RSS

kristenisasi dan islamisasi

22 Apr

saya gini-gini kan tergolong “korban” islamisasi, ya ga sih??
walau saya tuh memilih islam karena diri sendiri, tanpa intervensi siapapun..
tetap saja dimata keluarga, saya tuh korban islamisasi..
dulu gereja saya di Ambarawa (panghudiluhur) tuh seberangnya masjid apa gitu..
ga nyangka kalau suara adzan lebih merasuki saya daripada lonceng gereja..
maklum adzan kan 5 kali sehari.. ari lonceng gereja cuma malam natal aja..
misa minggu juga ga pake Lonceng natal..
emang mau dibom bunyiin lonceng sering-sering?? :-) wakakakak

nah, kalau saya boleh menyimpulkan sedikit.
– kalau kristenisasi sering diidentikkan dengan kasih makan atau indomie..
ga salah juga deh, dan emang iya sih..
masuk islam tuh kelaparan..
sementara masuk kristen tuh malah jadi ga kelaparan..
hampir banyak cerita mualaf, awalnya mereka kelaparan..
dan maaf.. tidak ada tuh zakat tuk mualaf, minimal dari pengalaman saya jadi mualaf..
konon syafi’i antonio itu juga awal islam tidur di emperan toko..
boikot ekonomi itu masalah mualaf dan jarang muslim mau tahu ini..
(mungkin karena muslim sendiri juga susah kali ya?? :-) )

– kalau dibilang kristenisasi itu didanai dunia..
ah, banyak dakwah islam yang juga didanai para raja minyak arab itu..
bahkan islam transnasional itu juga didanai banyak dari timur tengah.. tempat asal gerakan itu sendiri..
konon katanya begitu.. ga tahu deh.. gelap

– kalau kristenisasi dituding lewat pernikahan..
islamisasi juga sama saja..
tetangga sebelah saya mualaf karena nikah..
dan duh, masalah adaptasi dengan komunitas muslim juga jadi kendala loh..
saya merasakannya dan tetangga saya itu juga merasakan..
realitas islam itu benturan keras tuk mualaf..
maka sekarang banyak organisasi mualaf..
baik yang digawangin Irena Handono juga dari kelompok islam thiong hoa..

saya pernah diminta karisma, menolong seorang mahasiswi TL yang akan masuk kristen..
harapannya saya bisa menggugah kembali iman islam nya..
saya ya bicara tauhid saja, wong karena itu saya masuk islam..
giliran dia bilang orang kristen itu hangat, baik, bersahabat, sementara islam kudu gini kudu gitu..
hehe.. saya ga bisa komentar.. karena realitas itu juga punya saya..
salah deh karisma meminta tolong pada saya..

belum lagi, kalau lihat dewi hughes, tamara blesinki, unique pricilla..
mereka tuh kan kandas berumah tangga dengan muslim..
malah terindikasi KDRT..

kurleb begitu..

sementara yang lucu tante temen saya..
dia meninggalkan iman islam demi menikah dengan kristiani..
e, sekarang suaminya yang nashoro itu malah selingkuh dengan mantan pacarnya yang muslim dan mau masuk islam..
aneh bin ajaib..

di keluarga mama saya juga ada dua paman yang nikah dengan wanita orang jawa..
orang jogja dan orang jepara.. pakai ijab kabul ala islam..
hehe, paman saya tetap saja tuh ga sholat dsbnya.. baginya itu hanya tuk nikah saja..
sementara ada suami tante saya dari papa, masuk islam karena jadi kontraktor di jatim..
serius sampai mondok dan belajar kitab kuning..
tapi kembali lagi tuh ke kristen..
kata tante saya sih, ya karena pusing sendiri dengan orang islam..
juga karena masalah ekonomi.. hehe..
saya aja nih yang tergolong “sangat nekad dan taat” berislam di mata keluarga..
berkomunitas di kalangan muslim, juga pacaran dengan muslim..
walau mereka ga tahu persis, kalau saya sampai ‘ambruk’ juga berhadapan dengan realitas muslim.. :-)

ya begitulah problem pindah agama..

dari melihat semua itu..
kesimpulan saya cuma satu.. “MANDIRI-lah dalam beragama..”
ga sekedar mandiri dalam arti bisa membiayai diri sendiri..
tapi lebih pada mandiri dengan keyakinannya..

maka dakwah itu jangan diarahkan tuk hanya ‘mencari pengikut’..
apalagi cari suara (oops..!)
dakwah harus diarahkan menjadikan umat mandiri dalam keimanan juga mandiri dalam realitas keberagamaannya..
kalau sekedar diarahkan menjadi pengikut..
resikonya ya jelas..
gilliran ada yang lebih menjanjikan -baik secara ekonomi maupun pemikiran-
maka sangat mudah bagi umat tuk pindah dan mengikuti yang menjanjikan itu..
termasuk mengikuti nabi baru tea..

mbok ya o… islam jangan begitu..
maunya, anti kristenisasi.. tapi mualaf aja, ga bisa digarap baik..
padahal mualaf itu kan sedang sangat ingin-inginnya mengenal islam..
apalagi tuk mengurus umatnya yang begitu besar dan beragam ini..
cobalah sedikit bercermin,
dan mau tahu bagaimana dipandang dari kacamata luar..
agar kita obyektif melangkah ke depan..
jangan sampai kesannya umat islam memang ga siap menghadapi globalisasi, liberalisasi, individualisasi dan si-si-si-si lainnya saat ini..
jangan masih bak katak dalam tempurung masa lalunya..

dan satu hal lagi..
hidup itukan pasti ada yang suka dan ada yang ga suka..
jadi ya.. belajar obyektif aja kali ya..
dan terus mengevaluasi diri..

gitu ga sih??

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2009 in Islam, Kristologi, Refleksi Jiwa

 

5 responses to “kristenisasi dan islamisasi

  1. toto "bogel " suprayogi

    Juni 6, 2009 at 5:48 am

    allahhu akbar…. subehannallah….. alhamdullilah saudaraku engkau sangat beruntung mendapat rahmat dan hidayat dari allah swt, semoga Allah Swt senantiasa menjagamu dalam menjalankan semua syariahnya, amin

    wassalam
    toto

     
  2. pradnya widita

    Juni 20, 2009 at 2:35 am

    dunia ini emang sepenggal kisah, namun jika kita coba kembali menilik kisah tersebut banyak kisah yang sebenarnya tidak terungkap dalam kisah-kisah yang manusia lalui. Tetep bergolak dengan Islam juga pilihanku walau dari kecil aq juga Islam, tetapi makin diselami kita semakin sadar dunia ini bukan milik kita tapi Allah. Aku pun menemukan pasangan jiwaku yang sebelumnya adalah katholik. dan saat ini juga mu’allaf. awal mula kita bersama keluarganya semua terlihat baik2 saja. namun ketika mulai menyelami dunia kristiani aq semakin mengerti kenapa jurang itu begitu lebar walau mereka tersenyum kepada kita. kembali ke masa yang suram dimana agama menjadi ujung tombak kehidupan (saat ini ndak jauh ma duit). toh aq mencoba mengerti walau agamaku dihina mereka dengan sangat tidak patut namun para panglima jihad yang dulu berperang demi Islam kembali mengingatkan aq untuk menegakkan kepalaku dan karena Allah, segala kekuatan dan kesabaran kita sebagai manusia yang dihargai malaikat pun apa tidak lebih berharga dari sebuah api neraka jika kita menggunjingkan manusia-manusia yang tidak perlu didengar saja kan selesai (walau berat).
    banyak mata dan telinga yang mendengar mereka namun kebanyakan dari orang muslim hanya diam dan bertawakal. Allah yang akan membukakan mata dan telinga mereka sesuai kehendakNya. hanya itu tumpuanku untuk dapat tetap tegak berdiri di hadapan umat manusia yang kontroversi nyangkutin agama Islam. So selalu mencari Ilmu untuk menemukan kebesaran Allah adalah tugas kita sebagai manusia. itu saja terims. Rajin ibadah key!

     
  3. whiskey

    Maret 12, 2012 at 6:54 am

    agama ibarat seseorang berganti baju. .

     
  4. alamul

    November 24, 2014 at 9:48 am

    saya senang dengan nasihat anda utk saya sebagai muslim, bahwa sebagian dari sodara kita seiman kadang memang meremehkan penggarapan kemandirian bagi umat islam , terutama mualf semoga kedepan kami dapat berkarya dg lbh baik atas ijin Alloh

     
  5. lindarose12

    Mei 2, 2016 at 7:51 am

    Yg penting agama itu membawa kedamaian antar sesama manusia di bumi ini. Kita tunjukan dgn perbuatan bukan hanya ucapan…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: