RSS

Arsip Harian: Januari 8, 2010

dunia adalah mimpi

Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatu

Saudara-saudariku tersayang rahimakumullaah…

Dunia adalah mimpi. Kenikmatannya adalah tipu daya. Janji-janjinya adalah kebohongan. Hari-harinya adalah main-main. Malam-malamnya adalah kelalaian. Rumah-rumah megah dan istanamya adalah khayalan-khayalan yang menertawai orang-orang kaya yang telah menjadi budaknya.

Sesungguhnya apa yang ada di perut bumi, lebih banyak daripada yang ada dipermukaannya, dan setiap orang tergadaikan dengan amal-amalnya. Jika engkau melihat salah seorang budak dunia demikian semangat mengumpulkan kekayaannya, semangat untuk mendapatkannya, bangga dengan harta bendanya, serius menyambung-nyambungnya, tertipu dengan khayalan-khayalannya, kenyang dengan keadaannya, maka TANGISILAH masa depannya.

Berpikirlah tentang ayah, kakek kita, dan mereka yang telah pergi mendahului kita untuk berpindah tempat. Betapa banyak orang-orang cerdas yang kini berada di dalam tanah. Betapa banyak orang-orang cemerlang yang berada di bawah pasir. Betapa banyak tuan-tuan yang kini berada di debu yang kering. Betapa banyak imam yang terkenal kini berada di bawah debu tanah.

Ingatlah firman Allah subhanahu wa ta’ala, “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa kecuali wajah-Nya (Allah).” (QS. Al-Qashash : 88).

Wahai saudara-saudariku tersayang rahimakumullaah…

Kenapa engkau mesti bingung dan gelisah? Mengapa engkau harus sedih dan gulana? Mari bersiaplah untuk menempati lubang kubur. Persiapkan bantal dan kasurmu dalam kubur berupa amal, ikhlas, dan jujur kepada Dzat yang tidak tersembunyi pada-Nya segala sesuatu, seakan-akan kematian telah hadir, perpisahan telah semakin dekat, dan orang-orang tercinta telah berpisah, serta kepastian telah tiba.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka segeralah kembali (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” (QS. Adz-Dzariyat : 50).

Shadaqallaahul’azhiim…
(dr jeany dive)
Jazakillah khair

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 8, 2010 in Refleksi Jiwa

 

waktu berdoa pada jumat

« عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : « فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ » وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda tentang hari Jumat, “Pada hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya”. Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Diantara fiqh hadits ini :
• Keutamaan berdoa pada hari Jumat
• Orang yang rajin beribadah adalah orang yang paling patut diterima doanya
• Anjuran untuk mencari waktu-waktu yang afdhal untuk berdoa
• Para ulama berselisih pendapat dalam menentukan waktu ijabah pada hari Jumat; Al Hafizh Ibnu Hajar telah menyebutkan 42 pendapat para ulama beserta dalilnya dalam menentukan waktu tersebut. Diantara sekian banyak pendapat ada dua pendapat yang paling kuat karena ditopang oleh hadits shohih, yaitu :

Pendapat Pertama : Waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat. Pendapat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari radhiyallohu anhu dimana beliau berkata saya telah mendengar Rasulullah shalallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang waktu ijabah, “Waktunya antara duduknya imam di atas mimbar hingga selesainya pelaksanaan shalat Jumat”. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, Baihaqi, Ibnul Arabi Al Maliki, Al Qurthubi, Imam Nawawi dll.

Pendapat kedua menetapkan waktu ijabah tersebut adalah ba’da ashar terutama menjelang maghrib. Pendapat ini berdasarkan beberapa keterangan yang disebutkan dalam hadits diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaai dan lainnya dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallohu anhuma dari Rasulullah shallallohu alaihi wasallam beliau bersabda(artinya), “Hari Jumat 12 jam, padanya suatu waktu yang kapan seorang hamba muslim berdoa padanya niscaya Allah akan memberikannya, carilah waktu tersebut di penghujung hari Jumat setelah shalat Ashar”. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim, Adz Dzahabi, Al Mundziri dan Al Albani serta dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. Pendapat ini yang dipilih oleh banyak ulama diantaranya sahabat yang mulia Abdullah bin Salam radhiyallohu anhu, Ishaq bin Rahuyah,Imam Ahmad dan Ibn Abdil Barr. Imam Ahmad menjelaskan, “Kebanyakan hadits yang menjelaskan waktu tersebut menyebutkan ba’da asha

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 8, 2010 in hadist hadist, Islam