encyclopedia.
 
Cobalah anda baca lagi terjemahan ANTIKRISTUS DALAM BAHASA LATIN yang di atas, anda akan menemukan KATA KUNCI “VICAR” kalimat lengkapnya VICAR OF CHRIST.. hasilnya tepat 100% …!!!
 
MENUNJUKKAN PAUS ADALAH SANG ANTIKRISTUS hanya dia seorang yang berhak memakai mahkota bertuliskan kalimat itu.
 
Supaya anda lebih yakin mari kita HITUNG LAMBANG BILANGANNYA. 
 
Tidak seperti bahasa-bahasa lainnya, huruf-huruf Romawi mengandung juga unsur angka :
D = 500,
C = 100,
L = 50,
X = 10,
V = U = 5, (huruf U dan V dalam huruf latin ditulis sama yaitu huruf V)
I = 1
 
Di luar huruf huruf itu tidak ada makna angkanya.
 
Sekarang mari kita masukkan MAKNA ANGKA yang ada pada TIARA tersebut : VICARIUS FILII DEI
 
V = 5
I = 1
C = 100
A = 0 ( HURUF A tidak ada makna angkanya, maka tuliskan 0 )
R = 0 ( HURUF R tidak ada makna angkanya maka tuliskan 0 )
I = 1
U = V = 5
S = 0
————–JUMLAH = 112
 
F = 0
I = 1
L = 50
I = 1
I = 1
————–JUMLAH = 53
 
D = 500
E = 0
I = 1
————–JUMLAH = 501
 
JUMLAH TOTAL = 666
 
Sungguh tepat sekali hasilnya adalah 666 lambang bilangan ANTIKRISTUS ada pada “MAHKOTA” Paus ,Anda akui atau tidak inilah FAKTA YANG ADA bahwa PAUS = ANTIKRISTUS..!!!
 
Tapi kalau kurang yakin masih ada 2 bukti lagi yang ada :
 
2. CINCIN MATERAI PAUS
================
PAUS memiliki meterai yang berupa sebuah cincin dan PADA CINCIN tersebut tertera gelar yang tertulis DVX CLERI (dibaca Dux Cleri)
 
D = 500
U = V = 5
X = 10
—————JUMLAH 515
 
C = 100
L = 50
E = 0
R = 0
I = 1
—————JUMLAH 151
 
JUMLAH TOTAL = 666
 
SEKALI LAGI KITA MENEMUKAN ANGKA 666 
 
Masih ada 1 bukti lagi yang tersisa yang akan MEMASTIKAN bahwa PAUS = ANTIKRISTUS
 
3. GELAR KEPAUSAN
============
GELAR lain yang dimiliki PAUS dan tidak akan pernah dimiliki oleh orang lain adalah DIC LUX
 
Mari untuk yang terakhir kalinya kita masukkan MAKNA ANGKA yang ada pada GELAR PAUS tersebut
 
D = 500
I = 1
C = 100
—————-JUMLAH 601
 
L = 50
U = 5
X = 10
—————-JUMLAH 65
 
JUMLAH TOTAL = 666
 
SEKALI LAGI KITA MENEMUKAN ANGKA 666. sesuai dg keterangan dari DANIEL DAN YOHANES.
 
APALAGI YANG DAPAT ANDA KATAKAN…..DENGAN KENYATAAN INI..???
 
Sungguh luar biasa …
Kesatria 666 ini bagai musang berbulu domba.
Tampak sebagai pemimpin agama, tetapi memutar balikkan ajaran agama Kristen, all:
 
– Tentang Konsep “Kebangkitan Yesus”. Konsep dari kebangkitan sebenarnya diperkenalkan oleh Paus yang TIDAK PERNAH melihat Yesus waktu hidup. 
 
“Ingat bahwa Yesus Kristus anak dari David dibangkitkan dari kematianya menurut Injil ku” #53 (2 Timothy 2:8) 
 
– Paus lah yang juga mula-mula menyatakan bahwa Yesus itu anak Tuhan: 
“Kemudian dengan segera dia (Paus) mengajarkan Kristus di synegog-synegog, bahwa dia adalah anak Tuhan”#54 (The Acts 9:20) 
 
– Begitupula hal-hal penting lain yang dianggap Suci oleh orang yahudi, sayangnya justru di hapuskan oleh Paus. 
 
Perhatikan hal berikut:
“Tuhan mengatakan kepada Ibrahim, Kamu harus setuju untuk menjaga perjanjian denganKu, kamu dan keturunan-keturunanmu generasi yang akan datang. Kamu dan keturunan-keturunanmu harus setuju untuk melakukan Sunat bagi setiap laki-laki diantaramu””Setiap laki-laki yang tidak disunat tidak akan diakui sebagai pengikutku, karena dia sudah tidak menepati perjanjian denganku” #55 (Genesis 17:9-14) 
 
Paus dengan mudah menyepelekan tentang sunat, yang dianggap ritual suci oleh orang Yahudi:
 
“Disunat atau tidak, lelaki itu sama saja (tidak mempunyai arti apa-apa” #56 (1 Corinthians 7:19) 
 
“Saya, Paus, mengingatkan kamu jika kamu merelakan dirimu untuk disunat, itu berarti bahwa Kristus tidak berguna untukmu sama sekali” #57 (Galatians 5:2)
 
Paus juga mengajarkan, bahwa untuk menjadi orang Kristen yang baik tidak perlu mengikuti hukum-hukum Musa, dan malah ini menjadi satu-satunya syarat agar dosa-dosanya bisa diampuni (iman penebus dosa)
 
Dalam sejarah pun, Paus, Barnabas dan pengikutnya diusir dari synegog-synegog karena mereka dituduh telah meracuni serta menyalahkan ajaran yang benar.
 
“Tetapi orang-orang Yahudi “. Menghukum Paus dan Barnabas, dan mengusir mereka dari daerahnya”#72 (The Acts 13:50) 
 
Perlu diingat bahwa waktu itu Barnabas masih melakukan perjalanan dan pengajaran dengan Paus, namun akhirnya mereka berpisah setelah Paus menyimpang dari Injil yang asli.
 
Ajaran tentang Kebangkitan yang merupakan ajaran baru yang diajarkan Paus, kemudian ajaran ini ditentang disetiap synegog.
 
Agama kristen pada saat sekarang ini sebagian besar merupakan ajaran dari Paus dan bukan ajaran Yesus. 
 
Karena perbedaan besar antara ajaran suci yang dibawa Yesus dengan inovasi korup yang dibawa Paus, maka ada benarnya jika Paus disebut oleh Heinz Zehmt sebagai ” Sang Koruptor dari Injilnya Yesus” #68 (The Jesus Report, Johannes Lehman, p. 126)

Untuk pembaca yg kristen, silahkan baca kembali sebelum berkomentar, dan gunakan pemberian Tuhan yg sangat berharga yg ada di kepala kalian untuk berfikir

Untuk saudaraku pembaca Muslim, mohon maaf jika kurang berkenan, segala kebenaran saya kembalikan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, dan kesalahan adalah kekhilafan saya

Wassalam

 
67 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2011 in Kristologi

 

Tag: , , , ,

sebuah goresan kecil dari seorang mualaf

*RIDHOI YA ALLAH*

Allah..Panggilan hidayahmu Baru ku jalani
Terasa sepi hampa tak ada yg Siap menemani….
Ingin belajar rohani tak ada yg Mau mengerti…
Merasakan org muslim
Kadang tak bersahabat sekali

Hidayah dari ALLAH
Sangat berarti…..
Ku telah siap pada rintangan cobaan
Kesetiaan tak akan berpaling
Sekalipun sangat sulit kuhadapi…

Diriku yang baru dalam hidup ini
Msh kosong mata rohani
Belajar makan tak ada yang menyuapi
Jalan harus sendiri
Melangkah tak ada yang perhatikan
Harus ke mana arah hati ini

Hai org muslim beriman
Di manakah aku kini
Kenapa tidak memandang
Kami MUALLAF yg haus ini
Kebutuhan kami bukan materi
Tetapi rohani untuk Lahir n bathin kami

Ridhoi ya ALLAH
Kakiku melangkah kini
Suatu hari….
Pasti ada terang menyinari
Suasana hati yang Rindu islami
Tanda abadi matahari
Besok pasti Terbit lagi

*Goresan Pena Sang Mualaf*

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 10, 2011 in Refleksi Jiwa

 

Tag: