RSS

Seputar Trinitas

11 Nov

Sebenarnya ajaran trinitas tidak dikenal di dalam agama Kristen itu sendiri. satu-satunya ayat yang dianggap mendukung doktrin trinitas adalah Kitab Yohanes pasal 5 ayat 7: “Sebab ada 3 yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; ketiganya adalah satu.”

Ayat trinitas ini dianggap palsu dalam The Holy Bible New International Version hl. 1242. Disebutkan didalamnya, bahwa ayat ini “not found in any Greek manuscript before the sixteenth century” (tidak dijumpai dalam naskah Yunani sebelum abad ke-16).

Jika doktrin trinitas tidak terdapat dalam kitab suci, berarti trinitas bukan ajaran Tuhan. Melalui pengetahuan sejarah akan tersingkap bahwa trinitas adalah buatan manusia biasa.

Doktrin trinitas diciptakan jauh setelah Yesus tidak ada di dunia, yaitu pada konsili Konstantinopel tahun 381 M yang diadakan oleh Kaisar Theodosius untuk merevisi Konsili Nicea 328 M. Konsili ini melahirkan formula trinitas yang dikenal dengan pengakuan Iman Nicea Konstantinopel (Credo Niceano Constantinopolitanum), yang oleh umat Kristen saat ini dikenal dengan sebutan “12 pengakuan Iman Rasuli” atau “Sahadat Iman Rasuli”. (DR. R. Soedarmo, Ikhtisar Dogmatika, BPK Gunung Mulia, Jakarta, Cet. X, 1996, hlm. 123; Bernhard Lohse, Pengantar Sejarah Dogma Kristen (pent. Dr. A. A. Yewangoe), BPK Gunung Mulia, Jakarta, Cet. II, 1994, hlm. 81). Isinya adalah berikut ini:

“Aku percaya kepada satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi, segala yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, yang lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman, Allah dari Allah, terang dari terang, Allah yang sejati dari Allah yang sejati, diperanakan bukan dibuat, hakikat dengan Sang Bapa…”

Pengakuan Iman Rasuli yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah yang sejati dan sehakikat dengan Allah adalah tidak berdasar sama sekali dalam kitab suci. Bahkan kontradiktif dengan kitab suci Kristen sendiri: “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah.” (Yesaya 45: 5-6).

Dalam Matius 4: 10 tertulis bahwa Yesus pun mengajarkan kepada Iblis untuk bertauhid (mengesakan Allah): “Maka berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Meski tidak mengamalkan keyakinannya, tapi Iblis tahu bahwa Yesus bukan Tuhan karena Yesus mengajarkan bahwa Tuhan itu hanya Allah saja. Maka suatu ironi yang besar jika orang yang mengaku pengikut Yesus tidak mengetahui tauhid ajaran Yesus. Apakah berarti Iblis lebih pandai daripada manusia yang tidak bertauhid?

Al-Quran sendiri telah meluruskan penyimpangan kaum Kristen ini. Allah berfirman, “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam’, padahal al-Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. al-Maidah: 72).

Salah satu yang membedakan Islam dan Kristen terletak pada ajaran ketuhanan. Dalam pandangan Kristen, wujud dari kasih sayang Tuhan, Dia menjelma menjadi manusia Yesus yang turun ke dunia untuk menebus dosa manusia. Tuhan Kristiani Maha Tahu, karena tuhan pernah menjelma menjadi manusia untuk merasakan bagaimana rasanya “mati”.

Menurut orang Kristen, Tuhan dalam Kristiani lebih Maha Tahu dibandingkan dengan Tuhan dalam Islam, karena Tuhan Kristiani pernah merasakan mati, sedangkan Tuhan dalam Islam tidak demikian.

Benarkah Yesus Tuhan? Menurut al-Quran, Yesus jelas bukan Tuhan. Kafir hukumnya mengatakan Yesus itu Tuhan (QS. al-Maidah: 72). Sedangkan menurut Alkitab, fakta-fakta dalam berbagai ayat menjelaskan, Yesus adalah murni manusia yang memiliki sifat-sifat emosional manusiawi. Yesus minta pertolongan (Matius 27: 46), susah hati (Matius 26: 38), menangis (Yohanes 11: 35), ketakutan (Lukas 22: 44), kelaparan (Matius 21: 18), diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh (Markus 10: 34).

Di samping itu, Yesus juga dikendalikan oleh Tuhan, mendengar firman Tuhan, bersyukur dan berdoa kepada Tuhan. Yesus dikendalikan Tuhan. “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5: 30).

Yesus berdoa kepada Tuhan (Lukas 5: 16; Lukas 22: 41, 45: Matius 26: 36). Ketergantungan Yesus kepada Tuhan ini menunjukkan bahwa Yesus benar-benar manusia yang sama sekali berbeda dengan Tuhan.

Choan Seng Song, Direktur Sekretariat Komisi Iman dan Tata Gereja di Dewan Gereja-Gereja Sedunia (WCC) dalam bukunya The Compassionate God (edisi Indonesia: Allah Yang Turut Menderita) melukiskan tragisnya kematian Yesus di tiang salib. “Dan kematian Yesus bukanlah suatu kematian biasa. Ini adalah suatu kematian penuh aib pada salib yang mengerikan. Ini adalah penghinaan terhadap seluruh pengajarannya tentang kebaikan dan keindahan. Ia membuat semua perkataannya tentang kehidupan yang kekal tidak masuk akal. Ia mengakhiri pengharapan akan kedatangan kerajaan Allah di muka bumi. Kematian pada salib adalah kematian yang mutlak.” (hlm. 125).

Menurut Alkitab (Bibel), Yesus mati di atas salib menyerahkan nyawanya kepada Tuhan. Inilah yang dikenal dengan istilah The Dead Theology. “Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku.’ Dan sesudah berkata demikian dia menyerahkan nyawanya.” (Lukas 23: 46).

“Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut.” (Timotius 6: 16).

Ayat ini jelas menegaskan bahwa karakteristik Tuhan tidak takluk kepada kematian. Karena Yesus menurut Alkitab telah mati. Kalau begitu, Yesus bukanlah Tuhan.

Islam Meluruskan
Islam mengajarkan bahwa Allah Yang Maha Pencipta (al-Khaliq) memiliki nama-nama yang baik (al-Asma al-Husna), di antaranya adalah Maha Hidup Abadi (al-Hayyu), Maha Mengatur alam semesta (al-Qayyum). Allah juga memiliki sifat Maha Mengetahui (al-Alim). Karena Allah menciptakan makhluk, otomatis Dia Maha Tahu atas aktivitas makhluk-Nya. Jadi, untuk mengetahui bagaimana rasanya menjadi manusia, Allah tidak harus menjelma menjadi manusia. Segala ilmu dikuasai Allah. Allah Maha Tahu atas segala yang kelihatan dan yang gaib. “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al-Mu’min: 19).

Allah Swt. Adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Tapi, Islam tidak membenarkan keyakinan Kristiani bahwa karena Allah Maha Kuasa, Dia bias saja berubah wujud menjadi apa saja (Matius 27: 50); Markus 15: 37; Lukas 23: 46; Yohanes 19: 30).

Karena, selain memiliki sifat al-Hayyu yang mustahil bisa mati, sifat Allah juga berbeda dengan makhluknya. “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah).” (QS. Al-Ikhlas: 4).

Perbedaan Islam dan Kristen dalam hal ketuhanan sangat kontras. Karena Kristen tidak mengajarkan adanya al-Asma al-Husna. Sehingga banyak sekali sifat-sfat aneh Tuhan dalam Alkitab. Misalnya, Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24: 10), Tuhan kelihatan punggung-Nya (Keluaran 33: 23), Tuhan ragu (Kejadian 18: 17), Tuhan pelupa sehingga tidak ingat alas kaki-Nya ketika marah (Ratapan Yeremia 2: 1), Tuhan mencukur kepala dan bulu paha (Yesaya 7: 20), Tuhan mengaum suatu pekik seperti pekikkan pengirik-pengirik buah anggur (Yeremia 25: 30), Tuhan bersiul (Zakharia 10: 8), dan sebagainya.

Iklan
 
7 Komentar

Ditulis oleh pada November 11, 2008 in Kristologi

 

7 responses to “Seputar Trinitas

  1. CosmicBoy

    November 17, 2008 at 2:46 pm

    Saya heran bilamana membaca tulisan sdr, sedemikian dangkal sdr tentang agama saya. Tidak mengapa? Kalo sdr seorang yang jujur, ikhlas, dalam agama saya ada jawapan atas kekeliruan anda. Asal kan hati kita terbuka, minda kita terbuka, dan bertekad untuk diskusi secara ilmiah, pasti sdr akan faham, pasti ada jawapan. Tiada usaha saya untuk convert sdr, sdr tidak perlu yakini, imani, cuma ada semacam pengertian, pemahaman bahawa tritunggal bukan sautu istilah yang memperkosa keesaan Allah, malahan memurnikannya, membawa kita dekat dengan Allah, mengenali-Nya secara peribadi, akrab dan mesra.

    Tulis sdr,
    Sebenarnya ajaran trinitas tidak dikenal di dalam agama Kristen itu sendiri. satu-satunya ayat yang dianggap mendukung doktrin trinitas adalah Kitab Yohanes pasal 5 ayat 7: “Sebab ada 3 yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; ketiganya adalah satu.”

    Saya jawab
    Sdr salah, ‘Trinitas’ dalam bentuk kalimat memang tiada dalam Al-Kitab bukan konsep ‘Trinitas’ itu sendiri. Konsep atau pemahaman ‘Trinitas’ sememangnya ada dalam Ak-Kitab dan saya akan tunjuki ayat2nya nanti. dan perlu diperingatkan bahawa tidak semesti kalimat itu tiada dalam Al-Kitab, maka ia tidak benar. Kalimat ‘tauhid’ juga tidak ada dalam Al-Quran, apakah sdr berani katakan keesaan Allah tidak diajar dalam Al-Quran? Tanpa kalimat ‘tauhid’ pun orang Islam beriman kepada keesaan Allah kan. Nah, sama hal juga dengan keyakinan saya. Dan sdr juga salah tentang Yuhana, petikan di atas bukan Kitab Yuhana 5:7 tapi Surat Pertama Yuhana 5:7. dan petikan ini bukan satu2nya yang bisa menunjukkan kewujudan konsep ‘Trinitas’ dalam Al-Kitab saya, bahkan banyak lagi ayat dan saya sama sekali tidak bergantung kepada 1 ayat ini.

    Sdr tulis,
    Ayat trinitas ini dianggap palsu dalam The Holy Bible New International Version hl. 1242. Disebutkan didalamnya, bahwa ayat ini “not found in any Greek manuscript before the sixteenth century” (tidak dijumpai dalam naskah Yunani sebelum abad ke-16).

    Saya jawap,
    Ayat yang sdr petik bukanlah ayat palsu, itu tuduhan dan pandangan sdr. Sy tidak terikat dengan pandangan sdr. Saya hanya terikat dengan pandangan sarjana2 Al-Kitab (dlm hal ini PB) yang ada kredibilitas, rasmi dan muktabar (diperakui kesarjanaannya secara rasmi oleh pihak kepimpinan Gereja dan dunia keilmiahan). dan dalam hal ini dunia kesarjanaan agama kamilah yang paling jujur dan ikhlas. Kalo itu tidak berasal dari naskah tertua maka perlu dikeluarkan dari Al-Kitab atau diberi tanda kurung (tujuannya bagi menunjukkan bahawa ayat ini bukanlah Firman Allah dan hanya disisip untuk tujuan pemahaman, pnegertian lebih absah) dan tanda nota kaki (memaklumkan pembaca bahawa ayat ini tidak terdapat dalam naskah tertua maka bukan Firman Allah namun berfaedah untuk pemahaman keseluruhan konteks penulisan tersebut). Nah, inilah kejujuran pihak kami, kesarjanaan kami. Tidak seperti Al-Quran yang saya miliki dan baca, banyak sekali tanda2 kurung bahkan lebih dari ayat itu sendiri! Langsung tiada nota kaki mengapa frasa atau kalimat itu ada pada ayat2 dlm Quran. Tidak ada ayat ini dalam naskah tertua tidak perlu dipermasalahkan. Mengapakah? Kerana ayat ini disisip pada abad ke-16 untuk menambahkan penjelasan dan pemahaman pembaca tentang konteksnya bukannya untuk mendukung kepercayaan Allah tritunggal. Konsep tentang Allah tritunggal udah ada dong sebelum diciptakan langit dan bumi, bahkan alam jagad ini. Sudah ada sebelum setitik zarah, jirim tercipta. Allah tritunggal ada dengan sendiri-Nya. Dia bukan ada pada abad ke-16. Bukan ada kerana wujudnya ayat 1 Yuhana 5:7. Allah tritunggal tidak pernah ‘menjadi’ dan ‘dijadikan’ oleh manusia. Dia ada kerana Allah memperkenalkan-Nya, Allah yang Maha Esa dalam sejarah manusia memyatakan-Nya, dan berkehendak mengungkapkan-Nya kepada manusia bahawa Dia adalah Allah Khalik Pencipta yang dalam bahasa manusia disebut Bapa, dan Dia rela, senang dengan sebutan, sapaan Bapa kerana Bapa bermaksud Sumber, Asal, Intipati, Pelindung, Pemeliharaan, Al-Abb’ (Arab), Har-Abbi’ (Ibrani) atau Hon Pater (Yunani). Dan Allah yang Maha Esa ini bukanlah Allah yang sempurna bahkan cacat dan aneh bilamana Dia tidak bisa berfirman. Dia akan jadi Allah yang bisu! Allah yang berfirman ialah Al-Kalimat, Kalimatullah. Ketika Dia menjadikan segala sesuatu, bahkan zarah dan jirim, Dia ber-Firman, Firman atau Kalimat yang Dari-Nya mengerjakan apa yang diperintahkan. Kalimat menyatu dalam Diri Allah yang Maha Esa kerana Dia adalah hakikat dari zat Allah. Itulah sebabnya Yuhana dalam Injilnya menulis “Pada mulanya adalah Firman (Al-Kalimat), Firman itu bersama-sama Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Al-Injil, Yuhana 1:1) Siapakah Dia ? Al-Kalimat yang telah al-tajasad, mengambil sosok manusia, diberi nama Yesus dan digelar Kristus (Har-Masyiyah). Bilamana Yesus menjalankan kehidupan sehari2 sebagai manusia, diutus, dijadikan Nabi dan Rasul, makan, minum, dicerca, diugut, diadilan, capek, disalib bahkan mati ya mati dikayu salib, kan itu wajar kerana itu sisi, hakikat insani-Nya, manusiawi-Nya. lalu apa yang diherankan kalo Dia mati? Lho, kan yang mati itu sosok tubuh manusiawi-Nya yang fana, kan yang disalib sosok tubuh manusiawi-Nya, kan yang berseru-seru: Ya Allahku, Ya Allahku, janganlah Engkau meninggalkan Aku” kan itu wajar, itu kan hakikat manusiawinya. Tubuh insani, yang fanalah yang mati bukan Allah. Allah tak bisa dibunuh, tak bisa mati, tidak pernah mati dan tak akan mati. Itu bukan sifat-Nya. Dia kekal, Dia abadi! Tiada siapa yang bisa membunuh Allah. Ingat, yang mati ialah tubuh insani-Nya yang fana. Kan itu wajar sebab, seperti manusia yang lain, semua akan mati, Tubuh-Nya juga akan mati, dan dalam hal ini, sesuai dengan maksud dan tujuan-Nya ke dunia ini, Dia rela mati untuk melakukan kehendak Bapa-Nya sebagai seorang insan, hamba yang bersifat manusia. Dia rela untuk mati dalam rangka menyempurnakan rencana Bapa dan misi Bapa. Nah, bilamana Dia mengambil tubuh manusia, apakah Al-Kalimah telah hilang keilahian-Nya. Adakah Dia kehilangan zat dan sifat2 keilahian-Nya. Apakah Dia hilang kemahakuasaan-Nya, kehahabesaran-Nya, kemahasucian-Nya, kemahamuliaan-Nya? Tidak, sama sekali tidak! Setitik pun Dia tidak hilang zat dan sifat2-Nya sebagai Allah. Dia tetap Allah, dulu, sekarang dan selama-lama-Nya. Bahkan kalo ada ayat2 yang menyatakan kemahatahuan dan memang banyak(Dia tahu isi hati musuh2-Nya, Dia udah tahu siapa pengkhianat-Nya, Dia udah tahu niat jahat dan rencana musuh2-Nya), kan itu menyatakan bahawa Dia Allah, zat dan sifat2-Nya sesudah memakai tubuh manusia tidak hilang. Begitu juga dengan kemahabesaran dan memang banyak (Dia menghentikan badai dengan kuasa-Nya sendiri; membangkitkan orang mati dengan kuasa-Nya sendiri; membuat orang buta melihat dengan kuasa-Nya sendiri dll). Nah, bukankah jelas dan terang bahawa udah wujud keesaan Allah tritunggal sebelum dunia dijadikan, sebelum setitik zarah dan jirim diciptakan. Allah tritunggal bukan bikinan Gereja, bukan usaha manusia untuk menuhankan manusia, bukan inisiatif manusia untuk mengenal Allah dalam rangka pemikiran manusia. Tidak, Allah tritunggal ADA dengan sendiri-Nya, WUJUD dengan sendiri-Nya, dan Dialah yang menyatakan, berkenan menyatakan, berkehendak menyatakan , memperkenalkan Diri-Nya seperti ADANYA diri-Nya, dalam tiga hakikat, Al-Abb, Al-Kalimat dan Ruhul Yang Maha Qudus.

    …continue

     
  2. indrawidjaja

    November 18, 2008 at 2:52 am

    mohon maaf sebelumnya, saudara cosmic boy, saya dahulunya adalah frather yang belajar dan dibesarkan disebuah bruderan yang berada dibawah yayasan santo ignatius, di Ambarawa, Jawa tengah, Indonesia, pendidikan saya secara formal memang banyak mempelajari alkitab dan juga bibel, baik holy bible, The New Century Bible, Hand book bible, dan kami di bruderan intensif belajar alkitab pagi siang dan sore, namun untuk anda ketahui, kristen identik dengan doktrin, pertanyaan saya seputar trinitas dan ke tuhanan yesus tak terjawabkan sampai kapanpun, dan yang bruder saya jawab selalu inilah dogma dari vatikan, jangan melawannya, karena akan menimbulkan dosa, dan begitulah ajaran yang saya terima dan mereka (para bruder, uskup, maupun kardinal sekalipun), seperti pertanyaan tentang,” apakah yesus nabi atau tuhan? pengakuan manakah yang dapat dibuktikan dalam alkitab” dan jawaban yang saya dapatkan dari seorang master theology Greg Herrick Th.M., Ph.D, yang menyatakan bahwa alkitab seutuhnya hanya menceritakan tentang perjalanan yesus, dan pengakuan yesus di injil Yohanes (Indo Bibel) pasal 17 ayat ke 3 yang bunyinya mentakanan (kurang lebih) “dan inilah hidup yang kekal, mereka yang mengenalmu sebagai Allah yang kekal dan mereka mengenal aku sebagai utusan-Mu”, ini membuktikan yesus adalah nabi, sama seperti Adam, Daud, Musa dan nabi lainnya, dan di alkitab perjanjian lama, terdapat injil Daniel, dan dalam daniel terdapat banyak sekali nubuat (Ramalan) yang digenapi oleh Allah, salah satunya adalah akan muncul juruslamat setelah yesus, dan yesus pun kalau kita melihat di the handbook of bible disebutkan pada masa kecilnya sebagai ISAI bukan yesus kecil atau apapun, dan inilah nama aseli yesus, ISAI, yang kemudian dirubah pada tahun 600 an menjadi yesus, so, jadi nama yesus adalah merupakan nama penyesuaian yang diberikan manusia,
    regards

     
  3. CosmicBoy

    November 21, 2008 at 10:03 am

    Sdr Indra,

    Saya tidak kena kamu dan latar belakang kamu. Dan janganlah ceritakan kisah hidup sdr kepada saya. Saya udah banyak kali posting netter2 Islam dan hal2 sebegini tidak asing bagi saya. Ini salah satu cara dakyah anda. Di negara saya, usaha-usaha ini disajikan kepada kami siang & malam, dlm radio, telivisi, koran dll. Iman saya tidak tergoncang. Kerana apa? Kerana kesaksian2 seperti anda jelas direka2; ini dapat dilihat bilamana ungkapan iman dan akidah dulu yg dikatakan dianut sdr, baik Katolik mahupun Protestan, saya tidak ketemu secara tuntas dalam iman percaya mereka. Malah, kehidupan agama dan pemikiran agama tampaknya aneh dan sungguh lucu. Ini, tidak lain tidak bukan, sekadar mahu mendiskreditkan agama saya, menjelek2 agama saya. Enggak apa, saya manusia terbuka. Tapi, tolonglah, sajikan diskusi2 yang ilmiah dan bukan bersifat dakyah, berat sebelah, distorsi lantaran mahu jadi jogaan agama. Diharapkan saudara bukan gitu.

    Wasalam.

     
  4. CosmicBoy

    November 21, 2008 at 10:42 am

    Persoalan:
    saya secara formal memang banyak mempelajari alkitab dan juga bibel, baik holy bible, The New Century Bible, Hand book bible, dan kami di bruderan intensif belajar alkitab pagi siang dan sore, namun untuk anda ketahui, kristen identik dengan doktrin, pertanyaan saya seputar trinitas dan ke tuhanan yesus tak terjawabkan sampai kapanpun,

    Tanggapan:

    Inilah yang dikatakan ‘kesalahan perbandingan’ kerana upaya sdr untuk menceritakan hidup sdr kepada saya supaya saya tertarik dan mengikuti ‘agama baru’ saudara. Suatu kehidupan baru bukanlah kebenaran dan bukan hal yg memenuhi ciri kebenaran. Maaf, kisah sdr saya tidak tertarik dalam diskusi ilmiah ini.

    Persoalan sdr abstrak. Apa yg saudara tolak tak semestinya saya tolak walaupun sdr ingin memperlihatkan saya bhw sdr banyak mengaji Al-Kitab dan belajar doktrin; satu uapay untuk menyakinkan saya bhw sdr org kuat Kristen bisa aja meninggalkan Kekristenan dan peluk Islam, mengapa sih tidak saya, tidak orang2 Kristen yg lain. Lho, salah kaprah cara perbandingan sdr.

    Pertanyaan tidak dijawab bukan semestinya bukan suatu kebenaran. Apakah sdr udah tahu, sempurna terjawab semua persoalan2 sdr dlm Islam termasuk perkara2 ghaib! Lho, pengetahuan kita tentang Allah, tidak bisa diukur, saya sendiri tidak berana katakan sy tahu 0.5%. Entah, sdr berapa. Sdr rasa persoalan tentang Allah telah terjawab selepas memahami Allahnya Islam, sy tanya sdr, berapa persen?

    Dan tentang “Trinitas” dan “ketuhanan Yesus” itukan doktrinnya org Kristen. kalo mahu tahu, sumbernya kan Al-Kitab. Yang ahli kan org2 yang diudah ditauliahkan, diangkat, diperakui oleh Gereja secara rasmi. kalo mahu menginterpretasikan “Trinitas” dan “ketuhanan Yesus” menurut kaca mata Islam, mana ada titik temunya. jangan katakan “Trinitas”, malahan konsep Allahnya org Kristen dan Islam berbeda. Mahalah, makna dan pengertian Tuhan pun berbeda antara kita. Mana mungkin ada kejujuran, keikhlasan. Bisa bikin binggung, celaru, keliru, distorsi malahan pemutarbalikkan! Standard dan patokan anda pakai dalam mengukur Allah saya, bisakah juga saya pakai untuk Allah sdr. Tidak bisa kan. Coba kalo enggak percaya. Nah, bagi kami, Alahnya org Islam dahalunya ‘dewa bulan”, Ilah yang paling tinggi antara semua ilah yg disembah zaman jahiliah. Mahu saya lanjutkan? Pasti sdr kata, tidak benar, tidak berdasarkan fakta, Allah swt adalah Tuhan yang Esa dll. Sdr pertahankan bermati-mati, pake nalar, pakai fakta tapi saya kata tidak benar, ini salah, memamg lho Allah sdr dewa bulan dll, saya puter2, saya distorsikan., lantaran sdr heran, kenapa sih Si Cosmic, udah dijelasin, masih keras kepala! Mengapa hal ini bisa berlaku. Karna asasnya yang tidak ada, saya reka2. Nah sama hal aja dengan Allah Tritunggal, bukan Tiga Allah tapi Satu Zat Allah yang pada asas-Nya, keberadaan-Nya adalah Tiga. Tiga ini Ada dengan Sendiri-Nya, karna adalah Satu Zat Allah sendiri. Inilah ajaran Kristen sebenar. Tapi kalo sdr distorsi, nyeleweng, putarbalikkan apa yg diimani secara rasmi & wajar dengan versi sdr, kaca mata sdr, nalar sdr, hal inilah yg membawa kepada kecelaruan, kebinggungan dan distorsi; bukan bagi kami tapi sdr2.

    …sambung

     
  5. CosmicBoy

    November 22, 2008 at 10:22 am

    Sdr tulis;

    Jika doktrin trinitas tidak terdapat dalam kitab suci, berarti trinitas bukan ajaran Tuhan. Melalui pengetahuan sejarah akan tersingkap bahwa trinitas adalah buatan manusia biasa.

    Jawap saya;

    “Jika” menunjukkan bahawa ada asumsi, kemungkinan bhw ajaran “Trinitas” ada dlm Al-Kitab. Kalo ada dalil2, maka sdr percya ia berasal dr Al-Kitab, kalo enggak, sdr bilang ajaran “Trinitas” bukan ajaran Allah. Tantangan ini sy terima. dan karna sdr sarankan kenyataan ini harus berdasarkan Al-Kitab maka saya akan petik beberapa ayat Al-Kitab untuk mendukung adanya konsep keesaan Allah yang memiliki Tiga Hakikat/Peribadi yg disebut dalam bahasa manusia “Trinity”. Tapi sebelum itu, ada baiknya saya menguraikan secara ringkas dan mudah apa yg orang Kristen faham dengan konsep Allah Tritunggal.

    01. secara literal: “Tri” bermaksud Tiga; “Unity” bermaksud Satu

    02. Dalam bahasa Indon/Melayu, bila diterjemahkan ialah Tritunggal yg sama pengertiannya di atas.

    03. Maka Trinity dalam bahasa yg mudah difahami ialah Tiga-Satu , itu saja. Konsep ini cuma bererti dan boleh didefinisikan kalo kita menjadikan Al-Kitab sebagai asas dan sandaran. Tanpa Al-Kitab, kita enggak tahu apa ertinya Tiga-Satu (Trinity).

    04. Dalam Al-Kitab, para sarjana Al-Kitab menemukan ayat seperti berikut:

    Allah adalah satu, esa

    “Dengarlah Wahai Bani Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Satu.” (Kitab At-Taurat, Al-Tasniyah (Ulangan) 6:4)

    Ayat ini juga diulangi oleh Yesus dalam Al-Injil, Markus 12:29, lantaran menunjukkan bhw Yesus melanjutkan ajaran keesaan Allah kepada para pengikut-Nya. Allah yg diimani org Kristen adalah Satu, Esa. Ini tidak bisa dikompromi. Kami menganut monoteisme iaitu kepercayaan/menyembah satu Allah.

    Tapi, para sarjana juga menemukan ayat-ayat berikut:

    Allah adalah Bapa

    “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Ya Bapa, dikuduskanlah nama-Mu” (Al-Injil, Lukas 11:2)

    “…namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, iaitu Bapa…” (1 Al-Kurintiyyah 8:6)

    Allah adalah Al-Kalimah (Firman) yg juga dikenali dengan nama Anak atau Anak Allah atau Yesus Kristus

    “Pada mulanya adalah Firman (Al-Kalimah), Firaman (Al-Kalimah) itu bersama-sama Allah dan Firman (Al-Kalimah) itu adalah Allah.” (Al-Injil, Yuhana 1:1)

    “Surat dari Syimun Butrus (Simon Petrus), hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh kerana keadilan Allah dan Al-Mukhalis kita, Yesus Kristus.” (2 Butrus 1:1)

    “Sesungguhnya Aku (Yesus) datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalasnya kepada setiap orang menurut amalnya. Aku adalah Al-Awal dan Al-Akhir, Yang Pertama dan Yang Terkemudian.” (Wahyu 22: 12)

    Allah adalah Roh yang Maha Suci

    “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Dan bumi belum berbentuk dan hampa dan gelap gulita menutupi angkasa raya, dan Roh Allah bergerak di atas permukaan air.” (Kitab At-Taurat, Takwim 1:1-2)

    “Sabda Yesus: Allah adalah Roh dan barangsiapa menyembah Allah haruslah menyembah dalam roh dan kebenaran.” (Al-Injil, Yuhana 4:24)

    “Tetapi Butrus berkata: Wahai Ananias, mengapakah hatimu dikuasai Iblis sehingga kamu mendustai Ruhul Qudus…Kamu bukan mendustai manusia tetapi mendustai Allah.” (Al-Kisah 5:1-6)

    Kita perhatikan, Al-Kitab dengan tegas mengajar keesaan Allah dan ini tidak bisa dikompromi. Sesungguhnya Allah adalah Satu, Esa, Tunggal. Lantaran itu wajar kan kalo konsep Allahnya orang Kristen, Satu, Esa. Lalu jangan buat tuduhan2 liar dan tidak berasas bhw orang Kristen politeisme, menyembah lebih dari satu Allah padahal asas kepada kepercayaan keesaan Allahnya orang Kristen ialah Al-Kitab, terang, jelas dan enggak perlu dipersoalkan.

    Sementara kita ketemu ayat-ayat yang menjunjung dan mengangkat Allah ke tahap keesaan ; pada saat yang sama ayat-ayat Al-Kitab juga menyatakan Bapa, Al-Kalimah dan Roh yang Maha Suci sesungguhnya, pada hakikat-Nya adalah Allah. Satu Zat Allah dinyatakan, diperkenalkan, dimanifestasikan sebagai Bapa, Al-Kalimah dan Roh yang Maha Suci. Bapa dikatakan Allah, Al-Kalimah dikatakan Allah dan Roh yang maha Suci dikatakan Allah, tapi bukan sebagai tiga Allah melainkan dengan tegas, mutlak: Satu Allah. Ini dikatakan dalam Al-Kitab, wahyu Allah yang kami imani, percayai sebagai Firman Allah. Asasnya ajaran Allah “tritunggal” ialah Al-Kitab. Suka atau tidak, mahu atau tidak, rasio atau tidak, harus kami yakini, imani dan percayai. Kami beriman kepada apa yang diwahyukan, dinyatakan oleh Allah, sambil memelihara dan berpegang teguh kepadanya. Kalo tidak mengapa beriman, mengapa menaruh kepercayaan, mengapa beragama, mengapa jadi Kristen?

    Kesimpulannya, tidak dapat dipungkiri, dinafikan bahawa Al-Kitab dengan tegas dan terang seperti yang bisa sdr baca ayat-ayat dan dalil-dalil yang digunapakai dan diterimapakai oleh saya untuk mendukung ajaran tentang adanya Allah ‘tritunggal’ dalam ajaran kami. Oleh itu, tuduhan sdr terbukti tidak benar, liar, palsu dan tidak berasas.

    Ingat, Allah ‘tritunggal’ Ada bukan kerana saya dan saudara, bukan kerana kita menghendaki Al-Kitab mendalilkan, membenarkannya sama seperti sdr menghendaki Al-Quran menolak dan menyangkalnya. Dia ada bukan kerana saya Kristen atau sdr Islam. Dia ada bukan kerana Dia ‘menjadi’ dan ‘dijadikan’ oleh manusia. Dia ada bukan kerana diilahkan oleh manusia. Dia Ada kerana Dia Ada, Tiga hakikat ini Ada dengan Sendiri-Nya, Ada sebelum segala sesuatu dijadikan, bahkan sebelum sebutir atom, zarah dan jirim diciptakan. Sesungguhnya Allah ‘tritunggal’ ada tanpa saya dan sdr. Dia ada dari infiniti ke infiniti. Dan Zat-Nya yang satu ini dinyatakan dan berkenan dinyatakan oleh Allah dalam bahasa manusia sebagai hakikat Bapa, hakikat Anak dan hakikat Roh yang Maha Suci. Kenapa pernyataan Allah akan Diri-Nya sendiri yang melampau akal, rasio manusia ditolak? Kenapakah manusia ingin dan menyukai Allah yang diperkirakannya mudah difahami, mudah dihitung, mudah dikira, seperti kepercayaan saudara? Maksud saya, Allah sdr diciptakan, direka dari minda, otak saudara yang pada hakikatnya bisa lupa, lalai, terbatas dan lemah (Allah satu kerana sesuai ilmu matematika, 1 bermaksud 1). Allah sdr adalah hasil minda manusia. Ingat, ilmu matematika adalah ilmu manusia bukan Allah dan semua ilmu manusia berasal dari fikiran manusia entah bersih, entah kotor, entah baik, entah jahat. Terserah tapi memahami Allah lewat analisa matematika bisa bahaya, fatal kerana minda, otak manusia ada makhluk dan memikirkan Allah seperti yang dikehendaki nalar, otak dikuatiri menjadikan Allah itu makhluk!

    Oleh itu, sdr, serahkan kepada Allah apa yang Dia ingin dikenali kerana Dia adalah Dia. Kalo kita, Kristen dan Islam bisa mengimani, percaya bhw Allah manpu membuat Yesus lahir tanpa bapa, mengapakah kita tidak biisa percaya bhw Allah yang Maha Esa bisa menyatakan Diri-Nya dalam tiga hakikat. Memang untuk sementara org, kelahiran Yesus tidak bisa dicerna, diterima, baik kepada org Yahudi ketika itu, atau kepada para pemikir moden sekarang ini, maka wajarlah semasa pengumuman ketetapan Allah ini oleh malaikat Jibrail, “Allah berfirman: Tidak ada yang mustahil bagi Allah.” (Al-Injil, Likas 1:37). Nah itulah yang menjadi sandaran dan dasar iman saya.

    ….continuae.

     
  6. CosmicBoy

    November 22, 2008 at 12:26 pm

    Persoalan sdr,

    dan yang bruder saya jawab selalu inilah dogma dari vatikan, jangan melawannya, karena akan menimbulkan dosa, dan begitulah ajaran yang saya terima dan mereka (para bruder, uskup, maupun kardinal sekalipun),

    Tanggapan,

    Saya tanya sdr, apakah yg akan terjadi dgn seseorg Islam bilamana dia menolak, menjelek2 bahkan menentang fatwa Islam. Saya pasti bukan saja salah dari sisi agama Islam tapi bila berakibat fatal; bisa murtad dan dibunuh! Saya rasa sdr cuba gambarkan kekristenan sebagai zalim, jahat karna menolak ajaran Vatikan. Lho, tepatlah peribahasa Melayu, meludah ke langit terpalit muka sendiri, paku dulang paku serpih, kata org dia yang lebih. Agamanya jauh lebih zalim, kejam, tidak bertolak ansur ketimbang agama Kristen (pihak Vatikan). Ini bukan omong kosong, lihat aje Ahmadiyyah di Indonesia, atau Bahai di Iran, lihat aje golongan Syiah di Pakistan dan Iraq, lihat saja kaum Ismailiyyah di Afghanistan atau kaum Sunnah di Iran. Semua yg dianggap bidat dan yg mempersoalkan agama rasmi dibantai, disembelih. Tergantung siapa yg kuat, siapa yg mayoritas.

    Dalam agama kami, ya, memang bukan ‘perfect’. Ada sejarah hitamnya walaupun bukan semua. namun yg buat kami bila maju ke depan, berubah ialah berani mengutuk, membongkar, menrima hakikat sejarah hitam tersebut. Sejarah hitam ini dijadikan teladan, peringatan bhw setiap manusia, anggota gereja bahkan org berkeyakinan lain bebas mengekspresikan iman mrk sesuai kemahuan mrk asalkan tidak dipaksa, atau intimidasi. Nah, bagaiamana gereja sekarang melawan bidat2, bukan dengan pedang atau melalui kekuasaan pemerintah, ancaman, ugutan, penjara atau hukuman berat termasuk mati, bukan dan ini bukan cara Kristen. Kami bela keyakinan kami dengan ceramah kesedaran, ceramah apologetik, dialogue, seminar, doa syafaat dll. Intinya, pendekatannya, saling menghormati, saling memahami, saling mengerti, dengan kasih dan lemah lembut, dengan intelek dan ilmiah. Sdr lihat, ajaran sesat saksi2 Yehuwa dalam agama Kristen tidak kaimi hadapi dgn pedang, ugutan, ancaman bahkan perang, tapi dengan peringatan kpd org Kristen lain supaya jgn mendakiti mrk, dengan mengeluar buku2 menyanggah ajaran mrk bahkan dengan dialog sihat. Dengan agama lain pun sama. Di Barat, byk seminar2 dan dialog antara agama khususnya Kriisten-Islam dijalankan dlm kondisi baik dan sihat. Tapi lihat aje di Indonesia, malaysia dan umumnya disemua negara Islam, ceramah, dialog, seminar, dll tdk dibenarkan sama sekali meskipun yg menganjurkannya org Islam itu sendiri. Bisa terjadi rusuhan, kekacauan, anarki, bahkan ledakan bom sekiraya dilangsungkan. Tapi aneh, pemerintah2 di negara Islam dan ormas2 Islam senang sekali kalo ada mualaf2 Barat dtg memberi ceramah agama, lho mrk dilayan mcm selebreti. Begitu juga dgn sarjana2 Barat dr universitas2 yg ahli ttg Islam, dibiayai dan diberi jumlah dana yg byk sekiranya mrk bisa puji2 Islam, Muhammad, atau bisa buktikan bhw 9/11 adalah konspirasi Yahudi-USA, ledakan bom di Iraq setiap hari bukan angkara al-Qaidah tapi agen2 Mossad & CIA, peristiwa di Bali itu bikinan Yahudi, Osama tak wujud, cuma khayalan USA dll.

    …continue.

     
  7. menthor

    November 28, 2008 at 3:00 pm

    Saya tanya sdr, apakah yg akan terjadi dgn seseorg Islam bilamana dia menolak, menjelek2 bahkan menentang fatwa Islam. Saya pasti bukan saja salah dari sisi agama Islam tapi bila berakibat fatal; bisa murtad dan dibunuh!

    saya jawab deh:
    di Indo, fatwa dikeluarkan oleh MUI (majlis Ulama Indonesia), dan tidak sesungguhnya kemurtadan seseorang tidak bisa diukur oleh orang lain, dan karena hidup mati seseorang pun tak dipunya oleh manusia lain, hanya Allah SWT yang satu satunya memiliki hidup dan mati seseorang, begitu pula dengan pahala dan dosa, bukanlah haq manusia untuk menentukan nya, hanya Allah SWT yang berHaq atas hal tersebut, dan kalau di katholig, pernyataan kita sebagai umat yang menentang vatikan atau sebuah dogma akan dinyatakan sebagai pendosa besar, saya rasa pernyataan penulis bukanlah untuk membujuk or menarik cosmic untuk mempercayai Islam, akan tetapi hanyalah untuk membuka wawasan saudara Muslim lainnya agar tidak terjadi pemurtadan masal oleh kerana proses kristenisasi yang dilakukan pihak gereja manapun dengan azas apapun dan dengan cara apapun juga,
    untuk penulis, adakah cerita tentang pembantaian yahudi pada zaman kekuasaan absolute Hitler di Germany? kalau ada boleh sahaja di tulis, terima kasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: