RSS

Arsip Bulanan: April 2009

kristenisasi dan islamisasi

saya gini-gini kan tergolong “korban” islamisasi, ya ga sih??
walau saya tuh memilih islam karena diri sendiri, tanpa intervensi siapapun..
tetap saja dimata keluarga, saya tuh korban islamisasi..
dulu gereja saya di Ambarawa (panghudiluhur) tuh seberangnya masjid apa gitu..
ga nyangka kalau suara adzan lebih merasuki saya daripada lonceng gereja..
maklum adzan kan 5 kali sehari.. ari lonceng gereja cuma malam natal aja..
misa minggu juga ga pake Lonceng natal..
emang mau dibom bunyiin lonceng sering-sering?? :-) wakakakak

nah, kalau saya boleh menyimpulkan sedikit.
– kalau kristenisasi sering diidentikkan dengan kasih makan atau indomie..
ga salah juga deh, dan emang iya sih..
masuk islam tuh kelaparan..
sementara masuk kristen tuh malah jadi ga kelaparan..
hampir banyak cerita mualaf, awalnya mereka kelaparan..
dan maaf.. tidak ada tuh zakat tuk mualaf, minimal dari pengalaman saya jadi mualaf..
konon syafi’i antonio itu juga awal islam tidur di emperan toko..
boikot ekonomi itu masalah mualaf dan jarang muslim mau tahu ini..
(mungkin karena muslim sendiri juga susah kali ya?? :-) )

– kalau dibilang kristenisasi itu didanai dunia..
ah, banyak dakwah islam yang juga didanai para raja minyak arab itu..
bahkan islam transnasional itu juga didanai banyak dari timur tengah.. tempat asal gerakan itu sendiri..
konon katanya begitu.. ga tahu deh.. gelap

– kalau kristenisasi dituding lewat pernikahan..
islamisasi juga sama saja..
tetangga sebelah saya mualaf karena nikah..
dan duh, masalah adaptasi dengan komunitas muslim juga jadi kendala loh..
saya merasakannya dan tetangga saya itu juga merasakan..
realitas islam itu benturan keras tuk mualaf..
maka sekarang banyak organisasi mualaf..
baik yang digawangin Irena Handono juga dari kelompok islam thiong hoa..

saya pernah diminta karisma, menolong seorang mahasiswi TL yang akan masuk kristen..
harapannya saya bisa menggugah kembali iman islam nya..
saya ya bicara tauhid saja, wong karena itu saya masuk islam..
giliran dia bilang orang kristen itu hangat, baik, bersahabat, sementara islam kudu gini kudu gitu..
hehe.. saya ga bisa komentar.. karena realitas itu juga punya saya..
salah deh karisma meminta tolong pada saya..

belum lagi, kalau lihat dewi hughes, tamara blesinki, unique pricilla..
mereka tuh kan kandas berumah tangga dengan muslim..
malah terindikasi KDRT..

kurleb begitu..

sementara yang lucu tante temen saya..
dia meninggalkan iman islam demi menikah dengan kristiani..
e, sekarang suaminya yang nashoro itu malah selingkuh dengan mantan pacarnya yang muslim dan mau masuk islam..
aneh bin ajaib..

di keluarga mama saya juga ada dua paman yang nikah dengan wanita orang jawa..
orang jogja dan orang jepara.. pakai ijab kabul ala islam..
hehe, paman saya tetap saja tuh ga sholat dsbnya.. baginya itu hanya tuk nikah saja..
sementara ada suami tante saya dari papa, masuk islam karena jadi kontraktor di jatim..
serius sampai mondok dan belajar kitab kuning..
tapi kembali lagi tuh ke kristen..
kata tante saya sih, ya karena pusing sendiri dengan orang islam..
juga karena masalah ekonomi.. hehe..
saya aja nih yang tergolong “sangat nekad dan taat” berislam di mata keluarga..
berkomunitas di kalangan muslim, juga pacaran dengan muslim..
walau mereka ga tahu persis, kalau saya sampai ‘ambruk’ juga berhadapan dengan realitas muslim.. :-)

ya begitulah problem pindah agama..

dari melihat semua itu..
kesimpulan saya cuma satu.. “MANDIRI-lah dalam beragama..”
ga sekedar mandiri dalam arti bisa membiayai diri sendiri..
tapi lebih pada mandiri dengan keyakinannya..

maka dakwah itu jangan diarahkan tuk hanya ‘mencari pengikut’..
apalagi cari suara (oops..!)
dakwah harus diarahkan menjadikan umat mandiri dalam keimanan juga mandiri dalam realitas keberagamaannya..
kalau sekedar diarahkan menjadi pengikut..
resikonya ya jelas..
gilliran ada yang lebih menjanjikan -baik secara ekonomi maupun pemikiran-
maka sangat mudah bagi umat tuk pindah dan mengikuti yang menjanjikan itu..
termasuk mengikuti nabi baru tea..

mbok ya o… islam jangan begitu..
maunya, anti kristenisasi.. tapi mualaf aja, ga bisa digarap baik..
padahal mualaf itu kan sedang sangat ingin-inginnya mengenal islam..
apalagi tuk mengurus umatnya yang begitu besar dan beragam ini..
cobalah sedikit bercermin,
dan mau tahu bagaimana dipandang dari kacamata luar..
agar kita obyektif melangkah ke depan..
jangan sampai kesannya umat islam memang ga siap menghadapi globalisasi, liberalisasi, individualisasi dan si-si-si-si lainnya saat ini..
jangan masih bak katak dalam tempurung masa lalunya..

dan satu hal lagi..
hidup itukan pasti ada yang suka dan ada yang ga suka..
jadi ya.. belajar obyektif aja kali ya..
dan terus mengevaluasi diri..

gitu ga sih??

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2009 in Islam, Kristologi, Refleksi Jiwa

 

siapakah yang disalibkan [menjawab beberapa pertanyaan di mailbox]

0fa18a10coba kita kutip teks-teks Al-Qur?an yang menyatakan bahwa secara umum murid-murid nabi Isa as -Hawariyyin- adalah orang-orang yang beriman, taat dan setia kepada nabi Isa as, dan dari sebuah Hadits yang kita kutip menunjukkan bahwa orang yang kemudian ditangkap dan disalib adalah salah seorang murid nabi Isa as yang dengan kerelaannya bersedia untuk diserupakan dengan nabi Isa as, sehingga dari al-Qur?an dan al-Hadits kita memperoleh kesimpulan bahwa orang yang dibunuh dan disalib bukanlah nabi Isa as dan bukan pula seorang pengkhianat.

Dan dari penelusuran teks-teks Bible sendiri, yaitu sebuah kitab yang diimani oleh umat Kristiani yang meyakini bahwa Yudas adalah seorang pengkhianat, ternyata banyak ayat yang secara implisit ?tersamar? menyatakan bahwa Yudas Iskariot bukanlah seorang pengkhianat, namun seorang yang disebut Yesus sebagai seorang yang terbesar/termulia dari antara ke-12 murid-muridnya, dan secara implisit pula kita dapatkan dari Bible bahwa kemudian Yudas diserupakan dengan Yesus ketika orang-orang yang akan menangkap Yesus terjatuh ke tanah, sehingga tidak menyaksikan proses penyerupaan Yudas ke Yesus. Sehingga mereka menyangka bahwa orang yang mereka tangkap adalah Yesus Kristus, padahal sesungguhnya adalah Yudas Iskariot yang telah diserupakan dengan Yesus. Pada artikel tersebut telah terbukti bahwa orang yang ditangkap adalah Yudas Iskariot, dan pada kajian ini, kita akan membuktikan juga bahwa orang yang ditangkap adalah Yudas Iskariot, namun dari sisi yang lain, kalau pada kesempatan yang lalu kita membuktikan dari sisi fragmen saat-saat menjelang pengepungan dan menjelang penangkapan, kali ini kita akan membuktikan dari sisi setelah proses penangkapan dan pengadilan atas orang yang ditangkap.

Ternyata murid Yesus yang lain yang bernama Petrus mengetahui bahwa orang yang telah ditangkap dan sedang di adili oleh orang-orang Yahudi bukanlah Yesus melainkan temannya yaitu Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus, sehingga Petrus menyangkal kalau dikatakan orang yang telah ditangkap dan sedang diadili adalah Yesus Kristus gurunya. Petrus adalah salah seorang dari 12 orang murid Yesus yang selalu setia menemani dan mengikuti ajaran Yesus, Petrus adalah orang yang paling berani dalam membela Yesus.

Ketika orang-orang Yahudi bersama sejumlah pasukan mengepung Yesus dan murid-muridnya, Petrus dengan heroiknya tampil ke depan tanpa rasa takut sedikitpun menghadapi mereka yang berjumlah jauh lebih banyak. Konon Petrus dengan pedangnya berhasil memotong telinga salah seorang dari pasukan yang bernama Malchus, namun Yesus yang telah mengetahui kekuatan musuh jauh lebih besar dan mengeta-hui perlawanan tidak akan menghasilkan ke-menangan sedikitpun, seketika itu juga Yesus menghentikan perlawanan Petrus. Yang perlu dicatat dalam kisah di atas adalah keberanian Petrus menghadapi orang-orang yang ingin menangkap Yesus yang jumlahnya jauh lebih banyak, sikap semacam itu adalah sikap orang yang teguh iman, tidak takut mati, rela berkorban jiwa, pendek kata sikap sema-cam itu adalah sikap seorang kesatria.

Hal semacam itu adalah hal biasa dimiliki bagi seorang yang mempunyai prinsip dan ideologi, se-perti halnya dalam Islam, para sahabat utama yang rela mengorbankan harta dan jiwa demi Islam dan nabi Muhammad saw, begitu juga dengan hawariyyin seperti Petrus adalah wajar bila dia menjadi kesatria untuk membela Ye-sus-gurunya, apalagi 12 murid Yesus adalah orang-orang pilihan Yesus sendiri yang diambil dari 12 suku Israel. Namun Bible juga mengisahkan, konon Petrus menyangkal pernah bersama-sama dengan Yesus, menyangkal mengenal Yesus dan menyangkal sebagai murid Yesus, menurut Bible, secara implisit penyangkalan tersebut dilakukan Petrus hanyalah untuk menghindari agar dirinya tidak ikut ditangkap bersama-sama Yesus atau dengan kata lain Petrus takut untuk ditangkap. Kisah tersebut tentu saja melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang mengusik akal sehat, apakah mungkin Petrus yang heroik dan tidak takut mati hanya dalam beberapa jam saja, tiba-tiba menjadi seorang pengecut yang takut ditangkap dan takut mati, apakah Yesus telah salah memilih orang untuk dijadikan muridnya ataukah Yesus telah gagal membangun keimanan bagi murid-muirdnya. Untuk dapat menjawab semua itu, perlu diselidiki dan dikaji apa makna dan motif sesungguhnya dari penyangkalan Petrus tersebut.

LINTASAN KISAH

Sebelum kita mengkaji makna dan motif penyangkalan Petrus, marilah kita lihat lintasan kisah yang melatar-belakanginya. Ketika orang-orang Yahudi dan sepasukan prajurit berhasil mengepung Yesus dan murid-muridnya, tampilah Petrus melawan mereka untuk membela dan menyelamatkan Yesus. Dalam sekejap salah seorang dari mereka terpotong telinganya oleh pedang Petrus, namun melihat kekuatan musuh yang jauh lebih besar dan melihat perlawanan Petrus tidak akan berarti apa-apa, maka Yesus menghentikan perlawanan Petrus tersebut. Lalu Yesus tampil ke depan berkata kepada orang-orang yang ingin menagkapnya : “Siapakah yang kamu cari?” Tanya Yesus “Yesus dari Nazaret” Jawab pasukan “Akulah Dia” Kata Yesus menegaskan.

Dan sesaat setelah itu mereka mundur hingga terjatuh ke tanah. Tentu bukan tanpa sebab hingga mereka mundur dan terjatuh ke tanah, pasti ada sesuatu yang menyebabkannya, penyebab itulah yang oleh para penulis Injil tidak disampaikan dalam tulisan Injilnya. Dalam artikel yang lalu juga, telah kita bahas bahwa saat-saat itulah saat terjadinya proses perubahan wajah Yudas yang menyerupai wajah Yesus, karena mereka terjatuh ke tanah, maka mereka tidak menyaksikan proses tersebut perubahan tersebut, inilah rencana Allah SWT untuk menyelamatkan Yesus. Dan setelah itu, Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus berkata kepada mereka yang ingin menangkap Yesus : “Siapakah yang kamu cari?” Tanya Yudas yang berwajah Yesus. “Yesus dari Nazaret.” Jawab pasukan “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi” Tegas Yudas yang berwajah Yesus.Maka orang-orang Yahudi itupun menangkap Yudas yang dikiranya Yesus dan membawanya kepada imam-imam Yahudi untuk diadili.

Sementara itu Petrus mengikuti dari kejauhan untuk mengetahui nasib yang akan terjadi pada orang yang ditangkap, sepertinya Petrus mengetahui bahwa bukan Yesus yang ditang-kap oleh mereka tetapi seseorang yang diseru-pakan dengan Yesus. Namun, umat Kristiani meyakini bahwa orang yang ditangkap adalah Yesus bukan Yudas, karena ayat-ayat dalam Bible secara tekstual memang menyatakan demikian. Tetapi keyakinan tersebut sangat lemah, karena banyak mengabaikan kejanggalan-kejanggalan kontekstualnya, yang pada kesempatan yang lalu (artikel Yudas bukan penghianat) telah membuktikan secara kontekstual bahwa Yesus dan murid-muridnya sama sekali tidak membicarakan seorang pengkhianat, tetapi seorang yang terbesar dari anatara ke-12 murid-murid, dan umat Kristiani tentu sepakat bahwa orang yang di-maksud Yesus adalah Yudas Iskariot, dan itu berarti Yudas bukanlah seorang pengkhianat.

Kembali lagi pada kisah Petrus, Petrus terus mengikuti Yudas yang ditangkap orang-orang Yahudi untuk diserahkan kepada imam-imam Yahudi, sesampainya mereka di bait Allah tempat Yudas akan disidang, Petrus berhenti dan menunggu dari luar untuk mengetahui nasib Yudas selanjutnya. Ketika Petrus sedang menunggu jalannya sidang, datanglah orang-orang Yahudi kepada Petrus, dan sepertinya mereka mengenali Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus dan sebagai murid Yesus. Disinilah terjadi dialog antara orang-orang Yahudi dengan Petrus, dalam dialog tersebut orang-orang Yahudi mendakwa Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili, dan mendakwa Petrus sebagai murid orang yang sedang diadili, namun Petrus menyangkal semua dakwaan tersebut, Petrus tidak mengakui selalu bersama-sama, mengenal dan sebagai murid orang yang sedang disidang. Penyangkalan-penyangkalan Perus itulah yang diyakini oleh Umat Kristiani sebagai penyangkalan terhadapa Yesus. Sekarang mari kita lihat dialog selengkapnya.

FRAGMEN PENYANGKALAN

Berikut kutipan dialog antara orang-orang Yahudi dengan Petrus :

Injil Matius 26:69-74,

Injil Markus 14:67-71

Injil Lukas 22:56-60 ,

Injil Yohanes 18-25-28

Yahudi 1 : Engkau juga selalu bersama-sama dengan …Yesus, orang Galilea itu.

Petrus : Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.

Yahudi 2 : Orang ini bersama-sama dengan Yesus, ?orang Nazaret itu.

Petrus : Aku tidak kenal orang itu.

Yahudi 3 : Pasti engkau juga salah seorang dari?. ….mereka, itu nyata dari bahasamu.

Petrus : Aku tidak kenal orang itu.

Kata itu dalam fragmen di atas adalah sebagai kata ganti yang menunjuk kepada seseorang yang sedang diadili. Ketika orang-orang Yahudi berkata kepada Petrus ?Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu?, orang-orang Yahudi tersebut mendakwa bahwa Petrus adalah orang yang selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili, yang menurut orang Yahudi tersebut orang yang sedang diadili adalah Yesus.

Terhadap dakwaan tersebut, Petrus menyangkal dengan mengatakan ?Aku tidak tahu apa yang engkau maksud?. Jawaban Petrus tersebut menunjukkan bahwa dia tidak dapat memahami bila dikatakan orang yang sedang diadili adalah Yesus dan tidak dapat mengerti bila dikatakan dia selalu bersama-sama dengan orang yang sedang diadili. Jawaban Petrus tersebut mempunyai dua kemungkinan :

  1. pertama, Petrus menyangkal bila dikatakan selalu bersama-sama dengan Yesus, dan itu berarti orang yang sedang diadili adalah Yesus. kedua, Petrus menyangkal bila dikatakan orang yang sedang diadili adalah Yesus, sehingga dia juga menyangkal bila dikatakan selalu bersama-sama dengan orang tersebut. Dalam dakwaan berikutnya yaitu yang kedua dan ketiga, Petrus didakwa ?Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu?, Petrus secara konsisten berturut-turut menyangkal ?Aku tidak kenal orang itu.?, Jawaban Petrus tersebut juga mempunyai dua kemungkinan, pertama, Petrus menyangkal kenal dengan Yesus, hal itu berarti orang yang sedang disidang adalah Yesus, yang kedua, Petrus hanya menyangkal kenal dengan orang yang disidang, hal itu berarti bukan Yesus orang yang sedang disidang. Dalam Injil Yohanes 18:25 dakwaannya berbunyi ?Bukankah engkau juga seorang muridnya??. Dalam dakwaan tersebut, kata nya yang bergaris bawah adalah sebagai kata ganti orang yang menunjuk kepada orang yang sedang diadili. Terhadap dakwaan tersebut Petrus menyangkal ?Aku bukan muridnya? yang mempunyai dua kemungkinan juga, pertama, Petrus menyangkal bila dikatakan sebagai murid Yesus, hal itu berarti orang yang sedang diadili adalah Yesus, kedua, Petrus hanya menyangkal bila dikatakan murid dari orang yang sedang diadili, hal itu berarti bukan Yesus orang yang sedang diadili.

YESUS ATAU YUDAS

Sekarang mari kita uji dua kemungkinan di atas, siapa sebenarnya yang sedang disangkal oleh Petrus, apakah Yesus ataukah orang lain yang diserupakan dengan Yesus. Bila kita mengasumsikan orang yang sedang disidang adalah Yesus, maka berarti orang yang disangkal oleh Petrus adalah Yesus.

Asumsi tersebut melahirkan pertanyaan yang mendasar, mungkinkah Petrus tidak mau mengakui mengenal dan selalu bersa-masama dengan Yesus dan tidak mengakui sebagai murid Yesus ?. Lalu apa motif Petrus melakukan itu semua ?. Asumsi di atas, telah memberikan label pengecut, pembohong, munafik, dan tidak teguh iman kepada Petrus.

Disebut pengecut dan pembohong, karena Petrus adalah benar-benar murid Yesus dan orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus, disebut munafik dan tidak teguh iman karena Petrus beberapa jam sebelumnya telah menjadi seorang yang sangat heroik dalam membela Yesus.

Ditinjau dari motif yang melatarbelakanginya, maka tidak ada satu motifpun yang mendorong Petrus untuk menjadi seorang pengecut, apakah Petrus takut ditangkap hingga harus menyangkal segala dakwaan orang-orang Yahudi ?, tentu saja tidak, kalau orang-orang Yahudi ingin menangkap murid-murid Yesus ju-ga, tentu mereka sudah menangkapnya ketika mereka mengepung Yesus dan murid-muridnya ditaman Getsemani, tetapi kenyataannya tidak, mereka membiarkan murid-murid Yesus pergi. Menyebut Petrus sebagai pengecut, secara tidak langsung telah memberikan label kepada Yesus sebagai orang yang tidak teliti dan gagal, gagal membangun keimanan Petrus sehingga menjadi seorang pengecut, pembohong, munafik dan tidak teguh iman, dan tidak teliti karena telah salah memilih orang yang akan diberi pelimpahan kepemimpinan selanjutnya : Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Yohanes 21:17 Tentu saja semua itu tidak mungkin, sejarah telah membuktikan bahwa Petruslah yang kemudian memegang kepemimpinan.

Mustahil Petrus menjadi seorang pengecut, menyangkal gurunya yang sangat dikasihinya. Bila bukan Yesus yang diadili, lalu siapa yang disangkal Petrus ?, tentu semua orang Kristen yang gemar membaca Bible akan dapat menjawab, bahwa orang yang diadili adalah orang yang ditangkap di taman Getsemani yang selanjutnya disalib.

Memberikan nama Yudas sebagai orang yang diadili ternyata selaras dengan keseluruhan konteks ayat, selaras bahwa Yesus secara kontekstual menyebut Yudas sebagai orang yang terbesar dan bukan pengecut, Yudas telah membuat Yesus sangat terharu, kenapa Yesus terharu?, karena Yudas akan menggantikan Yesus untuk ditangkap dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Dan selaras dengan sifat Petrus yang pemberani, heroik dan sebagai seorang pengganti kepemimpinan Yesus. Dengan demikian yang disalib adalah Yudas. wallahu’alam

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 21, 2009 in Uncategorized

 

.::dibuka lowongan pekerjaan pasti diterima::.

Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi. Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima !

LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :

A. Penghuni Syurga

B. Penghuni Neraka

UNTUK POSISI A DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :

Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :

1. Nikmat kubur.

2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.

3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.

Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Rasulullah bersabda, “Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (HR Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan merasakan ‘wajah’ Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI

Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega.

Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng). Rasulullah saw bersabda, “Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan” (diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim). Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda, “Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuhpuluh ribu malaikat” M(HR Muslim). Rasulullah saw bersabda, “Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan” (Abu Daud, Ibn Hanbal).

Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.

Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu :

1. Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan ‘hidup’ dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.

2. Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun, dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa. Bapak, ibu, anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan para nabipun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya.

SYARAT-SYARAT PELAMAR

– Tidak diperlukan ijazah

– Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.

– Tidak perlu bawa harta

– Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi.

Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri.

WAKTU WAWANCARA :

Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal). Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu.

Wawancara tahap 2 : Hanya Allah lah yang tahu.

LOKASI DAN LAMA WAWANCARA

Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.

Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabann ya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabann ya).

PEWAWANCARA:

Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.

Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian

WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :

1. Siapa Rabbmu ?

2. Apa Dienmu ?

3. Siapa nabimu?

4.. Apa kitabmu?

5. Dimana kiblatmu ?

6. Siapa saudaramu?

Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.

CARA MELAMAR:

Sekalilagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (bisa jadi sebentar lagi).

BENARKAH LOWONGAN INI ?

Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai akhirat.

Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut) , langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)

Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini. Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.

MAU MELAMAR KE POSISI B ?

Mudah saja, hiduplah sesuka anda…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 20, 2009 in Islam, Refleksi Jiwa

 

[menjawab pertanyaan dari mail box] April Moop,, apa sich???

Pada 31 Maret 1492, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menandatangani Perintah Pengusiran (Edict of Expulsion) yang dibuat untuk membersihkan Spanyol dari kaum Yahudi. Orang-orang Yahudi juga diberi pilihan: dibaptis masuk Kristen atau dideportasi. Menurut Armstrong, banyak kaum Yahudi yang sangat mencintai Andalus (nama lama dari kerajaan muslim di Spanyol), sehingga mereka terpaksa masuk Kristen supaya tetap tinggal di Spanyol.

Namun, banyak pula kaum Yahudi yang tidak sudi untuk memeluk agama Kristen, yang mereka tahu pasti menyimpang dari ajaran nabi-nabi mereka selama ribuan tahun. Maka sekitar 80.000 orang Yahudi kemudian menyeberang ke Portugal, dan ada 50.000 orang yang mengungsi ke kerajaan baru Islam Utsmaniyah, dimana mereka disambut dengan baik. Banyak diantara orang-orang Yahudi yang diusir keluar itu tewas dalam perjalanannya karena dirampok secara keji oleh orang-orang Kristen.

Selain bermotif keagamaan, pengusiran kaum Yahudi dan Muslim dari Spanyol oleh Ferdinand dan Isabella juga memberikan banyak kekayaan kepada para penguasa Kristen Spanyol. Dengan pengusiran itu, mereka berhasil menguasai seluruh kekayaan Yahudi dan Muslim dan menjual mereka sebagai budak. Bahkan, diantara mereka yang diusir itu, mereka dirampok di tengah jalan dan sering dibedah perutnya untuk mencari emas yang diduga disembunyikan dalam perut kaum yang terusir itu.

Masa kekuasaan Ferdinand -The King of Aragon- dan Isabella -the Queen of
Castile- dicatat sebagai puncak persekusi kaum Yahudi dan Muslim di panyol.
Keduanya dikenal sebagai “the Catholic Kings”, yang dipuji sebagai pemersatu Spanyol. Namun berlumuran darah ribuan umat Islam dan Yahudi yang mereka bantai.

nah ini harus dimulai dari cerita awal muasalnya

Dahulu kala, Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam namun memperaktekkan kehidupan secara Islam. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, untuk bir dan juga segala hal yang diharamkan dalam Islam. Jika mereka membaca tentang hijab di Al-Qur’an, mereka mempraktekkannya tidak seperti kebanyakan kita sekarang (^^,).

Kaum Kafir mencoba membersihkan Islam dari kekuasaan Spanyol, mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Lalu mereka mengirim pengintai ke Spanyol untuk mempelajari Islam dan menemukan bahwa kekuatan yang dimiliki kaum Muslim adalah taqwa. Begitu kaum Kristen mengetahui kekuatan umat Islam, mereka mencari strategi untuk menghancurkannya.

Mulailah dengan mengirim alkohol dan cigarette secara gratis kepada mereka. Taktik ini cukup berhasil dan melemahkan keyakinan umat Islam terutama kaum mudanya. Hasil dari usaha ini adalah jatuhnya Spanyol dari kekuasaan umat Islam dan mengakhiri penguasaan umat Islam seluruhnya terhadap Spanyol selama delapan ratus tahun.

Daerah terakhir yang jatuh kepada kekuasaan kaum Kristen adalah Grenada (Ghornata) pada tanggal 1 April.

Dibalik perayaan April Mop (April Fool’s Day) ini, sangat dipercayai bahwa
April Mop mula mula dirayakan pada saat kejatuhan kerajaan Islam di spanyol.

Setelah sekian lama berkuasa di Granada, Spanyol, kerajaan Islam akhirnya
runtuh diserang tentara-tentara Kristen. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (orang Moors) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen tidak puas dan berusaha untuk menghapuskan orang-orang Islam dari Spanyol.

Penduduk-penduduk Muslimin ini, diberitahu bahwa mereka diperbolehkan
berlayar keluar dari Spanyol dengan barang-barang keperluan mereka dengan menggunakan kapal-kapal yang berlabuh di perlabuhan.

Orang-orang Muslimin khawatir dan curiga atas tawaran tersebut, dikhawatirkan tawaran tersebut merupakan suatu penipuan, kemudian mereka pergi ke pelabuhan untuk melihat apakah ada kapal yang dimaksud oleh tentara Kristen dan setelah dilihat keberadaan kapal- kapal tersebut memang ada di pelabuhan, merekapun membuat persiapan untuk berlayar.

Keesokan harinya (1 April), mereka mengambil semua barangan yang telah
disiapkan lalu menuju ke pelabuhan. Pada saat itulah, pihak Kristen
mengambil kesempatan menggeledah dan membakar rumah penduduk-penduduk Islam itu. Bahkan mereka juga tidak sempat untuk menaiki kapal karena semuanya telah musnah dibakar.

Pihak Kristen kemudian menyerang kaum Muslimin dan membunuh kesemuanya, lelaki, perempuan, serta anak-anak kecil. Peristiwa berdarah yang meyedihkan ini kemudiannya dirayakan oleh tentara Kristen. Perayaan ini akhirnya dirayakan setiap tahun bukan saja di Spanyol tetapi juga di seluruh dunia sebagai April Fool’s Day.

seharusnya mengacu pada ayat injil ini
[Roma 3:7] Tetapi jika kebenaran Allah oleh DUSTAKU semakin melimpah bagi kemuliaannya, mengapa aku (Paulus) masih dihakimi sebagai orang yang berdosa?.

[II Korintus 12:16] Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi
kamu, tetapi –kamu katakan– dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu
dengan tipu daya.

Seharusnya terjemahan ayat diatas adalah:

“Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam
kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.” ^_^

Karena dalam Alkitab yang lebih awal isinya sbb:

– Dalam Alkitab Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

[2 Corinthians 12:16] But be it so: I did not burthen you: but being crafty,
I caught you by guile.

– Alkitab Versi King James 1611 M:

12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty,
I caught you with guile.

Tapi oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) terjemahannya ditambah – tambahi kata “kamu katakan”, untuk memberikan persepsi baru bagi
umat Kristen bahwa kata-kata diatas tidak keluar dari mulut Paulus.

Kebiadaban ini, hendaknya memberi pelajaran bagi kita umat Islam agar TIDAK MUDAH mempercayai mereka dengan segala trik nya itu, belajarlah dari kejadian di bekasi baru baru ini oleh BBB.

– Orang-orang itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sekuat tenaga mereka. Namun Allah juga telah mempunyai rencana yang pasti bahwa mereka akan masuk neraka. Karena itu kita sebagai umat Islam agar bersabar dan biarkan saja umat Kristen itu terus melaksanakan tipu daya kejinya karena segala tingkah laku mereka itu hanyalah sebentar dan tidak lama.

[86.15] Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat
dengan sebenar-benarnya.
[86.16] Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.
[86.17] Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri
tangguhlah mereka itu barang sebentar.

April Mop = hari dimana mereka boleh menipu orang lain sebagai bahan
gurauan.Setiap kali menjelang tanggal 1 April, biasanya banyak diantara kita akan begitu sibuk dan terbawa dengan budaya Barat serta bersiap siap untuk merayakannya dengan membuat rencana besar untuk MENIPU orang lain / sahabat / saudara terdekat.

Budaya tersebut begitu eratnya melekat, seakan akan pada tanggal 1 April
tersebut, kita boleh berbuat DOSA.

Kepala kita penuh dengan rencana mencari mangsa-mangsa untuk
dipermain-mainkan. Bahkan sewaktu sedang bekerja atau sedang makan pun kita akan mencari cara dan membuat rencana ‘penganiayaan’ ini. Yang penting kita ingin puas melihat muka mangsa-mangsa gurauan April Mop mereka merah padam karena dipermain-mainkan.

Sewaktu masa sekolah dahulu, pernah terbaca tentang suatu tragedi yang
terjadi pada tanggal 1 April ini. Seorang suami yang suka jahil tentang
agama, telah mengucapkan, ‘Aku ceraikan kamu dengan talak 3’ pada isterinya dengan niat untuk bercanda. Isterinya yang pada mulanya tercengan-cengang terus meraung, kemudian si suami dengan muka tanpa dosa kemudian mengucapkan ‘April MOP!!’. Setelah itu, giliran si suami pula untuk meraung saat diberitahu bahwa talak yang dilafazkan tersebut telah jatuh!!!.

Wahai umat Islam, berhati hatilah terhadap budaya ini….. hindari diri kita dari berbuat Dzolim apalagi April’s Mop bukanlah budaya Islam.

Tetapi tahukah anda berapa banyak diantara kita yang tidak mengetahui kenyataan pahit Sejarah yang menimpa umat Islam Spanyol di belakang perayaan April’s Mop ??

QS Albaqaroh 2:120*** Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yg benar)”. Dan sesungguh nya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tdk lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Sebagaimana sudah firman Allah SWT tersebut, sepanjang masa, tidak akan pernah hilang keinginan mereka musuh-musuh Islam untuk selalu menghancurkan Islam dan memadamkan cahaya Allah SWT. berbagai cara akan mereka lakukan, termasuk sejarah pembantaian muslim Spanyol pun 1 April berkembang menjadi perayaan April’s Mop.

Wahai umat Islam, berhati hatilah terhadap budaya ini….. hindari diri kita dari berbuat Dzolim. Ingatkanlah saudara saudara kita sesama muslim.
– Ingatlah bahwa tanggal 1 April adalah hari pembantaian umat Islam Spanyol
– Dan yang penting dalam Al Quran & Hadist tidak ada perintah dimana boleh menipu orang lain sebagai bahan gurauan.

Semoga Allah sentiasa membuka pintu taubat untuk kita. Amiiin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 17, 2009 in Islam, Kristologi

 

Trinitas dilihat dari sisi Bible

trinitasApa arti kata Trinitas? Apa yang dimaksud dangan Trinitas dalam ajaran Kristen? Dari mana pemimpin gereja memetik ajaran tentang tiga Tuhan? Jawab Trinitas berarti kesatuan dari tiga.

Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan yakni Tuhan Allah, Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu. Dogma ini berasal dari paham Platonis yang diajarkan oleh Plato (?-347 SM), dan dianut para pemimpin Gereja sejak abad II (Tony lane 1984).

Edward Gibbon dalam bukunya The Decline and fall of the Roman Empire, hal 388, mengatakan:

• “Plato consider the divine nature under the thee fold modification: of the first cause, the reason, or Logos; and the soul or spirit of the universe…the Platonic system as three Gods, united with each other by a mysterious and ineffable qeneration; and the Logos was particularly considered under the more accessible character of the Son of an eternal Father and the Creator and Governor of the world”. (Plato menganggap keilahian alami terdiri dari atas tiga bagian: Penyebab awal, Firman (Logos), dan Roh alam semesta….Sistem Platonis sebagai tiga Tuhan, bersatu antara satu dengan lainnya melalui kehidupan yang baka dan misterius; dan Firman (Logos) secara khusus dianggap yang paling tepat sebagai Anak Bapak yang baka dan sebagai pencipta dan penguasa alam semesta). Ajaran tiga Tuhan dalam satu ini bukan hanya dianut masyarakat Yunani dan Romawi, tetapi juga mereka yang mendiami wilayah Asia Barat, Tengah, Afrika Utara dan pengaruhnya menjalar ke beberapa kawasan lainnya di dunia.

• Watch Tower and Bible Tract Society of Pennsylvania, 1984, menjelaskan: “Throuqhout the ancient word, as far back as Babylonia the worship of paqan qods qrouped in triplets were common. This practice was also prevalent, before, during, and after Christ in Egypt, Greece and Rome. After the death of the Apostles, such pagan be(iefs beqan to invade Christianity”. (Dunia di zaman purbakala, sejak masa kerajaan Babilonia, sudah terbiasa menyembah berhala, tiga Tuhan dalam satu. Kebiasaan ini juga banyak ditemukan di Mesir, Yunani dan Romawi, baik sebelum, selama maupun sesudah Yesus. Setelah kematian murid-murid Yesus, kepercayaan penyembah berhala ini kemudian merasuk ke dalam agama Kristen).

Tanya

Apa definisi Trinitas?

Jawab

• 1. Athanasian Creed (abad VI) mendefinisikan Trinitas sebagai: “The Father is God, the Son is God, and the Holy Ghost is God. And yet there Gods but one God”. (Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan. Namun bukan tiga Tuhan melainkan satu Tuhan.)

• 2. The Orthodox Christianity kemudian mendefinisikan lagi Trinitas sebagai: “The Father is God, the Son is God, and the Holy Spirit is God, and toqether, not exclusively, the form one God”. (Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, dan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri, membentuk satu Tuhan.)

Sebelumnya sudah banyak para pemimpin Gereja yang mencoba memasukkan ajaran Platonis dan agama Mesir tentang tiga Tuhan dalam satu. Namun upaya tesebut baru pada tahap adanya tiga unsur atau oknum yang memiliki ikatan satu dengan lainnya. Ketetapan ketiga oknum: Tuhan, Anak dan Roh Kudus masing-masing dianggap Tuhan setara dan abadi, tidak pernah ada sebelum ditetapkananya Athanasian Creed di abad ke IV.

Tanya

Sebutkan beberapa diantaranya!

Jawab

1. Irenaeus (125-203) menjelaskan bahwa Tuhan tidak sendirian. Selalu ada Firman dan Hikmah bersamanya, Anak dan Roh, yang melaluinya Tuhan menciptakan segala sesuatu secara bebas dan spontan. • “The Church, though scattered thou~h out the whole world to the earth, has received from the apostles and their discip(es this faith: in one God, the Father almighty, maker of heaven and earth and sea and all thing in them; and in one Christ Jesus, the Son of God, who was made flesh for our salvation, and in the Holy Spirit,…” (Gereja, yang walaupun tersebar di seluruh dunia, sampai ke ujung bumi, telah menerima dari para Rasul dan murid-murid mereka keyakinan ini: (Percaya) kepada Tuhan Yang Maha Besar, pencipta Sorga dan bumi dan laut dan segala yang ada di dalamnya; dan dalam satu Kristus, Yesus, Anak Tunggal Allah, yang telah menjadi daging demi keselamatan kita, dan didalam Roh Kudus).Dalam definisi ini jelas sekali bahwa sampai akhir abad II, para pemimpin Gereja dan umat Kristiani masih beranggapan bahwa Allah (Bapa) adalah satu-satunya Tuhan yang Maha Besar. Yesus hanya dikenal sebagai Anak Allah sebagaimana yang dikampanyekan Paulus.

2. Tertulian (160-230) merupakan yang pertama menggunakan istilah Trinitas. Dia mendefinisikan Trinitas sebagai: “una substantia trepersonae” (satu zat dalam tiga oknum). Dia mengatakan : • Let us preserve the mystery of the divine economy which dispose the unity into trinity, the Father, the Son, and the Holy Spirit, three not in essence but in grade, not in substance but in form”. (Marilah kita menjaga misteri ikatan keilahian yang menjelaskan kesatuan dari yang tiga, Bapa, Anak dan Roh Kudus, tiga bukan dalam sari, tetapi dalam tingkatan, bukan dalam zat tetapi dalam bentuk.) Menurut Tertullian ketiga oknum, Bapa, Anak, dan Roh Kudus memiliki tingkatan yang berbeda-beda.

3. Origen (185-250) mengajarkan tiga Tuhan dalam Trinitas bertingkat: Bapa lebih besar dari Anak, yang lebih besar dari Roh Kudus. Hanya Bapa satu-satunya Tuhan yang sesungguhnya. • “First, that there is one God….Secondly, that Jesus Christ himself….was born of the Father before all creatures….Thirdly, that the Holy Spirit was associated in honor and dignity with the Father and Son….” (Pertama bahwa ada satu Tuhan….Kedua bahwa Yesus Kristus sendiri….lahir dari Bapa sebelum segala sesuatu dicipta….Ketiga, bahwa Roh Kudus berkaitan dalam kemuliaan dan kehormatan dengan Bapak dan Anak. ) Dalam definisinya, Origen menegaskan bahwa Tuhan Allah itu Esa. Kedudukan Yesus adalah dibawah Tuhan Allah (Bapa), dan kedudukan Roh Kudus dibawah Yesus. Tanya Apakah Allah mewahyukan dan mendefinisikan Trinitas kepada Yesus? Jawab Berdasarkan Alkitab, Allah tidak pernah mewahyukan dan mendefinisikan Trinitas kepada Yesus. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Allah mewahyukan Trinitas Kepadanya. Yesus sendiri tidak pernah menyebut-nyebut Trinitas, apalagi akan mengatakan bahwa dirinya adalah anggota Trinitas.

A.N.Wilson dalam bukunya Jesus A Life, 1992, hal XVI mengatakan: • “1 had to admit that 1 found it impossible to believe that a first-century Galilean holy man (Jesus) had at any time of this life believed himself to be the Second Person of the Trinity) (Saya harus mengakui bahwa memang tidak mungkin untuk mempercayai bahwa orang suci dari Galelia abad I (Yesus) pernah sekali saja dalam hidupnya merasa dirinya sebagai oknum kedua dari Trinitas.)

Tanya

Apakah Allah pernah mewahyukan Trinitas kepada Para Nabi sebelum Yesus?

Jawab

Allah tidak pernah mewahyukan maupun mendefinisikan Trinitas kepada Nabi¬nabi sebelum Yesus. Mereka semua menerima wahyu tentang Tauhid. Tidak secuil pun ajaran tentang Trinitas dalam Perjanjian Lama. Buku encyclopedia of Religion mengakui: • “Theologians today are in agreement that the Hebrew Bible does not contain a doctrine of the Trinity”. (Para ilmuwan Kristen saat ini sepakat bahwa ajaran Trinitas tidak ada dalam Alkitab bahasa Ibrani /Perjanjian Lama.)

Selanjutnya buku New Catholic Encyclopedia juga mengatakan: • “The doctrine of the Holy Trinity is not taught in thr Old Testament”. (Ajaran Trinitas tidak pernah diajarkan dalam Perjanjian Lama) Perhatikanlah apa yang disampaikan oleh para nabi yang diutus Allah dalam Perjanjian Lama: “Dengarlah hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (ulangan 6:4) “Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku” (Yesaya 46:9) Andaikata Allah mewahyukan Trinitas kepada nabi-nabi Yahudi sebelum Yesus, sudah lama orang Yahudi menyembah Trinitas. Namun bagaimana mungkin Allah mewahyukan Trinitas kepada umat Yahudi, sementara Yesus, salah seorang anggotanya, baru lahir, lama setelah para nabi-nabi ternama seperti Nuh, Ibrahim, Musa, Daud dan lain-lain tiada. Tanya Apakah Yesus mengajarkan dan mendefinisikan Trinitas kepada Murid ¬muridnya? Jawab Yesus tidak pernah mengajarkan atau mendefinisikan Trinitas kepada murid¬muridnya. Sebaliknya beliau mengajarkan keesaan Allah. “Denqarlah hai oranq Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Markus 12:29)

Sejarawan Arthur Weigall dalam bukunya Paganism in Our Chrisrianity mengatakan : • “Jesus Christ never mentioned such a phenomenon, and nowhere in the New Testament does the word Trinity appear. The idea was only adopted by the Church three hundred years after the death of our Lord“. (Yesus Kristus tidak pernah menyinggung tentang fenomena seperti itu (Trinitas), dan kata Trinitas tidak di temukan dimana pun dalam kitab Perjanjian Baru. Ide ini baru dianut Gereja tiga ratus tahun setelah Yesus tiada) Dalam Al-Qur’an Allah menegaskan bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan Trinitas:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-oranq yanq berkata: ‘Sesungguhnya Allah ialah Almasih putra Maryam’, padahal Almasih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. ‘Sesungguhnya oranq yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan sorqa baginya, dan tempatnya ia(ah neraka, tidaklah ada bagi orang-oranq zalim itu seorang penolong pun.” (Q.S. al-Maidah 5:72)

Tanya

Bukankah Hamran Ambrie ketika ditanya oleh Prof. H.M.Rasyidi, apakah Trinitas diajarkan Yesus, menjawab Ya, dengan mengutip Matius 28:19? “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” . (Matius 28:19)

Jawab

Ayat yang dikutip Hamran Ambrie diatas adalah ayat palsu. Sebenarnya, Injil Matius pasal 28 berakhir pada ayat 15, sedangkan lima ayat berikutnya, Matius 28:16-20, adalah ayat-ayat yang baru ditambahkan oleh gereja kemudian. Mereka yang dikaruniai akal sehat dan membaca pasal 28 ini dengan cermat akan segera mendeteksi bahwa injil Matius 28:15 merupakan penutup Injil Matius. “Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita ini tersiar diantara orang Yahudi sampai saat ini”. (Matius 28:15) Perhatikan kata-kata yang tercetak tebal di atas, “cerita ini tersiar sampai saat ini” menunjukkan bahwa peristiwanya sudah lama berlaku. Ini memperlihatkan bahwa Injil ini sudah lama selesai ditulis.

Cerita ini sudah menjadi cerita rakyat yang terus dipupuk selama puluhan tahun, baru kemudian ayat 16-20 ditambahkan. Namun karena Gereja ingin menambahkan doktrin keimanan mereka dalam Injil, sehingga tanpa malu-malu mereka menambahkan ayat-ayat palsu tersebut, walaupun akhirnya janggal di kuping yang mendengarnya. Mengenai ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan oleh Gereja ini, perlihatkanlah pernyataan para pakar Alkitab dan sejarah Kristen seperti Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, hal 124: • “This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would the be a latter addition(Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang baru ditambahkan kemudian. ) Selanjutnya, Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvards, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut : • “The great commission in Matthew 28:16-20 have been created by the individual evangelist…reflect the evangelist idea of launching a word mission of the church. Jesus probably had no idea of launching a world mission and certainly was not the institution builder. (It is) not reflect direct instruction from jesus“. (Perintah utama dalam Matius 28:18-20….diciptakan oleh para penginjil….memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Yesus sangat mungkin tidak memiliki ide untuk menganjarkan ajarannya ke seluruh dunia dan (Yesus) sudah pasti bukan pendiri lembaga ini (agama Kristen). Ayat ini tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus.) Meskipun seandainya ayat tersebut diucapkan Yesus, belum dapat dianggap sebagai rumusan Trinitas, sebab ayat ini hanya menyebut tiga oknum, dan tidak pernah mengatakan bahwa yang tiga tersebut adalah satu. Tanya Apakah murid-murid Yesus mengajarkan Trinitas? Jawab Murud-murid Yesus adalah orang-orang Yahudi. Mereka tidak pernah mengajarkan Trinitas kepada golongan mereka. Apa yang mereka ajarkan adalah ajaran Tauhid yang diajarkan Yesus kepada mereka. Dari ratusan Injil yang tertulis di abad pertama sampai awal abad keempat, tidak satu pun yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang harus di sembah. Pemimpin murid-murid Yesus sepeninggal Yesus adalah adiknya sendiri, Yakobus, yang mengajarkan Tauhid sebagaimana yang diajarkan Yesus.

Sejarah memperlihatkan bahwa ajaran tentang Trinitas mulai berkembang setelah Paulus mengawinkan ajaran Yahudi dengan ajaran penyembah berhala, agar cocok dan dianut oleh penyembah berhala di bangsa-bangsa selain Israel. Ajaran Trinitas menuju dan mencapai formulasi akhir setelah orang-orang Romawi dan Mesir memasukkan ajaran penyembah berhala ke dalam ajaran Kristen. Perhatikanlah khotbah Petrus di Tripoli, Libia, yang diabadikan kedalam kitab Pseudoclementine Homilies 11:35. • “Our Lord and Prophet (Yesus), who has sent us, declared to us that the Evil One, having disputed with him forty days, but failing to prevail against him, promise He would send Apostles from amonq his subjects to device them. Therefore, above all, remember to shun any Apostle, teacher, or prophet who does not accurately compare his teachinq with (that of) James….the brother of our Lord….and this, even if he comes to you with recommendations” (“Tuan dan nabi kita (Yesus), yang mengirim kami, menyatakan kepada kami bahwa Setan berdebat dengannya selama 40 hari, tetapi gagal mengalahkan¬nya, dia berjanji (setan) akan mengirim rasul-rasul dari golongannya untuk menyesatkan mereka (pengikut-pengikut Yesus). Oleh karena itu sangat penting untuk di ingat, agar menghindari rasul, guru, atau (yang mengaku) nabi yang ajarannya tidak sesuai dengan ajaran (tauhid) Yakobus….saudara tuan saya (Yesus)….walaupun dia datang kepadamu dengan mengatakan bahwa dia sudah direstui”.) Dengan memperhatikan khotabah Petrus diatas dengan mudah kita menebak siapa rasul, guru dan nabi palsu yang dia maksudkan.

Encyclopedia of Religion and Ethics menjelaskan berikut ini : • “At first the Christian faith was not Trinitarian….lt was not so in the apostolic and sub aposto(ic ages, as reflected in the (New Testament) and other early Christian writings“. (Pada mulanya keimanan Kristen bukan Trinitas….Tidak ada ajaran Trinitas di zaman murid-murid Yesus maupun sesudahnya, sebagaimana yang dapat dilihat dalam (Kitab Perjanjian Baru) maupun karya para penulis Kristen (saat itu).)

Tanya

Apakah Paulus sebagai pendiri agama Kristen mengajarkan dan memformulasikan Trinitas?

Jawab

Paulus (5-67M) tidak pernah mengajarkan dan memformulasikan Trinitas .

silahkan baca surat-suratnya kepada orang-orang Romawi di Roma, Korintus, Filipi, Efesus dan lain-lain, anda tidak akan menemukan secuil pun ajaran Trinitas di dalamnya. Malah sebaliknya Paulus menekankan keesaan Tuhan.

“Memang benar ada banyak “Allah” (Tuhan) dan banyak “tuhan” (tuanlpemimpin) yang demikian namun bagi kita hanya ada satu “Allah” (Tuhan) Saja yaitu bapa, yang dari padaNya berasa( segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu tuhan (tuanlpemimpin) saja, yaitu Yesus Kristus”

(1 korintus 8:5-6)

Memang jelas kelihatan bahwa Paulus berusaha sekuat tenaga untuk mengkultuskan Yesus sebagai Anak Allah dan Juru Selamat, walaupun mendapat tantangan yang hebat dari umat Yahudi yang mengharamkan istilah “Anak Allah” kepada Yesus. Namun paulus belum sampai pada taraf mempertuhankan Yesus atau menyamakannya dengan Tuhan Allah.

Tanya

Kalau demikian,apakah kita masih dapat menemukan Trinitas dalam Alkitab?

Jawab

Ajaran Trinitas tidak ditemukan baik dalam kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Jesuit Edmund Fortman dalam bukunya The Triune God menjelaskan: • “The Old Testament…. tells us nothing explicitly or by necessary implication of a Triune God who is Father, Son and Ho(y Spirit…. There is no evidence that any sacred writer ever suspected the existence of a (Trinity) whitin the Godhead…. Even to see in (the Old Testament) suggestion or foreshadowing or veiled siqn of the Trinity of persons, is to qo beyond the words and inent of the sacred writers“. (Kitab Perjanjian Lama….tidak pernah mengatakan sesuatu secara jelas atau sekedar petunjuk tentang adanya Kesatuan Tiga Tuhan yakni Bapa, anak dan Roh Kudus….Tidak ada bukti tentang adanya penulis kitab suci yang memperkirakan adanya Kesatuan Tiga Tuhan…..Dugaan, adanya pendapat pendapat, bayangan, atau tanda-tanda terselubung tentang kesatuan tiga oknum dalam Kitab Perjanjian Lama, sama sekali di luar dari pengertian kata¬kata maupun maksud para penulis kitab-kitab tersebut. )

Mengenai kitab Perjanjian Baru, buku Encyclopedia of Religion mengatakan : “Theologians agree that the New Testament a(so does not contain an explicit doctrine of the Trinity“. (Para ilmuwan Krisren sependapat bahwa ajaran Trinitas, juga tidak ada dalam Perjanjian Baru.) Pernyataan tentang Trinitas (tiga dalam satu) ditemukan dalam Alkitab berbahasa Indonesia

(I Surat Yohanes 5:7) & (Yohanes 5:8) “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu”. (I Yohanes 5:7) Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi}: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. (I Yohanes 5:8) * * * Ini adalah satu-satunya formulasi Trinitas tentang Tuhan, Yesus dan Roh Kudus yang dianggap sempurna yang ada dalam Alkitab.

Namun kemudian ternyata bahwa ayat ini (perhatikan tanda “}” yang di bubuhkan oleh penterjemah Alkitab LAI) adalah ayat palsu yang baru diselipkan atas restu Gereja, ketika Alkitab dicetak di Frankfurt, Jerman pada tahun 1574. Perhatikan catatan kaki dari Alkitab New International Version, h. 907 yang mengatakan: “(Ayat ini) tidak ditemukan di semua naskah Alkitab yang ditulis sebelum abad XVI “. Sangat disayangkan bahwa Lembaga Alkitab Indonesia tidak mau jujur menjelaskan bahwa ayat dalam kurung tesebut ayat palsu. Dengan demikian, baik istilah Trinitas maupun ajaran tentang Trinitas tidak ada dalam Alkitab.

untuk sumber referensi bisa baca http://bibleencyclopedia.net

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2009 in Kristologi

 

Tag: