RSS

Ya Allah, Ummatku… Ummatku!

23 Jan

muhammadDalam kitab hadits Mukhtashar Shahih Muslim karya An Nawawi disebutkan dalam hadits ke 96 bahwa saat itu Rasulullah Saw membaca ayat berikut tentang pengaduan Ibrahim As kepada Allah Swt: “Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ibrahim, 14:36) Lalu beliau Saw membaca juga firman Allah Swt yang mencantumkan pengaduan Isa As kepada-Nya: “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka semua adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Maidah, 5:118) Setelah membaca kedua ayat ini, Rasulullah Saw mengangkat kedua tangan ke arah langit sambil berujar, “Ya Allah, ummatku… ummatku!” Kemudian beliau menangis. Air mata beliau berlinang. Dada sesak. Nafas pun terseguk. Allah Swt amat iba melihat kekasihnya menangis sedemikian. Maka Allah Swt memerintahkan Jibril As untuk turun dan menanyakan tentang gerangan apa yang tengah berlaku pada Muhammad. Meski Allah Swt telah tahu penyebabnya, namun adegan ini perlu dibeberkan agar kita semua sebagai umat Rasulullah Saw mengerti kadar kecintaan beliau Saw kepada kita. Maka turunlah Jibril As menghampiri Muhammad Rasulullah. Usai mengucap salam, Jibril bertanya kepadanya tentang hal yang membuat beliau begitu sedih dan menangis. Rasulullah Saw kemudian menjawab bahwa beliau tidak rela bila seorang umatpun disiksa. Benar beliau adalah nabiyullah seperti Ibrahim dan Isa As, namun beliau adalah nabi yang amat cinta-kasih terhadap umatnya. Beliau tak rela bila mendapati seorang umatpun disiksa dengan api neraka. Allahumma shalli wa sallim ala sayyidina Muhammad! Usai mendengar permintaan itu, Jibril pun datang menghadap Allah Swt membawa pesan. Maka Allah Azza wa Jalla pun berfirman, “Katakan, ya Jibril, kepada kekasihku Muhammad bahwa Kami akan membuatmu ridha (senang) tentang nasib umatmu dan kami tidak akan mengecewakanmu!” Usai sedemikian, maka turunlah ayat berikut: “Dan kelak pasti Tuhanmu memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.” (QS. Adh-Dhuha, 93:5) Perhatikan bagaimana Rasulullah Saw melakukan pembelaan terhadap kita ummatnya. Beliau Saw bukanlah pemimpin yang hanya pandai dalam beretorika demi menunjukkan bahwa dirinya amat sayang terhadap umatnya. Namun meski dalam kesendirian, beliau Saw tetap memohon kepada Allah Swt agar Anda, saya dan kita semua sebagai umatnya mendapat keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Lalu apa yang hendak kita lakukan terhadap beliau Saw sebagai balas jasa? Setidaknya, perbanyaklah shalawat kepada beliau Saw karena itulah yang Allah Swt perintahkan kepada kita untuk membalas segala kebaikan baginda Nabi Saw.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2009 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: