RSS

Arsip Harian: November 14, 2008

AKU DI DEPAN KUBURAN !!

AKU DI DEPAN KUBURAN !!

Kembali dikeheningan malam,
Kumengenang masa-masa itu
Masa di mana ku berdiri di depan kuburan-kuburan bisu
Merangkai kata untuk mengajak muhasabah diri

Di depan kuburan ini ku berdiri
Menatap petakan-petakan tanah dari si fulan bin fulan
Apakah yang berlaku baginya di alam sana
Adakah suka ? ataukah duka ?
Ba’da isya ini, kembali ku tatapi kuburan-kuburan itu
Masih tetap bisu penuh misteri
Kadang, aku menangis di kesendirian,
Di tengah kebisuan menatapi kuburan-kuburan itu
Berakhirlah segalanya,
Tinggallah jasad yang kaku dan menanti hari perhitungan itu

Kembali di sore yang sepi ini, ku perhatikan kuburan-kuburan
itu satu persatu.
Semuanya sama, padahal si fulan sewaktu hidup di dunia ini,
Iya begitu di banggakan, dengan segala kekayaan yang iya miliki,
serta
Lihatlah pula kuburan si fulan itu, iya di dunia begitu sederhana
dengan kondisi hidupnya yang serba kekurangan, tapi
Kembali ku tatapi kuburan-kuburan itu, tak ada beda dari keduanya,
mereka di tanah yang sama, serta ukuran yang sama, lalu
Sebenarnya apa yang membuat manusia-manusia hidup di dunia ini
begitu angkuh dan sombong untuk tidak menghambakan diri
kepada Rabbnya ?

Dan di malam ini, tepat di depan kuburan-kuburan itu,
Kubenamkan diri,
Dengan penuh harap dan takut
Akankah aku mampu melaluinya ?
Di mana hari-hari kulalui dengan penuh tawa dan canda
Serta amalan-amalan yang telah ku perbuat ?
Kini ku hanya mampu berharap.
karena ku yakin, akupun akan memiliki petakan-petakan itu,
Entah di bagian mana dari bumi ini.
Harapku ya Rabb…

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2008 in Islam, Refleksi Jiwa

 

Komplek Garuda yang terbengkalai

sebuah landmark di daerah cileungsi, jawa barat yang tampak di google earth. silakan anda coba sendiri memasukkan koordinat S 6.417919 E 106.957672 ke google earth.

garuda-on-google

dari wikimapia, rupanya kompleks gedung ini bernama graha garuda tiara. dari hasil googling, rupanya ini sudah pernah dibahas paling tidak sejak setahun yang lalu. tampaknya kompleks gedung ini tidak lagi dipergunakan dan terbengkalai, tersangkut kasus dana jamsostek senilai 75 milyar. sejarah kompleks garuda tiara yang lumayan lengkap bisa dibaca di tulisan project jadul – garuda tiara, yang sayangnya tidak menampilkan tampak atas kompleks ini sehingga kurang menarik perhatian.

berikut ini adalah maket kompleks tersebut

komplek-garuda-tiara

garuda-tiara-3

Mungkin kalau kalian flashback sekitar tahun 1996-1997 pada saat era Suharto…..pernah membaca atau mendengar tentang rencana Suharto untuk membuat stadion olahraga terbaru di area Cileungsi, Jawa Barat.

garuda-tiara-1

Masih segar di kepala saya mengenai rencana pembangunan kawasan olahraga terbaru tersebut yang konon akan menandingi komplek olahraga Senayan. Bahkan Mbak Tutut yang meresmikan pembukaan area komplek olahraga tersebut yang dimulai dari pembangunan hotel dan convention centre. Proyek raksasa tersebut dinamakan sebagai Proyek Garuda Tiara dengan proyek olahraga nasional “Garuda Emas”………….

garuda-tiara-2Proyek raksasa tersebut berlokasi di Cileungsi – perbatasan dengan kawasan timur Cibubur dan bahkan sempat adanya rencana pemindahan pusat pemerintahan di kawasan Jonggol yang notabene hanya berjarak 3-5 km dari cileungsi.

Pada masa paman saya bekerja di sebuah chain hotel international di tahun 1997an, paman saya mempunyai seorang teman yang bekerja sebagai Front Desk di Hotel Garuda Tiara Convention, Ciluengsi. Dari penuturannya, teman paman saya menceritakan bahwa hotel tersebut cukup mewah dan banyak dihuni oleh para ekspatriat yang bekerja di kawasan bekasi, cibinong dan sekitarnya.

Sementara pembangunan stadion olahraga terbaru tertutup untuk umum dan bahkan oleh para kuli tinta. Kini setelah rezim Suharto tumbang ditahun 1998, proyek raksasa tersebut terbelengkalai dan tinggal mimpi saja.

Kawasan Garuda Tiara Convention tersebut mencakup puluhan hektar dan kini hanya ditumbuhi oleh rerumputan yang tinggi. Tiang-tiang lampu stadion yang sudah berdiri tegak dengan angkuhnya, kini tinggal menunggu waktu roboh karena korosi.

Bangunan hotel yang tadinya berdiri megah kini menjadi rumah hantu……….tidak terpelihara..termasuk dengan bagian lobby hotel yang dulunya ramai oleh lalu lalang para tamu. Sangat disayangkan……..konon hal ini terjadi karena masalah tanah yg notabene di era Suharto pencaplokan tanah semena-mena banyak terjadi. Bahkan banyak masyarakat yang dicaplok tanahnya tidak dibayar dengan harga semestinya.

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah pusat dan KONI sempat membuat pernyataan akan membuat komplek olahraga terbaru di kawasan cibinong. Kenapa proyek garuda emas yang dulu sempat dicanangkan dan kini terbelengkalai tidak dilanjutkan kembali……..sungguh amat disayangkan. Padahal di tahun 2011 Indonesia akan menjadi tuan rumah Sea Games dan kita tidak pernah lagi mencalonkan diri menjadi tuan rumah ASEAN Games sejak tahun 1962……..Jakarta dikalahkan oleh New Delhi dan Bangkok yang berkali-kali sudah menjadi tuan rumah asean games. Bahkan untuk event besar AFC besok tanggal 29 Juli 2007 …..Indonesia hanya sanggup merenovasi stadion gelora bung karno…memang stadion besar ini dibuat untuk waktu 100 tahun yang masa pakainya habis 2062. Pusat olahraga terbaru dibuat di Samarinda untuk PON 2008 besok….dan pembangunannya juga tersendat karena uangnya habis dikorupsi sama Bupati Kutainya…..

Yang paling menyedihkan lagi nasib atlit Indonesia……wisma atlit sendiri udah kayak kandang burung yang tidak layak huni belum lagi hotel atlet century yang udah tidak nyaman……..kemarin sempat tinggal disana….duh memang cukup besar kamarnya cuma it’s so last year……Pas di kick andy metro TV, sempat ditayangkan tentang nasib mantan olahragawan nasional….sukses merebut emas cuma rumah saja tidak punya………Seperti kata menteri olahraga kemarin…..bendera Sang Saka hanya dikibarkan pada dua kesempatan besar…pertama kunjungan kenegaraan oleh presiden dan kedua ketika sang olahragawan nasional menerima medali emas di podium kemenangan di negara lain.

Btw, sudah banyak blue print yang dihasilkan oleh para anak bangsa ini dicuri oleh negara tetangga, malaysia………seperti project kota dalam kota…sudah dihasilkan oleh malaysia dengan membangun menara kembar petronas. Blue print pusat pemerintahan yang baru di Jonggol sudah aplikasikan dengan baik di kawasan Putrajaya, dimana pembangunannya sebagian besar dilakukan oleh WNI.
Kalau kalian perhatikan dengan baik…….kawasan bandar baru kota kemayoran sama dengan salahsatu avenue di kota Putrajaya……….coba liat dari segi lebar jalan dan adanya pedestrian ditengah-tengah dengan bangunan besar dikiri dan kanan jalan………sementara kota baru bandar kemayoran baru saja dipercantik ……….tertinggal 5 tahun dari kota bandar Putrajaya yang sangat elok dan memperhatikan lingkungan.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2008 in Uncategorized

 

Fosil Nabi Adam ???

beberapa artikel mengenai HOAX dapat ditemui di site site luar disertai dengan penjelasan yang kurang lebih seperti ini:

Baru-baru ini dalam kegiatan eksporasi gas digurun pasir di Arab tenggara,ditemukan sebuah tengkorak dengan ukuran yang sangat luar biasa. Wilayah gurun pasir ini disebut juga sebagai wilayah kosong. Penemuan ini ditemukan oleh
tim ekspolari ARAMCO.Seperti tertulis dalam Al-Quran bahwa Allah (SWT) pernah menciptakan manusia dengan ukuran yang luar biasa sekitar 60 hasta atau 30 meter tingginya. Mereka adalah kaum Aad dimana Nabi Hud (AS) diutus. Mereka sangat tinggi, besar dan kuat sebagaimana mereka mampu menumbangkan batang pohon hanya dengan menggunakan tangan. Mereka hidup wilayah Iram dan Hadramaut (antara Yaman dan Saudi Arabia). Kaum Aad kemudian membangkang perintah Allah (SWT) dan nabi Hud dan mereka melanggar batas-batas yang telah digariskan Allah (SWT). Mereka kemudian dimusnahkan. Nabi Hud merupakan nabi dan rasul yang menjalankan tugasnya setelah jaman Nabi Nuh di perbatasan Yaman dan Saudi Arabia.Orang-orang Saudia Arabia percaya bahwa tengkorak tersebut berasal dari kaum Aad. Pihak kemiliteran Saudi Arabia menutup seluruh wilayah tsb dan tidak mengizinkan seorang pun memasukinya kecuali pihak ARAMCO.Berita ini disimpan secara rahasia tetapi sebuah helicopter militer mengambil beberapa gambar dari udara dan kemudian salah satu gambar tsb bocor ke internet di
Saudi Arabia.Perhatikan gambar di atas dan bandingkan ukuran dua lelaki yang sedang berdiri dengan ukuran tengkorak tsb
.

Gambar aseli

Ternyata, foto itu hanya rekayasa dari sebuah penemuan Fosil Mastodon
di Hyde Park New York..

Posisi gambar sebelum di edit

Sebelum di edit

adam ???

setelah diedit

untuk lebih jelasnya bisa buka di :
http://www.graphics.cornell.edu/outreach/mastodon/
atau :
http://www.hydeparklibrary.org/mastodon_ad_08282001.html

Tanpa ada maksud untuk mendiskreditkan saudara
kita yang Insya Allah bermaksud baik meneruskan
foto-foto tersebut, namun saya berharap agar setiap
informasi yang masuk ke kita perlu di Tabayyun… agar
umat Islam tidak menjadi bahan tertawaan…

rekan-rekan dapat mencoba membuka :
http://www.randi.org/jr/052104uk.html
pada bagian bawah situs tersebut jelas situs tersebut
mentertawakan kebodohan umat Islam

Lagipula saya belum pernah menemukan ayat AlQur’an yang menyebutkan tinggi kaum terdahulu menyerupai raksasa

wallahu’alam

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2008 in Islam, Refleksi Jiwa

 

Kontroversi buku: ternyata nabi adam dilahirkan

TernyataJudul : Ternyata Adam Dilahirkan, Adam tak diusir dari sorga
Penulis : Agus Mustofa
Penerbit : PADMA Press – Surabaya
Cetakan I : Juni 2007
Tebal : 256 halaman

Perdebatan akan asal-usul manusia atau bahkan kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini masih menjadi tanda tanya besar dan diskusi panjang yang tiada habisnya. Beberapa teori ilmiah telah mencoba untuk menjawab itu semua. Akan tetapi terus mengalami keraguan dan kesangsian setelah diuji seiring perubahan waktu yang menjadikannya tidak dapat diterima lagi. Salah satunya adalah teori evolusi yang ditelorkan oleh Darwin. Konsep kehidupan yang, menurutnya, berawal dari satu spesies hingga memunculkan beragam makluk hidup seperti sekarang ini. Termasuk adanya manusia sebagai makluk yang paling cerdik.

Disisi lain, sejarah penciptaan manusia sebenarnya telah melegenda. Berawal dari satu manusia laki-laki dan satu manusia perempuan yaitu Adam dan Hawa. Sebagaimana diinfomasikan oleh dogma agama-agama besar (Yahudi, Nasrani dan Islam). Hingga pada abad ini telah melahirkan (memunculkan) lebih dari 6 miliar manusia. Tersebar di segala penjuru dunia. Dari cerita ini, banyak manusia yang percaya begitu saja, walaupun memang ada hal-hal yang sedikit tidak masuk akal. Penjelasan singkat dan ringkas yang dianggap cukup dan tidak adanya kekritisan umat dalam beragama.

Diantaranya ialah bahwa Adam diciptakan oleh Tuhan dari tanah liat yang dibentuk semisal sebuah boneka. Kemudian ditiupkan kepadanya ruh. Maka jadilah Adam manusia dewasa yang hidup seketika itu juga. Selanjutnya di tempatkan di dalam surga. Tapi Adam merasa kesepian karena hanya seorang diri. Maka Tuhan pun menjadikan calon istrinya – Hawa. Caranya, Tuhan mengambil salah satu tulang rusuk Adam. Dari tulang rusuk Adam itulah kemudian tercipta Hawa sebagai manusia dewasa yang hidup.

Tak heran, cerita akan hal itu semua bertebaran dengan sangat bebas dan beragama. Mulai dari yang bersifat doktrin, tafsir, dongeng, legenda hingga pada penelusuran yang bersifat ilmiah. Dibandingkan dengan berbagai makhluk lainnya, manusia memang sangat istimewa. Manusia yang benar-benar menjadi aktor utama dalam kehidupan di jagat raya ini. Pemimpin kolektif atas segala fasilitas kehidupan yang telah tersedia secara ajaib di planet yang sangat istimewa pula ini.

Dalam serial diskusi tasawwuf modern kali ini, Agus Mustafa kembali mengahadirkan buku yang sangat (selalu) kontrovesial. Tidak main-main, beliau memberikan nama judul bukunya dengan “Ternyata Adam Dilahirkan”. Menjadikan simpang siur pemahaman tentang penciptaan Adam meskipun sama-sama bersumber pada Al-Qur’an (kita suci umat Islam). Menurut penulis buku ini, kebanyakan umat Islam tidak mengambil ayat-ayat Al-Qur’an secara utuh dan holistik yang akhirnya memunculkan pemahaman yang sepotong-potong.

Pembahasan di dalam buku ini, Agus Mustafa, mengajak seluruh pembaca untuk kembali membuka tirai gelap proses penciptaan Adam dan Hawa yang juga tertuang dalam Al-Qur’an. Dengan harapan tidak bersikap apriori terlebih dahulu terhadap sudut pandang baru (”negatif”) dalam memahami hal ini. Pemahaman akan Al-Qur’an yang kebenarannya tidak diragukan lagi seraya dibuktikan pula dengan penemuan-penemuan ilmiah termuktahir yang selama ini justru diperoleh oleh ilmuwan-ilmuwan non-muslim.

Tidak dapat terelakkan lagi memang, perdebatan sengit seputar asal-usul kehidupan makhluk hidup tidak akan pernah padam sepanjang sejarah manusia masih terus berlangsung. Akan tetapi setidaknya akan terus hanya terdapat dua kelompok besar dalam hal ini. Pertama adalah kelompok agamawan dan yang kedua adalah kelompok ilmuwan. Pada masing-masing kelompok juga tentunya terbagi dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.

Dikalangan umat Islam sendiri misalnya, juga masih belum ada kesepakatan tentang hal ini. Secara umum, kebanyakan umat Islam memiliki pandangan bahwa Allah menciptakan manusia pertama dari tanah dengan mengucapkan “kun“. Maka seketika itu pula terciptalah Adam. Sedangkan Hawa (istrinya) diciptakan dari tulang rusuk dari dirinya yang kemudian diucapkan pula oleh Allah “kun“.

Padahal, hasil penelusuran penulis buku ini, Al-Qur’an tidak pernah menyebut bahwa Adam sebagai manusia pertama dan Hawa manusia kedua yang diciptakan setelah Adam. Banyak ayat dalam Al-Qur’an jutsru memberi indikasi kuat bahwa Adam dan Hawa adalah salah satu dari sekian banyak species manusia yang telah ada pada waktu itu. Misalnya dalam QS. Al-A’Raaf (7) ayat 10-11. begitu pula dalam QS. Ali Imran (3) ayat 33 dan masih banyak lagi dalam beberapa ayat-ayat lainnya.

Dari sini, sesungguhnya para pembaca kembali digugah kekritisannya dan juga dituntut untuk terus mendiskusikan akan asal usul pencipataan manusia sebagaimana Al-Qur’an telah memberikan “sinyal-sinyal” yang tentunya menjadikan penasaran berat. Dan yang menarik, perkembangan ilmu pengetahuan manusia semakin lama semakin mendekati “tirai pembatas” kaburnya sejarah manusia itu sendiri.

Sebagaimana sejarah penciptaan manusia sendiri ternyata telah terekam dalam DNA sebagai penyusun genetikanya. Dari sanalah misteri penciptaan “manusia pertama” akan mulai terbongkar kembali. Dengan kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak ada keranguan didalamnya serta dukungan hasil penelitian ilmiah termuktahir, manusia bakal bertemu dengan sebuah surprise tentang sejarah “drama superkolosal” di planet biru ini.

Saya berusaha membantah pemikiran Agus sebagai berikut:
Tidak disebutkan di dalam al-Quran bahwa Nabi Adam dilahirkan sebagaimana tidak juga disebutkan bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama. Jika demikian, berarti kedua-dua pemikiran itu sama-sama sah. Maka istilah “Nabi Adam dilahirkan” itu hanya pernyataan sepihak dari orang yang berpandangan demikian. Orang yang berbeda pendapat dengannya sah mengatakan: “Ini pemikiran yang batil”.

Saya cenderung lebih terbuka dan demokratis. Jika memang apa yang dikatakannya benar, maka orang yang berbeda pandangan sudah seharusnya “bertaubat” dan mengikutinya. Selagi masih bisa dibantah dengan dalil dan argumentasi yang kuat, maka dengan sendirinya peluang untuk mendapatkan kebenaran masih sangat terbuka. Kalau saya lihat dalil-dalil yang dikemukakan Agus, itu hanya penafsiran dia saja bahwa Nabi Adam itu dilahirkan. Jadi, kalau Agus tidak punya background ilmu tafsir, pendapatnya ini bisa saja diabaikan. Sangat jauh berbeda jika yang mengatakannya ahli tafsir. Tetapi, tidak apa kita bedah sedikit untuk memperlihatkan kebenaran dan kekeliruannya.

Di dalam resensi buku tersebut ada kalimat, “Menurut penulis buku ini, kebanyakan umat Islam tidak mengambil ayat-ayat Al-Qur’an secara utuh dan holistik yang akhirnya memunculkan pemahaman yang sepotong-potong.” Istilah “kebanyakan umat Islam” bisa termasuk di dalamnya para ulama. Jika para ulama dimasukkan ke dalamnya, sehebat apakah Agus Mustofa sehingga dia merasa bahwa para ulama tidak mengambil ayat-ayat al-Quran secara utuh dan holistik. Jika kita mengambil istilah “utuh”, berarti juga mengambil istilah “kaffah”. Apakah hukum Islam sudah ditegakkan oleh Agus? Apakah Agus juga menghendaki sistem Islam berjalan di Indonesia? Kalau Agus memang sangat menginginkan penerapan Islam dalam seluruh kehidupan, sah-sah saja Agus berkata seperti itu. Tapi kalau tidak, ya dia menganut pemikiran Yahudi. Karena orang Yahudi itu mengambil ayat yang satu dan membuang ayat yang lain. Menurut orang Yahudi, ayat yang lain itu tidak berguna baginya. Seharusnya, masalah ini juga menjadi renungan buat Agus sendiri.

Tidak selamanya pemikiran yang mapan itu salah. Misalnya saja pemikiran bahwa shalat itu lima waktu. Pemikiran ini sudah tidak bisa dibantah lagi. Yang membantahnya justru orang yang tidak punya kerjaan atau hanya sekedar mencari sensasi dan popularitas. Apakah Nabi Adam itu diciptakan secara terpisah, sebagaimana yang menjadi pendapat mayoritas agama samawi, adalah salah? Ketika saya membaca ayat-ayat al-Quran, justru saya semakin yakin bahwa Adam itu diciptakan secara terpisah atau tidak dilahirkan dari makhluk sebelumnya. Meskipun saya tidak meragukan pendapat yang mengatakan bahwa sebelum Nabi Adam ada makhluk yang mirip manusia. Imam Ali menyebutnya “halgan nas nas”. Mahmud Ayub menafsirkan kata ini dengan “makhluk mirip monyet”. Kalangan ilmuwan menyebutnya “manusia purba”. Tidak bisakah Allah menciptakan dengan mengatakan “kun fa yakun” – Jadi, maka jadilah pada saat itu juga? Tidak perlu menafsirkannya lagi panjang lebar dengan mengatakan bahwa kata itu tidak secara jelas meniadakan proses. Jika kita sudah berpikir bahwa kekuasaan Allah itu terbatas dan Allah tidak mungkin melakukannya, itu saja sudah menganggap bahwa kemampuan Allah itu tidak ada bedanya dengan kemampuan makhluk-Nya. Naudzubillah!

Coba kita lihat ayat-ayat yang dijadikan dalil penulis buku tersebut. Misalnya QS. Al-A’Raaf (7) ayat 10-11 yang berbunyi: “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: ‘Bersujudlah kamu kepada Adam’, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.”

Apakah ayat ini secara implisit maupun eksplisit mengatakan bahwa Nabi Adam dilahirkan? Padahal ayat 10 itu tidak ada hubungannya dengan ayat 11. Lalu kenapa digabungkan oleh penulisnya? Jika kita ingin memahami ayat 10 secara utuh, maka kita harus melihat ayat-ayat sebelumnya, bukan pada ayat 11. Dan kalau kita ingin memahami ayat 11, maka lihatlah ayat sesudahnya. Para mufasir sering melakukan hal yang semacam ini dan hasilnya dengan baik dapat dilihat pada al-Quran terjemahan depag. Di dalam satu surat biasanya suka ada judul bab ayat, misalnya, ayat 1-5 tertulis tentang “Kewajiban mengikuti wahyu dan akibat menentangnya.” Nanti ayat selanjutnya, misalnya, ayat 6-10 berbicara tentang “Permusuhan syetan terhadap manusia”. Penulisan-penulisan bab seperti ini agar pembaca al-Quran dapat memahami maksud dari ayat-ayat al-Quran itu sendiri. Para mufasir modern lebih senang menerapkan tafsir semacam ini. Istilahnya “Maudhu’i”. Hal ini dapat dilihat mulai dari Tafsir al-Maraghi, Fi Zhilal, dan buku-buku Dr. Quraish Shihab. Misalnya ayat-ayat al-Quran tentang shalat dikumpulkan kemudian ditafsirkan. Hal ini membuat hubungan antara ayat dengan ayat yang lain semakin terlihat pada satu bahasan tertentu.

Ayat selanjutnya yang dijadikan acuan adalah QS. Ali Imran: 33: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat.” Apakah menurut Anda ayat ini mengatakan bahwa Nabi Adam itu dilahirkan? Tidak! Saya tidak hendak mengatakan bahwa tidak ada makhluk yang mirip manusia sebelum Nabi Adam atau pada saat Nabi Adam hidup. Jika merujuk pada teori Lineus, yaitu teori kemiripan desain. Tentu bisa saja demikian. Monyet itu memang ada kemiripan dengan manusia (Adam), tapi bukan berarti manusia itu keturunan (berkerabatan) dengan monyet. Atau monyet melahirkan manusia. Monyet ya monyet, manusia ya manusia. Kalau ada bukti bahwa manusia keturunan monyet, buktikan kepada saya sekarang juga! Lha, para ilmuwan pada saat ini saja sedang bingung mencari mata rantai yang hilang (missing link). Apalagi orang awam. Misalnya saja ada yang mengatakan bahwa missing link itu adalah manusia purba Neanderthal. Tapi ternyata teori tersebut diruntuhkan sendiri oleh hasil penemuan terbaru. Jadi hingga kini belum ada bukti sedikit pun bahwa missing link itu benar-benar ada. Profesor Phillip Johnson dari Universitas California mengatakan, Teori Darwinisme meramalkan adanya sebuah “kerucut peningkatan keragaman”, yang mana organisme hidup pertama, atau spesies hewan pertama, secara bertahap dan kontinyu menjadi beragam dan menciptakan tingkat taksonomi yang lebih tinggi. Namun catatan fosil binatang lebih mirip kerucut yang terbalik, yaitu banyak filum yang berada di jenjang awal, dan setelah itu semakin berkurang.

Mengenai Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam, itu bukan dongengan atau khayalan orang-orang, tapi berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dan hal ini sudah menjadi jumhur mufassirin atau kesepakatan ahli tafsir. Jadi, Agus Mustofa pakai dalil yang mana? Dan, apakah jumhur mufassirin lebih jelek penafsirannya ketimbang Agus? Jika ilmu agama Agus lebih hebat dari Imam Thabari, Imam Ibnu Katsir, Imam as-Suyuti dan ulama-ulama ahli tafsir lainnya, ya ngga apa-apa. Tapi, siapa sih Agus? Apakah dia telah menghasilkan karya yang serius sebagaimana ulama-ulama tersebut telah menghasilkannya?

Mengapa ayat yang berhubungan dengan penciptaan Adam mengatakan bahwa Adam diciptakan dari tanah, sedangkan ayat lain yang berhubungan dengan bani (keturunan) Adam mengatakan bahwa manusia diciptakan dari air mani yang hina (sperma)? Ini saja sudah membuktikan bahwa Nabi Adam As. itu berbeda dengan keturunannya yang jelas-jelas DILAHIRKAN. Baca ayat: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka.” (QS. al-A’raf: 172). Tidak ada ayat yang secara tegas berbunyi bahwa Nabi Adam dilahirkan sebagaimana ada ayat yang tegas mengatakan bahwa keturunan Nabi Adam itu dilahirkan. Lihat juga QS. al-Hijr: 26, al-A’raf: 12, al-Isra: 61, Shaad: 71. Tentang keturunan Adam diciptakan dari “air mani” dapat dibaca pada QS. al-Ma’arij: 39, al-Mursalat: 20, al-Haj: 5, al-Kahfi: 37, al-Mu’minun: 12-14, Fathir: 11, Yasin: 77, an-Najm: 46.

Dari semua pemikiran Agus tersebut dapat diruntuhkan dengan satu ayat. Ini mungkin sedikit ekstrem, tapi simaklah baik-baik ayat ini: “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah’ (seorang manusia), maka jadilah dia.” (QS. Ali Imran: 59). Mengapa Allah menurunkan ayat ini? Bacalah ayat-ayat sebelumnya. Ayat-ayat itu membantah ketuhanan Isa (Yesus). Jika memang Yesus itu Tuhan atau anak Tuhan karena tidak memiliki bapak, bagaimana dengan Adam yang tidak memiliki bapak dan ibu? Tentu dalam hal ini Adam lebih hebat daripada Yesus dan belum terdengar di telinga kalau ada orang yang menuhankan Adam. Jadi, dari ayat ini secara tegas mengatakan bahwa “NABI ADAM TIDAK DILAHIRKAN TETAPI DICIPTAKAN DARI TANAH.”

 
46 Komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2008 in Refleksi Jiwa

 

Melihat kebaikan dari sisi yang berbeda

Segala sesuatu yang diciptakan pasti memiliki tujuan dan nilai tersendiri. Tugas kita sebagai manusia adalah beribadah untuk mendapat ridha Allah. Bila kita dapat belajar melakukannya, kita dapat belajar mengasuh jiwa kita. Sangat mudah melihat kebaikan Allah dalam indahnya matahari terbit, gemerlapnya bulan dan bintang, senyum manis adik kita, pegunungan yang indah, atau deburan ombak yang menerpa karang dan pantai berpasir. Namun, dapatkah kita belajar menemukan kesucian dalam situasi yang tidak mengenakkan? Melalui cobaan hidup yang berat, tragedi keluarga, atau cobaan hidup?

Sebuah kisah yang dimuat surat kabar nasional menuturkan tentang perjuangan seorang ibu yang anaknya menderita penyakit Autis. Autis adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Sang ibu sangat marah, frustasi, dan kecewa saat tahu anaknya menderita Autis. Namun, dia segera sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kemudian dia mulai mempelajari masalah-masalah yang terkait dengan penyakit Autis. Mulai dari uji pendengaran BERA, EEG, sampai ke CT scan. Dengan penuh kegigihan, dia membawa anaknya itu ke Australia.
Tak ingin ditaklukan keadaan, pencariannya juga merambah ke dunia maya. Lewat internet, ia berkonsultasi dengan pakar Autis di luar negeri. Berbagai terapi dijalani; terapi wicara, terapi okupasi, terapi pendidikan khusus, sampai terapi diet. Dia juga berhasil menyabet gelar master Health Counseling dari Curtin University dan berhasil menulis tiga buah buku tentang Autis. Kejadian itu juga membuatnya untuk lebih dekat dengan anaknya dan juga mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya.
Dari hasil telaahnya, anak Autis memiliki kelemahan dalam pendengaran, tetapi memiliki kelebihan dalam penglihatan. Gayatri – si ibu – kemudian mengeksplorasi kelebihan tadi. Bersama suami, ia memperkenalkan berbagai profesi berdasarkan kelebihan dalam penglihatan. Di kelas enam, Ananda – anaknya yang menderita Autis – mulai menekuni dunia fotografi. Kelak, ia ingin menjadi seorang fotografer. Ananda kini juga sudah mahir berbahasa Inggris.
Sahabatku, betapa agungnya Allah menciptakan semua ini. “(Allah) Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. al-Mulk: 3-4).
Bila hidup diisi dengan rasa rindu untuk melihat kesucian setiap hari, hal ajaib akan mulai terjadi. Suatu perasaan damai merekah. Bila kita sadar dunia ini hadir karena kekuasaan Allah, itu saja sudah memunculkan sesuatu yang istimewa. Bila kita ingat fakta spiritual ini ketika menghadapi orang yang sedang ditimpa kesulitan, hal ini akan memperluas sudut pandang kita. Ini akan selalu membantu kita untuk selalu mengingat Allah, baik dalam keadaan sempit maupun lapang. Kita benar-benar diberkahi untuk melakukan apa yang kita kerjakan.
Di suatu tempat, di dalam kepala kita, cobalah untuk mengingat bahwa ada kebaikan Allah dalam segala hal. Kenyataan bahwa kita tidak bisa melihat keindahan di dalam suatu hal bukanlah berarti keindahan itu tidak ada di dalamnya. Sebaliknya, itu berarti kita tidak cukup cermat mencarinya atau tidak memiliki sudut pandang yang cukup luas untuk melihatnya.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2008 in Refleksi Jiwa

 

Kreativitas

Sejak saya membaca buku “Bengkel Kreativitas” karya Jordan E. Ayan, saya semakin menyadari bahwa saya adalah orang yang kurang kreatif. Salah satu contohnya adalah ketika Jordan E. Ayan mengajukan pertanyaan berikut ini:
“Dalam satu menit, pikirkan semua manfaat yang mungkin didapatkan dari sebuah kaleng kosong. Tulis jawaban Anda pada secarik kertas tersendiri. Cobalah memunculkan sebanyak mungkin manfaat yang bisa didapatkan.”
Menjawab pertanyaan ini, saya menuliskan banyak hal yang tentang kegunaan kaleng kosong, tapi semua jawaban itu ternyata seragam – tak sama tapi serupa. Yaitu menganggap kaleng kosong tak lebih dari sebagai “wadah”.
Dan dengan menggunakan Model Berpikir Kreatif Torrance, ternyata saya dikategorikan sebagai orang yang tidak kreatif. Uji Torrance ini mengukur empat keterampilan kreatif utama yang berkaitan dengan pemikir divergen. Dalam contoh kaleng di atas, jawaban dapat dinilai berdasarkan empat kategori berikut:
  1. Kepiawaian – kemampuan memunculkan banyak ide yang beragam. Dengan kata lain, seberapa banyak ide yang Anda hasilkan secara keseluruhan.
  2. Keluwesan – kemampuan memunculkan ide dalam beberapa kategori. Berapa macam manfaat yang di dapat dari sebuah kaleng kosong? Jawaban yang paling umum adalah sebagai sebuah wadah, namun kaleng tersebut juga bisa digunakan sebagai mainan, perangkat komunikasi, dan banyak lagi.
  3. Keorisinalan – kemampuan memunculkan ide yang unik dan aneh. Jawaban yang terkait dengan kegunaan yang sudah umum tidak akan mendapatkan nilai. Kegunaan unik, seperti “kaleng kosong untuk boneka” akan diberi nilai dua poin.
  4. Pengembangan – kemampuan menambahkan detail atau memperluas kegunaan benda yang dimaksud. Ide yang mengharuskan dilakukannya penambahan atau perubahan bentuk akan mendapatkan tambahan nilai. Misalnya, jika suatu ide mengharuskan kaleng tersebut dicairkan, dilebur, dicat, atau bahkan dikombinasikan dengan kaleng lain, nilai yang di dapat akan lebih tinggi lagi.

Jordan E. Ayan juga menanyakan pertanyaan yang sama pada anak-anak dan membandingkan jawaban anak-anak tersebut dengan jawaban orang-orang dewasa. Beliau menyimpulkan bahwa jawaban anak-anak lebih kreatif ketimbang jawaban orang dewasa. Seperti inilah jawaban anak-anak yang duduk di kelas dua SD: Sarang serangga, Sarang semut, Topi untuk boneka, Kolam renang boneka barbie, Telepon, Alat musik, Bank, Untuk mainan bola sepak, Mesin cuci untuk orang kerdil, Lebur dan “ubah” menjadi Power Ranger.

Bagi saya, jawaban anak-anak ini begitu mengejutkan, terkesan aneh dan lucu. Dan mungkin kebanyakan orang dewasa setuju dengan pendapat saya ini. Tapi disitulah letak masalahnya, kita cenderung memandang aneh dan lucu hasil sebuah kreativitas. Kita sudah menertawakan orang yang aneh dan lucu tersebut, padahal mereka adalah orang-orang yang telah menggunakan akalnya sebagaimana mestinya.

Pada akhirnya – karena takut dipandang gila, takut dihina, takut ditertawakan, takut gagal, dan ketakutan-ketakutan lainnya – kita tidak mau lagi berpikir kreatif atau memaksimalkan pikiran kreatif kita. Sehebat-hebatnya ide dan gagasan kita, banyak tapi serupa. Ide dan gagasan kita belum sampai pada tingkat orisinalitas apalagi mampu mengembangkannya dalam bentuk yang lain. Ide dan gagasan kita hampir tak lebih dari “plagiat” dari ide kreatif orang lain.

Ketika saya menyadari kekurangkreatifan saya, saya kembali mengingat masa kanak-kanak saya dulu. Saya belajar merangkak, kemudian berdiri, berjalan, jatuh, berjalan lagi, jatuh lagi. Entah sudah berapa kali saya jatuh, mungkin terbentur suatu benda, hingga akhirnya saya dapat berjalan dengan baik. Pada saat itu saya benar-benar merasa menjadi orang yang kreatif dan tak kenal lelah dalam berjuang. Tapi kini setelah dewasa, semua itu seolah terkubur dalam diri saya sendiri.

Pada saat saya belajar berjalan itu, antara jatuh-bangunnya saya, orang terdekat dengan saya mengapreasiasi secara positif usaha saya. Namun setelah dewasa, sedikit demi sedikit apresiasi itu berkurang. Apalagi ketika saya “jatuh” yang hadir hanya teguran keras atau kesan-kesan negatif lainnya.

Tapi itu masa lalu saya. Bukan saatnya lagi mengeluh. Yang lalu telah berlalu! Saya memikirkan masa depan saya. Jika Allah mengizinkan, saya akan merawat dan mendidik anak saya sebaik-baiknya. Saya akan memberi “energi-energi” positif pada dirinya, sehingga kreativitas yang dia miliki selagi kecil sama besarnya ketika dia telah dewasa.

Setelah saya membaca lebih lanjut buku Jordan E. Ayan tersebut, saya menyadari, tampaknya kejadian yang saya alami juga terjadi pada banyak orang. Menurut hasil riset menandaskan bahwa kreativitas mulai hilang pada masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Salah satu kajian mencerminkan kemampuan memunculkan ide orisinal. Nilai perbandingan jawaban “orisinal” (unik) dan “standar” (biasa) yang dihasilkan adalah sebagai berikut:Umur 5 atau kurang 90 % keorsinalanUmur 7 20 % keorsinalanOrang dewasa 2 % keorsinalan.

Tingkat keorsinalan kita hanya 2 %? Sungguh mengagetkan karena tidak kita sadari sebelumnya. Kita telah mengubur kreativitas kita. Mungkin kita hanya memberi sedikit nafas lagi bagi kreativitas itu. Tapi terlihat seperti orang mati. Angka 2 % menunjukkan angka yang mendekati 0. Dan kalau sampai menyentuh angka 0, habislah kita. Kita akan tertinggal jauh dari orang lain. Dan dalam lingkup internasional, kita akan dengan mudah dijajah oleh bangsa lain. Mau diperbudak? Ngga kan? Nah, mulai dari sekarang mari kita berusaha menjadi orang yang kreatif!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2008 in Refleksi Jiwa

 

Obat Hati

Mata yang mengantuk mungkin dapat diobati dengan tidur, namun hati yang resah gelisah tidak dapat diobati kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Orang-orang saleh hatinya merindu untuk selalu bersama Allah. Seperti orang yang jatuh cinta, selalu terbayang wajah sang kekasih. Kerinduannya yang mendalam membetot dirinya masuk ke dalam lingkaran ibadah dan munajat yang hampir tidak terputus. Mereka sedikit sekali tidur.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabb-nya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezeki yang Kami berikan.” (QS. as-Sajdah: 15-16).

Kata tatajaafa (jauh) berasal dari kata jafwah yang mengandung arti bahwa lambung mereka tidak menyukai tempat tidur. Mereka tidak tahan jika berada di tempat tidur. Karena, kerinduan kepada Allah Swt. telah menyebabkan mereka resah dan tidak tenang, di mana keresahan dan ketidaktenangan itu hanya dapat dihilangkan dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan berada di hadapan-Nya.

Di saat orang lain terlelap tidur, dia menangisi dosa-dosanya, meratap penuh belas kasihan akan ampunan dan rahmat Tuhannya. Berdiri shalat, membaca al-Quran dengan khusyu, dan berdzikir dalam keheningan malam. Matanya sembab. Hatinya gerimis. Ia berusaha menahan tangis karena takut ada orang yang mendengarnya, tapi tidak bisa! Ia begitu takut sekaligus mencintai-Nya. Tangisannya meledak seperti halnya bendungan air yang jebol maka keluarlah air dengan deras. Suaranya tidak bisa lagi ditahan. Suaranya terdengar bukan lagi karena ingin mengharapkan pujian, tapi benar-benar larut dengan perasaan yang mendalam. Hanyut dalam air sungai mahabbah dan muhasabah.

Di saat orang lain mengigau karena bermimpi, dia melafazkan dzikir, “Ya Allah… Ya Rahman… Ya Rahim…” Dia tenggelam dalam dzikir itu. Dia teringat pada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Nikmat-Nya begitu banyak tercurah padanya, namun begitu sedikitnya dia bersyukur. Airmatanya kembali tumpah. Dirinya semakin rindu dan cinta kepada-Nya. Tuhannya tidak pernah meminta kepada hamba-hamba-Nya, tetapi selalu memberi, memberi, dan memberi. Apakah engkau sangka apa yang diperintahkan dan dilarang-Nya adalah untuk-Nya? Tidak! Semua itu adalah untuk kita; untuk kebaikan hamba-hamba-Nya. Inilah kekasih hati yang sudah seharusnya mendekam di hati. Kekasih-kekasih dunia tercabut dari akarnya. Yaitu kekasih uang dan materi. Kekasih perbudakan pada selain-Nya. Kekasih kepalsuan dan kemunafikan. Semua itu menyingkir, tunduk, kalah. Hati hanya dipenuhi dengan cinta Ilahi.

Cobalah engkau melakukan shalat tahajud selama seminggu, mintalah pertolongan kepada-Nya selama itu, dan aturlah waktu seminggu itu dengan baik, niscaya engkau akan menikmati hasilnya sepanjang hidupmu.

Penutup dari rangkaian ayat-ayat as-Sajdah di atas adalah firman Allah Swt. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. as-Sajdah: 17).

Lihatlah akhir yang membahagiakan yang telah menantimu!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2008 in Refleksi Jiwa