RSS

10 tanda matinya hati,,,, adakah di antara kita?

18 Okt

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Saudaraku Yang Di Rahmati Allah,dalam kehidupan keseharian, terkadang kita tidak sadar betapa Congkaknya kita menilai diri kita sendiri, Seolah kita sudah dan telah menjadi seorang Muslim sejati.

Al Hujjatul Islam Al Imam Ghazali Rahimahullahu’Anhu, telah memberikan gambaran kepada kita sekalian tentang perkara bagaimana posisi kita sebenarnya,terutama yang berkaitan dengan “HATI”. Sebagaimana sabda Baginda Nabi Muhammad SAW,sebagai berikut:

قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّ

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْب (صحيح البخاري

“Ketahuilah, sungguh pada tubuh itu terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, jika ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati” (Shahih Bukhari)

Nah, berikut tanda tanda matinya hati, semoga tidak ada diantara kita sekalian yg membaca ini, amin:

  1. Kita mempercayai Allah Subhana Wa Ta’ala namun kita tidak mematuhi perintah-Nya.
  2. Kita mengatakan bahwa kita cinta Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam namun kita tidak mengikuti sunnah Beliau, bahkan terkadang sangat jauh dari kehidupan yg dicontohkan beliau.
  3. Kita membaca Al-Qur’an namun kita tidak mempraktekkan nilai-nilai didalamnya.
  4. Kita menikmati semua pemberian Allah Subhana Wa Ta’ala namun kita tidak mensyukuri nya.
  5. Kita tahu bahwa setan adalah musuh kita namun kita tidak melawannya, sebagian yang lain malah memilih setan sebagai teman.
  6. Kita ingin masuk surga namun kita tidak berusaha dengan sungguh – sungguh untuk memasukinya, bahkan cenderung menjauhinya melalui sikapnya.
  7. Kita tidak ingin dilempar dalam api neraka namun kita tidak berusaha dengan sungguh untuk menghindarinya (misal dengan berbuat baik).
  8. Kita percaya bahwa tiap makhluk hidup pasti akan mati namun kita tidak pernah menyiapkan diri menghadapi kematian tersebut.
  9. Kita sibuk bergosip membicarakan orang lain dan mencari tahu kekurangan mereka namun kita lupa akan kesalahan dan kekurangan kita sendiri.
  10. Kita ikut menguburkan yang mati namun kita tidak mengambil pelajaran dari yang sudah mati itu.

Semoga dengan yang sedikit ini, kita diberi kemampuan untuk lebih memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup kita dalam Ta’at kepada ALLAH

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 18, 2010 in Islam, Refleksi Jiwa

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: