RSS

Arsip Harian: Februari 12, 2009

Jika Pemuda telah Mampu untuk Menikah

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alayHi wa sallam bersabda,

“Yaa ma’syarasy syabaabi manistatha-a minkumul baa-aH, falyatazawwaj fa-innaHu aghadhdhu lil bashari wa ahshanu lil farji wa man lam yastathi’ fa’alayHi bishshaumi fa-innaHu laHu wijaa-un”

yang artinya:

“Wahai pemuda, barangsiapa diantara kamu yang telah sanggup untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu akan lebih menundukkan pandangan (matamu) dan lebih membentengi farji (mu). Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah dia shaum, karena shaum itu adalah merupakan tameng” (HR. al Bukhari no. 1905, Muslim no. 1400 dan lainnya)

Hadits yang mulia ini merupakan petunjuk dan nasehat yang sangat besar sekaligus sebagai obat mujarab dari sebuah penyakit yang menyakitkan hati, fikiran dan badan. Wasiat dari Nabi yang mulia ShallallaHu ‘alayHi wa sallam untuk para pemuda. Kemampuan yang dimaksud adalah seperti

  1. memberikan mahar,
  2. menyediakan tempat tinggal dan
  3. memberikan nafkah sebagaimana firman Allah Ta’ala,

    “Berikanlah mahar(mas kawin) kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai satu kewajiban”(QS.An Nisaa:4)

    “Tempatkanlah mereka (para istri) dimana kamu bertempat tinggal” (QS. Ath Thaalaaq : 6)

    “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisaa’ : 34)

Namun demikian jika ada seseorang yang hidup dalam kondisi miskin, maka hal itu tidak dapat dijadikan suatu alasan untuk tidak menikah selama dia mampu memberikan mahar walaupun dengan mahar yang ringan, memberikan nafkah walaupun sedikit dan menyiapkan tempat tinggal walaupun di rumah yang sangat sederhana. Karena kekayaan dan kemiskinan sifatnya nisbi. Sekarang kaya besok miskin. Sekarang miskin besok kaya. Semuanya berjalan dengan takdir dari Rabbul ‘alamin.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang shalih dari hamba-hamba sahaya kamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahaya kamu yang perempuan. Dan jika mereka miskin, niscaya Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dari sebagian karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An Nuur : 32)

Di dalam suatu hadits shahih diterangkan ada seorang sahabat yang hendak menikahi seorang perempuan namun dia tidak dapat memberikan mahar karena saking miskinnya, bahkan mahar yang terbuat dari cincin besi sekalipun dia tidak memilikinya, lalu Rasulullah ShallallaHu ‘alayHi wa sallam bersabda,

“Pergilah (bawalah perempuan ini), karena sesungguhnya aku telah kawinkan engkau dengan perempuan ini dengan (mahar) apa yang ada padamu (yang engkau hafal) dari al Qur’an” (HR. al Bukhari no. 5126 dan Muslim no. 1425) Dan Allah Ta’ala telah memberikan harapan yang besar bagi para pemuda yang menikah karena ingin menjaga kesopanan dirinya. Dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alayHi wa sallam bersabda,

“Tsalaatsatun haqqun ‘alallaHi ‘aunuHum, al mujaaHidu fii sabiilillaH, wal mukaatabul ladzii yuriidul adaa-a, wan naakihul ladzii yuriidul ‘afaafa” yang artinya “Tiga orang yang sudah pasti mereka akan mendapat pertolongan Allah, mujahid yang (berperang) di jalan Allah, seorang budak yang berusaha menebus (membayar) dirinya dan seorang laki-laki yang menikah karena hendak menjaga kesopanan dirinya” (HR. at Tirmidzi no. 1665, an Nasai no. 3120, Ibnu Majah no. 2518 dan lainnya, Imam at Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini hasan”)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2009 in Uncategorized

 

Mengapa Orang yahudi banyak yang pintar ?

Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :

Ternyata, bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.

Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu ! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi.

Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan. Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah
orang Yahudi.

Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan. Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion”.

Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir !

Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nekotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”.

Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar ! Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia secara keseluruhan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2009 in Refleksi Jiwa